Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai ruh NU
Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai fondasi ideologi NU
Beritaturah.com – Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Kikin kembali menegaskan posisi strategis Al-Qanun Al-Asasi dalam perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta, Minggu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa dokumen konstitusional ini merupakan ruh yang menghidupkan semangat perjuangan umat sejak awal berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai dokumen yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam praktik organisasi. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir, pihaknya telah berupaya keras mengumpulkan dan menyusun kembali berbagai dokumen Qanun Asasi yang terdiri atas empat bab utama. "Qanun Asasi itu sudah lama tidak muncul, lama tidak digunakan. Di tiga tahun terakhir ini kita mendapatkan semua dokumen Qanun Asasi ini, empat bab, dan itu disusun," jelas Gus Kikin.
Upaya sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan kembali Al-Qanun al-Asasi di Gedung MPR. Dokumen yang disusun oleh Hadratussyekh Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 ini merupakan kitab risalah dasar atau konstitusi ideologis yang menjadi fondasi ruhaniah, pemikiran, dan pedoman perjuangan bagi seluruh warga NU. "Al Qanun Asasi itu merupakan dokumennya NU yang dulu disusun dari awal berdirinya NU. Qanun Asasi itu merupakan ruh daripada NU," tegasnya.
Peran Qanun Asasi dalam Konteks Kepemimpinan NU
Pengasuh Ponpes Tebuireng ini menjadi salah satu dari sejumlah tokoh yang digadang-gadang bakal maju dalam bursa calon Ketua Umum (Ketum) PBNU. Selain Gus Kikin, nama-nama lainnya yang akan maju yakni Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli.
"Kalau hari ini kemudian membicarakan tentang Qanun Asasi, itu sesuatu yang sangat mendasar bagi perjuangan kita semua sebagai bangsa," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai Qanun Asasi NU menjadi landasan pemikiran organisasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Muzani mengatakan Qanun Asasi penting dipahami dalam konteks perjalanan NU yang berdiri pada 1926 dengan perhatian terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan. Menurut dia, Qanun Asasi yang disusun KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 lahir ketika dunia Islam menghadapi perubahan geopolitik setelah runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah.
Frequently Asked Questions tentang Al-Qanun Al-Asasi
Apa itu Al-Qanun Al-Asasi? Al-Qanun Al-Asasi adalah kitab risalah dasar atau konstitusi ideologis yang disusun oleh Hadratussyekh Hasyim Asy'ari pada tahun 1926. Dokumen ini menjadi fondasi ruhaniah, pemikiran, dan pedoman perjuangan bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Kapan Al-Qanun Al-Asasi pertama kali disusun? Al-Qanun Al-Asasi pertama kali disusun pada tahun 1926, bersamaan dengan berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama. Dokumen ini lahir dalam konteks perubahan geopolitik dunia Islam setelah runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah.
Mengapa Al-Qanun Al-Asasi penting bagi NU? Al-Qanun Al-Asasi penting karena merupakan ruh atau jiwa dari organisasi NU. Dokumen ini menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, keutuhan NKRI, serta menjadi landasan pemikiran organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan keumatan dan kebangsaan.
Bagaimana peran Al-Qanun Al-Asasi dalam konteks kepemimpinan NU saat ini? Dalam konteks kepemimpinan NU saat ini, Al-Qanun Al-Asasi menjadi referensi penting bagi para calon pemimpin organisasi. Dokumen ini membantu para tokoh seperti Gus Kikin, Gus Yahya, dan tokoh lainnya dalam merumuskan visi dan misi organisasi sesuai dengan nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan sejak awal.
Dengan upaya sosialisasi yang dilakukan Gus Kikin dan tokoh-tokoh NU lainnya, diharapkan Al-Qanun Al-Asasi dapat kembali menjadi pedoman hidup yang menginspirasi generasi muda NU dalam menghadapi tantangan zaman modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri organisasi.