Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wali Kota sebut pameran foto di Titik Nol Yogyakarta jadi daya tarik

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Emily Miller - beritaturah.com

Foto : Emily Miller - beritaturah.com

Pameran Foto di Titik Nol Yogyakarta Menjadi Magnet Wisata dan Budaya

Beritaturah.com – Wali Kota sebut pameran foto yang digelar di kawasan ikonik Yogyakarta sebagai salah satu daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan. Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta, mengungkapkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menghadirkan pengalaman visual yang memukau, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai pusat seni dan budaya. Pameran fotografi jurnalistik yang diselenggarakan oleh Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelajar, seniman, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Kawasan Titik Nol Kilometer yang selama ini dikenal sebagai pusat keramaian dan simbol kota Yogyakarta, kini memiliki nilai tambah dengan kehadiran pameran ini. Kehadiran karya-karya foto yang menampilkan momen-momen bersejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia memberikan nuansa berbeda bagi pengunjung. Selain itu, lokasi yang strategis memungkinkan akses mudah bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan visual tanpa harus keluar dari pusat kota.

Waktu dan Durasi Penyelenggaraan Pameran

Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pameran bertajuk "MERDEKA". Acara ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari tanggal 14 Agustus hingga 21 Agustus 2026. Hasto menambahkan bahwa jika persiapan dilakukan lebih matang dan dalam kurun waktu yang lebih lama, potensi kolaborasi dengan berbagai pihak akan semakin besar. Hal ini sejalan dengan visi kota untuk terus mengembangkan sektor pariwisata dan budaya.

Sebetulnya kalau ini dipersiapkan dalam waktu yang agak lebih panjang, kita bisa mendatangkan kurator-kurator, para seniman-budayawan kita yang dari ISI (Institut Seni Indonesia) dan sebagainya, ujarnya pada Sabtu di Yogyakarta.

Kolaborasi Antar Seniman dan Fotografer

Salah satu ide menarik yang disampaikan oleh Wali Kota adalah kemungkinan menggabungkan komunitas seniman lukis dalam pameran ini. Para pelukis dapat bekerja sambil menikmati tampilan karya-karya fotografi jurnalistik yang dipamerkan. Hal ini menciptakan suasana kolaboratif yang dinamis dan memungkinkan pertukaran ide antar disiplin seni. Dengan demikian, pameran tidak hanya menjadi tempat untuk melihat karya, tetapi juga ruang untuk berinteraksi dan belajar bersama.

Ada teman-teman seniman yang belajar melukis di Jogja, tapi sifatnya tidak resmi akademik di kampus, tapi dia bebas magang di mana itu kan senang kalau suruh berbaur menikmati karya karya seperti ini, jadi ada kolaborasi, tambahnya.

Menghidupkan Nilai-Nilai Perjuangan Bangsa

Pameran fotografi jurnalistik "MERDEKA" yang berlangsung selama tujuh hari ini memiliki misi penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai historis, emosi, serta semangat perjuangan para pahlawan Indonesia. Dengan menampilkan 68 karya foto di ruang publik yang ikonik, acara ini diharapkan dapat menjadi sarana informasi yang mudah diakses masyarakat. Melalui pameran ini, warga dapat memperluas wawasan mereka dalam mendukung program pembangunan nasional.

Kehadiran Wali Kota sebut pameran foto di Titik Nol Yogyakarta ini juga menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk terus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan menggabungkan unsur sejarah, seni, dan budaya, pameran ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih menghargai warisan bangsa. Selain itu, kehadiran karya-karya dari berbagai fotografer ternama menambah nilai estetika dan edukatif dari acara ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pameran Foto di Yogyakarta

1. Kapan pameran foto di Titik Nol Yogyakarta berlangsung? Pameran bertajuk "MERDEKA" berlangsung selama tujuh hari, dari tanggal 14 Agustus hingga 21 Agustus 2026.

2. Berapa banyak karya foto yang dipamerkan? Pameran ini menampilkan 68 karya foto dari berbagai fotografer jurnalistik Indonesia.

3. Apakah pameran ini gratis untuk pengunjung? Ya, pameran ini terbuka untuk umum dan tidak memerlukan tiket masuk bagi siapa saja yang ingin menikmati karya-karya foto.

4. Siapa saja yang bisa berpartisipasi dalam pameran ini? Pameran ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk wisatawan, pelajar, seniman, dan masyarakat umum yang tertarik dengan fotografi jurnalistik.

5. Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pameran? Anda dapat mengunjungi situs resmi LKBN ANTARA atau mengikuti akun media sosial mereka untuk mendapatkan update terbaru mengenai kegiatan pameran.

Related Reading