Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indef: Emas berperan strategis jadi instrumen diversifikasi cadangan

Published Agustus 17, 2026 · Updated Agustus 17, 2026 · By John Brown - beritaturah.com

Foto : John Brown - beritaturah.com

Emas sebagai Pilar Diversifikasi Cadangan Devisa: Pandangan Indef

Beritaturah.com – Indef - Tren pengelolaan cadangan devisa di tingkat global tengah mengalami pergeseran signifikan. Setelah bertahun-tahun sistem moneter internasional sangat bergantung pada dolar Amerika Serikat, logam mulia kembali menempati posisi sentral sebagai instrumen penyeimbang risiko di tengah dinamika ekonomi dunia yang berubah cepat.

Posisi Indonesia dalam Peta Emas Global

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti bahwa porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia masih tergolong kecil. Merujuk data internal lembaga tersebut yang dirilis di Jakarta pada Senin, stok emas nasional pada 2026 berada di kisaran 87 ton, menyumbang sekitar 9,6 persen dari keseluruhan cadangan devisa. Secara nilai, angka itu setara dengan 0,91 persen terhadap produk domestik bruto tahun 2025.

Ekonom Senior Indef Aviliani menegaskan bahwa proporsi tersebut jauh di bawah capaian banyak negara lain yang memiliki basis cadangan devisa lebih besar dan karenanya ruang manuver lebih luas untuk memperbesar kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai.

"Negara-negara dengan cadangan devisa yang lebih besar memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai. Dan, kita lihat sebenarnya negara-negara yang melakukan pembelian cadangan emas adalah mereka yang cenderung memang cadangan devisanya besar."

Kesenjangan yang Mencolok

Perbandingan lintas negara memperlihatkan jurang yang sangat lebar. Amerika Serikat menguasai 8.133,5 ton emas dengan porsi mencapai 84,8 persen dari total cadangan devisanya. Jerman menyusul di posisi kedua dengan 3.350,3 ton (84,6 persen), disusul Italia sebesar 2.451,8 ton (82 persen) dan Prancis 2.437 ton (82,5 persen).

Di kelompok berikutnya, Rusia mencatatkan 2.311 ton atau 48,1 persen dari total cadangan devisanya. India memiliki 880,3 ton (19,8 persen), Jepang 846 ton (10,1 persen), sementara China memegang 2.313 ton yang setara dengan 10 persen dari keseluruhan cadangan devisanya.

Tidak Ada Rumus Tunggal

Aviliani menekankan bahwa tidak ada satu rasio baku yang bisa dijadikan acuan universal untuk menentukan besaran ideal cadangan emas suatu negara. Keputusan tersebut sangat ditentukan oleh struktur ekonomi domestik, kebutuhan likuiditas, serta strategi masing-masing bank sentral.

"Tidak ada sebenarnya ketentuan tentang berapa besar cadangan devisa emas. Itu tergantung dari kepercayaan dari negara masing-masing mau memegang apa."

Bullion Banking dan Ekosistem Emas Nasional

Selain permintaan dari lembaga moneter, Aviliani mencatat bahwa masyarakat umum kini semakin memandang emas sebagai sarana investasi, terutama seiring meluasnya layanan bullion serta produk emas digital. Perkembangan bullion banking dinilai menjadi komponen krusial dalam membentuk ekosistem emas nasional, karena membuka akses bagi publik untuk memperoleh eksposur terhadap logam mulia tanpa wajib menyimpan fisik dalam jumlah besar.

"Bullion bank itu saya rasa salah satu hal yang baik, sangat membantu sebenarnya masyarakat untuk menikmati pembelian emas tanpa harus ada fisiknya."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indef?

Indef is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indef matter?

Indef matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.