Bandara Sultan Hasanuddin salurkan bantuan kemanusiaan untuk NTT
Bandara Sultan Hasanuddin Salurkan Bantuan 25 Ton untuk Korban Gempa di NTT
Beritaturah.com – Bandara Sultan Hasanuddin salurkan bantuan kemanusiaan berupa sekitar 25 ton logistik darurat dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ke sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur yang dilanda gempa bumi. Muatan tersebut terdiri atas popok bayi, selimut, makanan siap saji, air minum dalam kemasan, obat-obatan dalam jumlah ratusan kilogram, serta berbagai kebutuhan pokok harian yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak di fase pemulihan awal.
Proses Pengangkutan dan Rute Distribusi
Operasi pengiriman ditopang penuh oleh Lanud Sultan Hasanuddin yang mengerahkan pesawat angkut Hercules untuk membawa seluruh muatan dalam satu kali penerbangan. Setelah mendarat di Kupang, logistik tersebut dialihkan melalui Lanud El Tari sebelum diarahkan ke titik-titik distribusi akhir, yakni Labuan Bajo, Nabire, dan Maumere. Rute udara ini dipilih agar bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang akses daratnya terputus akibat kerusakan infrastruktur pascagempa.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran operasi. Forkopimda Sulawesi Selatan berperan dalam penggalangan dan verifikasi kebutuhan di lapangan, sementara Kantor Pusat PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) memberikan dukungan kebijakan agar bandara dapat bergerak cepat tanpa hambatan birokratis. Setiap tahapan—mulai dari pengumpulan, pengepakan, hingga pelepasan muatan—diawasi ketat untuk memastikan tidak ada kesalahan alokasi.
Dimensi CSR dan Pesan Pemimpin Daerah
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Ia menekankan bahwa keterlibatan bandara bukan sekadar kewajiban korporat, melainkan respons langsung terhadap penderitaan warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat gempa.
"Ini adalah bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi di NTT melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan," ujar Ruly Artha.
Ruly menambahkan bahwa dukungan penuh dari Kantor Pusat membuka ruang bagi bandara untuk berpartisipasi aktif bersama Forkopimda Sulsel dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan. Ia berharap seluruh paket tiba tepat waktu sehingga mampu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat di tengah fase pemulihan pascabencana.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas instansi tersebut. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan wujud solidaritas kolektif seluruh elemen masyarakat Sulsel yang tidak tinggal diam melihat penderitaan saudara sebangsa.
"Alhamdulillah hari ini kita mengirimkan bantuan kemanusiaan. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Forkopimda dan teman-teman semua. Kurang lebih 25 ton lebih bantuan telah terkumpul, termasuk ratusan kilogram obat-obatan," kata Andi Sudirman Sulaiman.
Sinergi antara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lanud Sultan Hasanuddin, Forkopimda Sulsel, dan berbagai pemangku kepentingan lain dinilai menjadi contoh kolaborasi efektif dalam situasi darurat. Bandara Sultan Hasanuddin salurkan bantuan bukan hanya sebagai satu kali aksi, melainkan sebagai komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pada momen-momen yang menuntut kepedulian dan solidaritas bersama.
FAQ: Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Berapa total bantuan yang dikirimkan? Sebanyak kurang lebih 25 ton logistik darurat, mencakup sembako, obat-obatan ratusan kilogram, popok bayi, selimut, makanan siap saji, dan air minum dalam kemasan.
Bagaimana rute pengangkutan? Bantuan diterbangkan dari Lanud Sultan Hasanuddin (Maros) menggunakan pesawat Hercules, tiba di Kupang, lalu didistribusikan melalui Lanud El Tari ke Labuan Bajo, Nabire, dan Maumere.
Siapa yang mengoordinasikan pengiriman? Koordinasi melibatkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lanud Sultan Hasanuddin, Forkopimda Sulawesi Selatan, serta dukungan kebijakan dari Kantor Pusat PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).
Apa dasar program ini? Penyaluran dilakukan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan bandara, dengan dukungan penuh dari Kantor Pusat untuk memastikan respons cepat dan tepat sasaran.