Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gubernur Sumut dukung lahirnya tenaga kesehatan di Kepulauan Nias

Published Agustus 10, 2026 · Updated Agustus 10, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

Gubernur Sumut dukung lahirnya tenaga kesehatan di Kepulauan Nias melalui program beasiswa

Beritaturah.com – Medan – Gubernur Sumut dukung lahirnya tenaga kesehatan berkualitas melalui program pendidikan tinggi di bidang kesehatan bagi putra dan putri di Kepulauan Nias. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara resmi menyatakan komitmen kuat untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Medan yang berlokasi di Gunungsitoli. Program ini dirancang khusus untuk membantu mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan agar dapat menyelesaikan studi mereka.

Komitmen ini diwujudkan melalui mekanisme pemberian beasiswa yang terintegrasi dengan kuota bantuan pendidikan yang sudah tersedia. Berdasarkan data resmi, dari total 66 mahasiswa yang diterima pada semester pertama tahun ini, terdapat 23 orang aktif mengikuti perkuliahan, sedangkan 43 lainnya terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena terkendala pembiayaan. Kondisi ini perlu segera diatasi agar kebutuhan tenaga kesehatan di Kepulauan Nias dapat terpenuhi secara optimal. "Masih banyak mahasiswa tidak dapat melanjutkan kuliah, karena keterbatasan biaya. Ini kan menjadi persoalan juga, baik untuk tenaga kesehatan yang ada di Kepulauan Nias, dan juga anak-anak kita bisa mendapat lapangan pekerjaan," ujar Gubernur Bobby Nasution saat meninjau Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, Sumatera Utara, Ahad.

Integrasi beasiswa provinsi dan kementerian

Gubernur Bobby Nasution menjelaskan bahwa pemberian beasiswa tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan kuota bantuan pendidikan yang sudah tersedia. Kementerian Kesehatan telah menetapkan kuota beasiswa 20 persen bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan, maka Pemerintah Provinsi Sumut akan berupaya meningkatkan cakupan melalui kolaborasi hingga 50 persen. "Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan fasilitas kepada masyarakatnya agar bisa menikmati fasilitas kementerian ini. Nah target kita 50 persen, mudah-mudahan bisa kita kasih melalui beasiswa," katanya dengan penuh harapan.

Program beasiswa ini tidak hanya membantu mahasiswa secara finansial, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kepulauan Nias. Dengan jumlah tenaga kesehatan yang memadai, masyarakat Nias dapat mengakses layanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Bobby Nasution untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut secara menyeluruh, termasuk di daerah-daerah terpencil seperti Kepulauan Nias.

"Kami sebagai pemerintah daerah yang punya masyarakatnya, kami memberikan fasilitas kepada masyarakatnya agar bisa menikmati fasilitas kementerian ini. Nah target kita 50 persen, mudah-mudahan bisa kita kasih melalui beasiswa." — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution

Dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat Nias

Destin Murni Laoli, mahasiswi tingkat III Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli, bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Bobby Nasution. Ia yang sempat mengambil cuti kuliah karena keterbatasan biaya berharap beasiswa tersebut dapat membantu dirinya menyelesaikan pendidikan. Mahasiswi Poltekkes ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara ini mengaku bahwa kondisi ekonomi keluarganya semakin berat karena sang ibu sedang sakit. "Saya senang sekali bertemu dengan Bapak Bobby. Beliau sangat membantu saya pembiayaan uang kuliah kami. Perasaan saya sangat senang sekali, terima kasih Bapak Bobby atas bantuannya," ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Program beasiswa ini juga membuka peluang bagi generasi muda Nias untuk menjadi tenaga kesehatan profesional yang akan kembali melayani masyarakatnya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kementerian, diharapkan jumlah mahasiswa Nias yang menyelesaikan pendidikan di Poltekkes akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini akan menciptakan siklus positif di mana tenaga kesehatan lokal akan terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan kesehatan di Kepulauan Nias.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa dan pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi antaranews.com atau menghubungi langsung Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli. Program ini merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah Sumut untuk memastikan tidak ada generasi muda Nias yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas.

FAQ: Program Beasiswa Tenaga Kesehatan Nias

Siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa ini?

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli yang berasal dari Kepulauan Nias dan memiliki keterbatasan biaya pendidikan. Prioritas diberikan kepada mahasiswa yang aktif kuliah namun terpaksa berhenti atau mengambil cuti karena masalah finansial.

Berapa besar nilai beasiswa yang diberikan?

Nilai beasiswa bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan biaya dan ketersediaan anggaran. Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan cakupan beasiswa hingga 50 persen dari total mahasiswa yang memenuhi syarat, dengan prioritas pada mahasiswa tingkat akhir yang mendekati kelulusan.

Bagaimana cara mendaftar program beasiswa ini?

Pendaftaran dilakukan melalui proses seleksi yang ditetapkan oleh Poltekkes Kemenkes Medan di Gunungsitoli. Calon penerima beasiswa perlu mengajukan permohonan lengkap dengan dokumen pendukung seperti surat keterangan tidak mampu dan rekomendasi dari kampus. Informasi detail dapat diperoleh melalui situs resmi antaranews.com atau kantor Poltekkes setempat.

Kapan program beasiswa ini mulai diterapkan?

Program beasiswa ini telah dimulai sejak semester pertama tahun berjalan dan akan terus berlanjut secara berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Related Reading