Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemitraan China-ASEAN kunci stabilitas dan pertumbuhan di kawasan

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Karen Anderson - beritaturah.com

Kemitraan China ASEAN Kunci Stabilitas dan Pertumbuhan Regional

Beritaturah.com – Kuala Lumpur — Kemitraan China ASEAN kunci stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks. Menurut Kepala Eksekutif Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama), Nur-ul Afida Kamaludin, kerja sama strategis antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan China akan menjadi fondasi penting untuk memastikan kedamaian dan kemajuan ekonomi di Asia-Pasifik. Hubungan ini tidak hanya mencakup perdagangan konvensional, tetapi juga berkembang pesat dalam sektor ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang menjadi landasan tatanan global baru.

Dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua, Nur-ul Afida menekankan bahwa kawasan Asia-Pasifik harus dibangun atas dasar saling menghormati, inklusivitas, dan dialog berkelanjutan. Ia berharap dalam satu dekade ke depan, kawasan ini tetap menjadi wilayah yang damai, terbuka, dan dinamis secara ekonomi. Negara-negara kecil dan berkembang harus memiliki suara yang berarti dalam pengambilan keputusan regional. Kerja sama ASEAN-China, termasuk hubungan bilateral Malaysia-China, telah menunjukkan perkembangan signifikan di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, dan pertukaran antarmasyarakat.

Potensi Ekonomi Digital dan Hijau dalam Kerjasama Regional

Ke depannya, ekonomi digital dan kecerdasan buatan menawarkan potensi yang sangat besar bagi kawasan. Selain itu, ekonomi hijau juga merupakan bidang yang menjanjikan. Kerja sama dalam energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi baterai, dan efisiensi energi dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung target iklim global. Nur-ul Afida menambahkan bahwa China menunjukkan kemampuannya untuk bergerak cepat dari tahap eksperimen menuju penerapan berskala besar dalam berbagai inovasi teknologi.

Berdasarkan pengalamannya secara langsung di China, Nur-ul Afida terkesan dengan skala dan pesatnya transformasi yang berlangsung di negara tersebut. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dalam berbagai proyek infrastruktur utama, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui pembayaran digital, perdagangan elektronik, transportasi yang efisien, serta layanan daring yang terintegrasi. Inovasi sering kali diterapkan di berbagai sektor industri, kota, dan layanan publik, bukan hanya terbatas pada proyek percontohan.

Di sektor media, investasi besar telah dilakukan dalam konten yang dirancang untuk perangkat seluler, produksi video, platform digital, jurnalisme berbasis data, dan kecerdasan buatan. Investasi jangka panjang China dalam infrastruktur, penelitian, keterampilan, dan penerapan memberikan pengalaman berharga bagi Malaysia dan ASEAN secara keseluruhan.

"Kerja sama ASEAN-China, termasuk hubungan Malaysia-China, telah berkembang pesat di bidang perdagangan, investasi, infrastruktur dan pertukaran antarmasyarakat. Ke depannya, ekonomi digital dan AI menawarkan potensi yang sangat besar." — Nur-ul Afida Kamaludin, CEO Bernama

Menurut dia, kerja sama yang lebih erat juga dapat dikembangkan antara perguruan tinggi, industri, lembaga pemerintah, dan organisasi media. Kolaborasi multidimensi ini akan memperkuat fondasi Kemitraan China ASEAN kunci stabilitas dan pertumbuhan di kawasan. Dengan pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada masa depan, kawasan Asia-Pasifik dapat menghadapi tantangan global dengan lebih efektif.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kemitraan China ASEAN

Apa manfaat utama Kemitraan China ASEAN bagi kawasan? Kemitraan ini memberikan manfaat dalam bidang perdagangan, investasi, infrastruktur, dan pertukaran antarmasyarakat, serta membuka peluang di sektor ekonomi digital dan hijau.

Berapa tahun sejarah kerja sama ASEAN-China? Kerja sama ASEAN-China telah berlangsung selama beberapa dekade dan terus berkembang pesat dalam berbagai bidang strategis.

Apa sektor prioritas dalam kerja sama ini? Sektor prioritas meliputi perdagangan, investasi, infrastruktur, ekonomi digital, kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Bagaimana peran Malaysia dalam Kemitraan China ASEAN? Malaysia berperan sebagai salah satu anggota ASEAN yang aktif dalam kerja sama bilateral dengan China, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Related Reading