Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Erdogan: Turkiye akan terus kembangkan hubungan dengan SCO

Published September 8, 2026 · Updated September 8, 2026 · By Patricia Lopez - beritaturah.com

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Turkiye Perkuat Peran Strategis di Kawasan Melalui Kemitraan Dialog dengan SCO

Beritaturah.com – Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali komitmen Ankara untuk memperdalam kerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dalam pernyataan yang disampaikan seusai rapat kabinet pada Senin (7/9). Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kepresidenan Turkiye dan menandai salah satu sinyal terbaru bahwa negara itu terus mencari posisi yang lebih signifikan dalam arsitektur keamanan dan ekonomi kawasan Asia Tengah serta Asia secara lebih luas.

Posisi Turkiye sebagai Mitra Dialog SCO

Sejak memperoleh status mitra dialog pada tahun 2019, Turkiye telah secara bertahap meningkatkan keterlibatannya dengan forum multilateral yang bermarkas di Beijing itu. SCO, yang didirikan pada tahun 2001 oleh Tiongkok, Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan, kini juga menaungi India dan Iran sebagai anggota penuh setelah perluasan keanggotaan pada 2023. Dengan cakupan wilayah yang membentang dari Asia Tengah hingga Asia Selatan dan Timur, organisasi ini mengelola sebagian besar populasi dunia serta porsi signifikan dari produk domestik bruto global.

Erdogan secara eksplisit mengakui dinamika tersebut dalam keterangannya:

"Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang mana kami merupakan mitra dialog, adalah salah satu organisasi regional yang hubungannya dengan kami telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir."

Pernyataan itu bukan sekadar retorika diplomatik. Bagi Ankara, SCO mewakili akses langsung ke pasar-pasar yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur Uni Eropa atau NATO semata. Asia Tengah, dengan cadangan energi, jalur logistik, dan populasi muda yang terus tumbuh, menjadi magnet bagi kepentingan ekonomi Turkiye yang mencari diversifikasi mitra dagang di luar kerangka Barat.

Pertemuan SCO Plus di Bishkek dan Agenda Perdagangan

Sebelum pernyataan kabinet tersebut, Erdogan telah menghadiri pertemuan format "SCO Plus" di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, pada 1 September. Format ini memungkinkan negara-negara mitra dialog dan pengamat untuk berpartisipasi dalam diskusi tanpa memiliki hak suara penuh. Kehadiran Turkiye dalam forum tersebut menegaskan bahwa Ankara tidak sekadar mengamati dari pinggir, melainkan berupaya membentuk agenda secara aktif.

Dalam kesempatan itu, Erdogan menegaskan kembali tekad Turkiye untuk meningkatkan volume perdagangan dengan negara-negara anggota SCO. Langkah ini sejalan dengan kebijakan ekonomi Ankara yang sejak beberapa tahun terakhir mendorong ekspansi ekspor ke pasar non-tradisional, termasuk Asia Tengah dan Asia Selatan, sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada pasar Eropa yang menghadapi perlambatan struktural.

Multipolaritas sebagai Kerangka Pemikiran

Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan Bishkek adalah kontribusi SCO terhadap penguatan multipolaritas dalam tatanan internasional. Erdogan menyebut bahwa isu tersebut mendapat perhatian khusus dalam agenda diskusi. Konsep multipolaritas, yang menekankan distribusi kekuatan di antara beberapa pusat pengaruh alih-alih dominasi satu kutub, telah menjadi narasi sentral dalam diplomasi Ankara selama beberapa tahun terakhir.

Bagi Turkiye, multipolaritas bukan sekadar istilah akademis. Ia diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret: keanggotaan NATO sekaligus kemitraan dengan Rusia, partisipasi dalam BRICS sebagai mitra, serta keterlibatan aktif dalam forum-forum Asia seperti SCO dan EAEU. Pendekatan ini memungkinkan Ankara untuk bernegosiasi dari posisi kekuatan tawar-menawar yang lebih tinggi, tanpa mengunci dirinya pada satu blok geopolitik.

Implikasi bagi Lanskap Ekonomi dan Keamanan Regional

Peningkatan hubungan Turkiye-SCO membawa konsekuensi praktis yang melampaui ranah diplomatik. Di bidang energi, Asia Tengah menyimpan cadangan gas dan minyak yang dapat melengkapi kebutuhan Ankara serta memperkuat perannya sebagai koridor transit energi antara Asia dan Eropa. Di bidang perdagangan, potensi pasar gabungan negara-negara SCO — yang mencakup lebih dari 4 miliar jiwa — menawarkan skala yang tidak dapat diabaikan oleh sektor manufaktur dan jasa Turkiye.

Di sisi keamanan, SCO memiliki mandat yang mencakup stabilitas kawasan, kontra-terorisme, dan kerja sama militer. Meskipun Turkiye bukan anggota penuh, status mitra dialog membuka ruang untuk koordinasi informasi dan latihan bersama, terutama di Asia Tengah di mana Ankara memiliki kepentingan historis dan kultural yang mendalam.

Arah ke Depan

Pernyataan Erdogan pada 7 September menggarisbawahi bahwa Ankara memandang keterlibatan dengan SCO bukan sebagai fase sementara, melainkan sebagai pilar jangka panjang dalam arsitektur luar negerinya. Dengan ekonomi global yang semakin terfragmentasi dan persaingan strategis antara kekuatan besar yang terus mengeras, Turkiye tampaknya memilih untuk memperluas jaringannya di berbagai forum multilateral sekaligus — sebuah strategi yang menuntut kecermatan diplomatik tinggi namun juga menjanjikan ruang manuver yang lebih luas bagi kepentingan nasionalnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Erdogan?

Erdogan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Erdogan matter?

Erdogan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.