Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPBD NTB catat sejumlah kerusakan bangunan akibat gempa NTT

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Jennifer Jackson - beritaturah.com

Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com

BPBD NTB Catat Sejumlah Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di NTT

Beritaturah.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mencatat sejumlah kerusakan bangunan yang terjadi di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. Kerusakan ini dipicu oleh gempa bumi tektonik yang episenternya berada di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur. Tim BPBD NTB segera melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan cakupan dampak bencana tersebut.

Detail Kerusakan dan Kebutuhan Logistik

Kepala BPBD NTB, Sadimin, menyampaikan bahwa terdapat kebutuhan mendesak berupa dukungan logistik bagi warga terdampak. Kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan meliputi makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, serta perlengkapan kebutuhan keluarga. Selengkapnya tentang kondisi NTB dapat diakses melalui portal berita resmi.

"Kebutuhan mendesak berupa dukungan logistik bagi warga terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga," kata Sadimin di Mataram, Sabtu.

Di Kota Bima, laporan kerusakan mencakup satu unit rumah yang mengalami kerusakan sedang di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba. Selain itu, dinding Gudang Bulog juga rusak sehingga sejumlah karung beras berjatuhan. Kerusakan plafon masjid di Hotel Mutmainnah juga teridentifikasi oleh tim lapangan.

Sementara itu, Kabupaten Bima mencatat Kantor Camat Lambitu mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada dinding. Sadimin menambahkan bahwa pihaknya menerima beberapa laporan mengenai rumah warga yang rusak ringan. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terus dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Parameter Gempa dan Koordinasi Tim Tanggap Darurat

Pada tanggal 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo dengan parameter update 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 05.58 WITA. Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur. Pusat gempa tektonik tersebut terletak di wilayah laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

BPBD NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan BPBD Kota Bima serta pemangku kepentingan terkait untuk melakukan asesmen terhadap dampak gempa. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima juga dikerahkan untuk melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan. Informasi terkini tentang NTT tersedia di situs resmi.

Peringatan Tsunami dan Kondisi Masyarakat

Sadimin menuturkan kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain akibat gempa. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat usai terjadi gempa tektonik tersebut.

Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 WITA setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan. Hasil observasi tinggi muka laut mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Ketinggian tertinggi yang tercatat dalam laporan BMKG mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 06.27 WITA.

Kenaikan muka air laut juga tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta sejumlah wilayah lainnya.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan gempa tektonik tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa magnitudo gempa yang terjadi di NTT? Gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo dengan parameter update 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 05.58 WITA.

Di mana lokasi episenter gempa? Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur, di wilayah laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Apakah ada peringatan tsunami setelah gempa? Ya, BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami yang berakhir pada pukul 08.30 WITA setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.

Berapa kedalaman gempa tersebut? Gempa tektonik tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Wilayah mana saja yang mengalami kenaikan muka air laut? Kenaikan muka air laut tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, dan Maurole, Ende 0,94 meter.

Related Reading