Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 buka hingga 1 September
Registrasi JFP dan JIPCon JAFF Market 2026 Resmi Dibuka
Beritaturah.com – Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 telah resmi dibuka untuk para kreator dan profesional industri kreatif. Program ini merupakan inisiatif penting yang bertujuan memfasilitasi pengumpulan berkas film serta kekayaan intelektual nonfilm dari para pencipta konten. Berdasarkan pengumuman melalui laman resmi jaff-market.com, proses pendaftaran berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 1 September 2026. Para peserta dapat mengirimkan proposal dan materi kreatif mereka melalui platform digital yang telah disediakan.
Salah satu perubahan signifikan dalam edisi kali ini adalah transformasi JIPCon yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market (JCM). Langkah strategis ini diambil guna memperluas akses bagi karya-karya di luar ranah perfilman konvensional. Dengan demikian, berbagai jenis konten kreatif dapat menemukan jalur pengembangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ekspansi JIPCon dan JFP untuk Karya Asia Pasifik
Sekarini Seruni, Business Director JAFF Market, menyampaikan bahwa perubahan nama ini bertujuan menciptakan jalur yang lebih jelas bagi adaptasi karya nonfilm. Menurutnya, banyak narasi dengan potensi layar lebar yang belum tersentuh industri film mainstream. Hal ini membuka peluang baru bagi berbagai bentuk konten kreatif untuk berkembang.
"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," jelas Seruni.
JIPCon tahun ini akan menerima berbagai jenis materi kreatif, mulai dari buku, novel, komik, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah. Acara networking akan diselenggarakan pada 28 hingga 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Acara ini mempertemukan pemilik hak cipta dengan investor dan produser internasional untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
Sementara itu, program JFP juga mengalami peningkatan kapasitas yang signifikan. Jumlah ruang pendampingan untuk film panjang kawasan Asia Pasifik naik menjadi 12 proyek, melampaui kuota tahun sebelumnya yang hanya menampung 10 karya. Prioritas utama tetap diberikan kepada proyek-proyek yang mengandung unsur Indonesia sebagai fondasi utama pengembangan konten lokal.
"Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," ungkap Linda Gozali, Market Director JAFF Market.
Jejak Sukses Alumni dan Karya Adaptasi IP
Rekaman program menunjukkan keberhasilan para alumnus dalam menembus panggung internasional. Film "Pangku" garapan Reza Rahadian tampil di Cannes dan Busan International Film Festival 2025. Karya Loeloe Hendra Komara berjudul "A Life Full of Holes" juga hadir di Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) 2026. Pencapaian ini membuktikan efektivitas program dalam mengembangkan talenta lokal.
Selain itu, "My Mother" karya Eddie Cahyono serta "Our Son" ciptaan Luhki Herwanayogi telah dipresentasikan di Bangkok International Content Market (BICM) 2026. Di ranah adaptasi IP nonfilm, beberapa proyek telah memasuki tahap pengembangan film panjang. Proyek-proyek tersebut termasuk "Bandits of Batavia" produksi Imajinari bersama sutradara Ernest Prakasa, "Locust" dari Aftersun Pictures dengan arahan Sidharta Tata, dan "Tikam Samurai" oleh Bushi Bros Films bersama Cornelio Sunny.
Bagi profesional industri yang ingin berjejaring dengan kreator terpilih, pembelian Badge Akreditasi JAFF Market 2026 dengan harga Early Bird telah dibuka. Penawaran khusus ini berlaku hingga 31 Oktober 2026 melalui situs resmi JAFF Market. Pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF Market 2026 menjadi kesempatan emas bagi para kreator untuk mengembangkan karya mereka ke tingkat internasional.
Frequently Asked Questions
Apa saja jenis karya yang bisa didaftarkan melalui JIPCon?
JIPCon menerima berbagai jenis materi kreatif termasuk buku, novel, komik, lagu, gim video, konten digital, dan karya ilmiah. Setiap jenis karya akan dievaluasi berdasarkan potensi adaptasi dan nilai komersialnya.
Berapa lama waktu pendaftaran JFP dan JIPCon di JAFF?
Pendaftaran berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 1 September 2026. Para peserta disarankan untuk mempersiapkan semua dokumen pendukung sebelum batas waktu berakhir.
Di mana acara networking JIPCon akan diselenggarakan?
Acara networking akan diadakan pada 28 hingga 30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Acara ini mempertemukan pemilik hak cipta dengan investor dan produser internasional.
Bagaimana cara mendapatkan Badge Akreditasi JAFF Market 2026?
Badge Akreditasi dapat dibeli melalui situs resmi JAFF Market dengan harga Early Bird yang berlaku hingga 31 Oktober 2026. Badge ini memungkinkan akses penuh ke seluruh acara dan fasilitas yang tersedia.