BCA catat peningkatan pembiayaan EV hingga 2 kali lipat
BCA Catat Peningkatan Pembiayaan EV Hingga Dua Kali Lipat dalam Satu Tahun
Beritaturah.com – BCA catat peningkatan pembiayaan EV hingga dua kali lipat dalam kurun waktu satu tahun, sebuah lompatan yang mencerminkan pergeseran struktural dalam preferensi konsumen otomotif Indonesia. Proporsi portofolio kendaraan listrik terhadap total penyaluran kredit konsumer bank tersebut melonjak dari 7 persen menjadi 15 persen sepanjang tahun berjalan 2026, menandai akselerasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di segmen ini. Lonjakan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal bahwa pasar domestik telah memasuki fase adopsi massal teknologi mobilitas listrik.
Pernyataan Resmi di BCA Expo 2026
Presiden Direktur BCA Finance, Petrus Karim, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu, bertepatan dengan penyelenggaraan BCA Expo 2026. Karim menegaskan bahwa lonjakan ini bukan fenomena terisolasi milik satu institusi, melainkan bagian dari tren makro yang telah lama dipantau oleh regulator keuangan nasional.
"Di BCA, tahun lalu 7 persen. Tahun ini sudah 15 persen," ujar Karim, merujuk pada komposisi portofolio kendaraan listrik terhadap total penyaluran kredit.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan puluhan merek dan ratusan varian kendaraan listrik di pasar domestik menjadi katalis utama di balik akselerasi permintaan. Semakin banyak pilihan yang tersedia—mulai dari mobil penumpang hingga kendaraan niaga ringan—semakin besar pula minat konsumen untuk mengakses skema kredit atau leasing guna mengakuisi unit tersebut. Dinamika persaingan antar-pabrikan turut menekan harga jual, membuat kendaraan listrik semakin terjangkau bagi segmen menengah.
Skala Nasional: Data OJK per Juni 2026
Angka-angka dari level korporasi sejalan dengan gambaran makro yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, melaporkan bahwa total penyaluran kredit kendaraan listrik oleh seluruh perusahaan multifinance telah mencapai Rp24,60 triliun per Juni 2026.
Angka itu merepresentasikan pertumbuhan 34,70 persen secara year-on-year dan diproyeksikan tetap berada di jalur positif hingga akhir tahun berjalan. Sebaliknya, penyaluran untuk mobil bermesin bakar konvensional—baik unit baru maupun bekas—justru terkontraksi 3,25 persen (yoy) menjadi Rp230,47 triliun. Kontras tajam antara kedua segmen mengonfirmasi bahwa pergeseran preferensi pasar bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang terukur dalam data penyaluran.
Prospek Ke Depan dan Arahan Regulator
OJK memperkirakan kinerja segmen pembiayaan kendaraan secara keseluruhan akan membaik ke depan. Penyelenggaraan pameran otomotif berskala nasional seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dipandang sebagai pemicu permintaan musiman yang dapat mengerek volume transaksi sekaligus kebutuhan pendanaan terkait. Momentum pameran kerap menjadi katalis bagi konsumen yang telah menunda keputusan pembelian selama beberapa bulan.
Di sisi kebijakan, insentif fiskal dan non-fiskal untuk kendaraan listrik—termasuk pembebasan bea masuk komponen tertentu serta keringanan pajak—diharapkan memperkuat daya tarik pasar dan pada gilirannya mendorong volume penyaluran. OJK mendorong seluruh perusahaan multifinance agar menyesuaikan strategi bisnis mereka, memperketat manajemen risiko, serta menerapkan prinsip kehati-hatian secara konsisten dalam menyalurkan kredit untuk segmen ini. Regulator menekankan bahwa pertumbuhan yang sehat harus diimbangi dengan tata kelola risiko yang memadai agar tidak menimbulkan tekanan pada kualitas aset institusi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembiayaan Kendaraan Listrik
Apakah BCA menyediakan skema kredit khusus untuk pembelian kendaraan listrik? Ya. BCA Finance menawarkan berbagai skema pembiayaan—mulai dari kredit kendaraan hingga leasing—yang dapat diakses konsumen maupun korporasi untuk mengakuisi unit kendaraan listrik. Detail syarat, tenor, dan ketentuan tersedia di kantor cabang maupun kanal digital resmi BCA.
Berapa lama proses persetujuan pembiayaan kendaraan listrik? Waktu tempuh persetujuan bervariasi tergantung kelengkapan dokumen, nilai transaksi, dan profil risiko peminjam. Secara umum, proses dapat memakan waktu beberapa hari kerja hingga beberapa minggu. Konsumen disarankan menghubungi Relationship Manager BCA Finance untuk estimasi waktu yang akurat sesuai profil masing-masing.
Apakah ada insentif pemerintah yang dapat mengurangi biaya kepemilikan kendaraan listrik? Pemerintah Indonesia telah menerapkan sejumlah insentif, termasuk pembebasan bea masuk komponen tertentu dan keringanan pajak untuk kendaraan listrik. Konsumen dapat memanfaatkan insentif tersebut untuk menekan total biaya