Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bekerja jadi cara pulih perempuan depresi di Afghanistan Barat

Published Agustus 17, 2026 · Updated Agustus 17, 2026 · By Susan Thomas - beritaturah.com

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Karya Tangan dan Ruang Kerja: Jalan Pulih Perempuan dari Depresi di Herat

Beritaturah.com – Dalam benteng bersejarah Arg-e-Hera yang usianya melampaui dua milenium di Kota Herat, Afghanistan barat, sebuah pusat pelatihan seni rupa berskala kecil beroperasi berdampingan dengan toko ritel. Di balik meja kerjanya, Quraish Malikzada berbagi kabar gembira: penghasilan yang ia hasilkan kini memadai untuk menopang kebutuhan keluarga.

"Saya memiliki penghasilan yang cukup. Para pengunjung, termasuk warga asing, sering membeli produk saya, dan bahkan pengunjung dari Kabul dan kota Mazar-i-Sharif di bagian utara membeli barang-barang kami."

Pernyataan itu Malikzada sampaikan kepada Xinhua tak lama lalu. Bagi perempuan yang sehari-hari merawat tiga anak dengan penyakit kronis, kemampuan menghasilkan uang bukan sekadar angka—ia adalah napas bagi seluruh rumah tangganya.

Dari 40 Murid Menjadi 15 Pengusaha

Enam tahun terakhir menjadi periode transformasi bagi Malikzada. Ia telah membina keterampilan seni kepada empat puluh wanita dan anak perempuan, dan lima belas di antaranya kini berdiri sendiri menjalankan usaha di luar tembok benteng untuk menghidupi diri serta keluarga mereka.

Sambil memamerkan koleksi karyanya—mulai dari lukisan, seni miniatur, hingga kaligrafi—perajin itu menyebut setiap hasil tangannya sebagai "seni yang penuh kegembiraan." Baginya, keterlibatan dalam industri kreatif membuka jalan bagi siapa pun untuk melampaui depresi dan persoalan psikologis sejenis.

"Ini seni yang menyenangkan karena kita berkarya dengan lukisan dan warna. Orang-orang menyukainya, dan kami merasa puas dengan karya kami serta hasilnya."

Naiko: Rumah Kedua bagi 170 Murid

Di workshop lain di kawasan yang sama, Samya Suliman Khil—perempuan muda sekaligus perajin—memimpin lembaga bernama Naiko Cultural and Artistic Institution. Dengan nada penuh keyakinan, ia mengungkapkan skala operasinya.

"Saat ini, kami memiliki 170 murid yang siap lulus, dan kami berencana untuk menerima 300 anak perempuan lagi dan melatih mereka dalam waktu dekat."

Kurikulum di Naiko mencakup menjahit, menyulam, seni miniatur, serta kaligrafi pada media kayu dan kaca. Suliman Khil menegaskan bahwa beberapa perempuan yang sebelumnya terjebak depresi di rumah berhasil pulih setelah bergabung dengan galeri tersebut dan mulai bekerja.

"Beberapa perempuan yang mengalami depresi di rumah pulih setelah bergabung dengan kami di galeri dan mulai bekerja di sini."

Ia menambahkan bahwa peserta datang dari beragam latar belakang dan rentang usia—termasuk mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan universitas serta sejumlah guru yang tengah berjuang melawan depresi.

"Anak-anak perempuan dari berbagai latar belakang dan kelompok usia, termasuk mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan universitas dan bahkan beberapa guru yang menderita depresi, telah bergabung dengan lembaga kami. Naiko menyambut mereka layaknya seorang ibu."

Suara dari Studio Radio

Pandangan serupa diungkapkan Susan Nuri, jurnalis perempuan yang bekerja di stasiun radio lokal. Baginya, berdiam diri tanpa aktivitas produktif justru memicu gangguan fisik maupun mental.

"Sangat sulit bagi seorang anak perempuan yang terbiasa bekerja di luar untuk berdiam diri di rumah tanpa melakukan apa-apa. Bagi saya, tinggal di rumah itu membosankan karena hal itu membuat Anda kian terisolasi dan merasa tertekan. Itulah sebabnya saya lebih memilih untuk bekerja."

Nuri menuturkan bahwa dukungan pendengar menjadi bahan bakar semangatnya setiap hari.

"Untungnya, program radio saya memiliki banyak pendengar, dan mereka memberikan semangat kepada kami."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bekerja jadi cara pulih perempuan depresi?

Bekerja jadi cara pulih perempuan depresi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bekerja jadi cara pulih perempuan depresi matter?

Bekerja jadi cara pulih perempuan depresi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.