Hoaks! Prabowo pinjam dana Rp500 triliun dari Korea dan Jepang untuk MBG dan Kopdes
Hoaks Prabowo Pinjam Dana Rp500 Triliun dari Korea dan Jepang
Beritaturah.com – Klaim viral di media sosial menyatakan bahwa Hoaks Prabowo pinjam dana Rp500 triliun dari Korea Selatan dan Jepang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa (Kopdes). Unggahan tersebut menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan pemimpin Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Seoul. Narasi yang menyertai gambar ini mengklaim total pinjaman mencapai Rp500,5 triliun dan utang negara telah menyentuh angka Rp15.000 triliun. Namun, setelah verifikasi mendalam, klaim ini terbukti tidak akurat.
Asal Mula Foto dan Pertemuan di Seoul
Penelusuran terhadap foto yang digunakan dalam unggahan viral menunjukkan bahwa gambar tersebut sebenarnya merekam momen pertemuan resmi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Seoul pada 1 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis. Menurut laporan ANTARA, bidang-bidang yang disepakati meliputi ekonomi, energi, digital, kesehatan, kecerdasan buatan, mineral kritis, energi bersih, serta kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.
Penting untuk dicatat bahwa dalam informasi resmi mengenai pertemuan tersebut, tidak ada pernyataan bahwa Indonesia menerima pinjaman senilai Rp500,5 triliun dari Korea Selatan. Kerja sama yang terjadi merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor, bukan pinjaman langsung untuk membiayai program MBG dan Kopdes seperti yang diklaim dalam unggahan viral.
Kerja Sama Ekonomi dengan Jepang
Sementara itu, Indonesia juga memperkuat hubungan ekonomi dengan Jepang melalui penandatanganan 10 nota kesepahaman. Berdasarkan informasi dari Kemenko Perekonomian, total nilai kerja sama dalam berbagai sektor mencapai sekitar USD23,1 miliar atau setara Rp392,7 triliun. Namun, angka ini merupakan total nilai kerja sama, bukan pinjaman sebesar Rp392,7 triliun. Kerja sama ini mencakup bidang transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta penguatan rantai pasok global.
Kesalahpahaman muncul ketika masyarakat mengira bahwa nilai kerja sama tersebut merupakan pinjaman yang harus dibayar kembali. Padahal, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang mencakup berbagai bentuk investasi, bantuan teknis, dan kolaborasi bisnis yang tidak selalu berbentuk utang.
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia
Berdasarkan laporan resmi Bank Indonesia, posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar USD444,4 miliar. Dengan menggunakan kurs acuan Rp17.826, nilai tersebut setara sekitar Rp7.921,67 triliun. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan klaim utang Rp15.000 triliun dalam unggahan yang viral tersebut. Perbedaan yang signifikan ini menunjukkan bahwa klaim utang negara dalam unggahan tersebut tidak sesuai dengan data resmi.
Dengan demikian, Hoaks Prabowo pinjam dana Rp500 triliun dari Korea dan Jepang untuk MBG dan Kopdes telah terbukti salah. Informasi mengenai kerja sama Indonesia dengan kedua negara tersebut telah disalahartikan sebagai pinjaman untuk membiayai program pemerintah. Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hoaks Pinjaman Rp500 Triliun
Apakah benar Prabowo pinjam Rp500 triliun dari Korea dan Jepang? Tidak benar. Klaim tersebut adalah hoaks. Indonesia tidak menerima pinjaman sebesar Rp500,5 triliun dari kedua negara tersebut untuk program MBG dan Kopdes.
Berapa sebenarnya utang luar negeri Indonesia? Berdasarkan data Bank Indonesia Mei 2026, utang luar negeri Indonesia mencapai USD444,4 miliar atau sekitar Rp7.921,67 triliun.
Apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan di Seoul? Pada 1 April 2026, Presiden Prabowo dan Lee Jae Myung menandatangani 10 MoU yang mencakup berbagai sektor kerja sama strategis, bukan pinjaman uang.
Bagaimana cara memverifikasi informasi hoaks? Selalu cek sumber resmi seperti ANTARA, situs pemerintah, dan media terpercaya sebelum menyebarkan informasi di media sosial.
Baca juga: Klaim Salah: Prabowo Tidak Pinjam Rp500 Triliun dari Korea dan Jepang