Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPJS Kesehatan apresiasi komitmen faskes melalui Seva Paramahita Award

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Susan Thomas - beritaturah.com

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan bagi Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Tingkatkan Mutu Layanan

Beritaturah.com – Komitmen fasilitas kesehatan dalam melayani peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat apresiasi melalui penganugerahan Seva Paramahita Award 2026. Kegiatan yang digelar BPJS Kesehatan di Jakarta pada Selasa tersebut menempatkan mutu pelayanan, kolaborasi, serta semangat gotong royong sebagai perhatian utama.

Penghargaan ini diberikan kepada fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki kesungguhan dalam menghadirkan layanan berkualitas. Di balik pencapaian tersebut, terdapat peran tenaga medis, tenaga kesehatan, pengelola fasilitas, serta berbagai pihak yang terlibat dalam memastikan peserta JKN memperoleh layanan yang layak.

Pelayanan berkualitas membutuhkan integritas

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat menyampaikan bahwa Seva Paramahita Award merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi tenaga medis dan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat. Ia menilai pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari tata kelola serta integritas yang diterapkan secara konsisten.

“Seva Paramita Award mencerminkan semangat pengabdian melalui pelayanan terbaik,” kata Stevanus.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan. Pengakuan yang diterima fasilitas kesehatan juga membawa dorongan untuk mempertahankan standar profesional dan terus memperbaiki kualitas layanan bagi peserta JKN.

“Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas pencapaian, tetapi juga peneguhan tanggung jawab moral dan profesional untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi peserta JKN kita,” ujar Stevanus.

Bagi masyarakat, kualitas pelayanan menjadi unsur yang sangat penting dalam pengalaman mengakses layanan kesehatan. Ketepatan proses, rasa aman saat menerima perawatan, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap kebutuhan pasien merupakan bagian dari pelayanan yang bermutu. Karena itu, penguatan tata kelola di fasilitas kesehatan memiliki kaitan langsung dengan kepercayaan peserta terhadap sistem jaminan kesehatan.

Gotong royong sebagai fondasi JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyoroti tema gotong royong yang diangkat dalam penyelenggaraan penghargaan tahun ini. Ia menempatkan fasilitas kesehatan sebagai mitra penting dalam pelaksanaan JKN, sebab layanan kepada peserta berlangsung di titik-titik pelayanan kesehatan.

Program jaminan kesehatan nasional melibatkan ekosistem yang luas. BPJS Kesehatan menjalankan perannya bersama fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat. Kerja sama antarpihak diperlukan agar tujuan perlindungan kesehatan dapat dijalankan secara berkelanjutan dan menjangkau kebutuhan peserta.

“JKN adalah kerja bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem, terutama faskes sebagai mitra strategis dalam memberikan pelayanan kepada peserta,” ucap Pujo.

Pujo berharap para penerima Seva Paramahita Award dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lain. Praktik baik dalam menjaga mutu pelayanan diharapkan dapat menginspirasi upaya perbaikan yang lebih luas, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu institusi, melainkan juga oleh peserta JKN di berbagai tempat.

Penghargaan semacam ini juga memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas tidak dapat dipisahkan dari proses belajar dan berbagi pengalaman. Ketika fasilitas kesehatan yang telah menunjukkan komitmen tinggi dapat menjadi rujukan praktik baik, ruang untuk memperkuat layanan di seluruh jaringan pelayanan kesehatan menjadi semakin terbuka.

Kolaborasi lintas sektor untuk layanan yang berkelanjutan

Apresiasi terhadap kerja sama tersebut turut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi. Ia memandang hubungan kerja yang sehat antara para pemangku kepentingan sebagai syarat penting agar program jaminan kesehatan dapat terus berjalan.

Maria Endang Sumiwi meyakini bahwa penghargaan ini dapat mendorong tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk menjaga pelayanan yang aman, bermutu, serta menghormati martabat pasien. Dalam pelayanan kesehatan, standar mutu dan keselamatan pasien perlu berjalan beriringan dengan sikap empati dan tanggung jawab profesional.

“Tidak ada program JKN yang berkelanjutan tanpa hubungan kerjasama yang sehat antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Karena itu, saya melihat tema pertemuan hari ini, yaitu gotong-royong untuk jaminan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sangat relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan kita saat ini,” tutur Maria Endang Sumiwi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyediaan jaminan kesehatan bukan pekerjaan satu lembaga. Pemerintah daerah memiliki peran dalam ekosistem pelayanan di wilayahnya, fasilitas kesehatan menjalankan layanan langsung kepada pasien, tenaga kesehatan menjadi garda utama dalam proses perawatan, dan masyarakat ikut mendukung keberlanjutan program melalui partisipasi dalam sistem yang ada.

Seva Paramahita Award 2026 pada akhirnya menjadi pengingat bahwa mutu layanan kesehatan harus terus dijaga melalui kemitraan yang kuat. Penghargaan bagi fasilitas kesehatan bukan sekadar penanda prestasi, melainkan dorongan agar pelayanan bagi peserta JKN semakin aman, inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BPJS Kesehatan apresiasi komitmen faskes melalui?

BPJS Kesehatan apresiasi komitmen faskes melalui is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPJS Kesehatan apresiasi komitmen faskes melalui matter?

BPJS Kesehatan apresiasi komitmen faskes melalui matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.