Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Heritage Walk ANTARA ajak peserta telusuri jejak perjuangan Yogyakarta

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Patricia Lopez - beritaturah.com

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Heritage Walk ANTARA ajak peserta Menelusuri Jejak Sejarah Perjuangan Yogyakarta

Beritaturah.com – Heritage Walk ANTARA ajak peserta untuk mengenal lebih dalam sejarah kota Yogyakarta melalui kegiatan yang menggabungkan perjalanan budaya dengan fotografi. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Pameran Foto bertema "Merdeka: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Kebersamaan". Perjalanan dimulai dari kawasan Titik Nol Kilometer dan berakhir di Keraton Yogyakarta, melewati berbagai ruang bersejarah yang menyimpan cerita perjuangan bangsa.

Komunitas "Jalan Liar dan Rasan-Rasan" atau disingkat Jaran bertindak sebagai pemandu dalam kegiatan ini. Mereka mengajak peserta menyusuri rute yang mencakup Titik Nol Kilometer, Kampung Kauman, hingga area Keraton. Selama perjalanan, para pemandu berbagi informasi mengenai sejarah setiap tempat yang dilalui dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Simbol Perjuangan di Titik Nol dan Kampung Kauman

Paksi Raras Alit, seorang penggiat sejarah dan kebudayaan yang menjadi pemandu Heritage Walk, menjelaskan pentingnya lokasi Titik Nol sebagai pusat simbol perjuangan. Menurutnya, area tersebut memiliki banyak sekali tanda-tanda perjuangan yang perlu dikenali kembali oleh masyarakat modern.

"Titik Nol Jogja itu juga simbol-simbol perjuangannya banyak sekali, terus kita masuk ke area Kampung Kauman Keraton, nah itu narasi-narasi perjuangan, kepahlawanannya dari masa ke masa juga kita coba kita baca kembali," ujar Paksi Raras Alit.

Paksi menambahkan bahwa pemilihan rute ini tidak sembarangan. Rute tersebut disesuaikan dengan tema perjuangan dalam Pameran Foto "Merdeka" sekaligus menghubungkan berbagai ruang yang memiliki narasi perjuangan di Yogyakarta. Selain itu, lokasi Titik Nol juga menjadi venue pameran foto ANTARA, dan kebetulan di belakangnya sedang berlangsung persiapan untuk acara 17 Agustus.

Metode Storytelling yang Menghidupkan Sejarah

Agar cerita sejarah lebih dekat dengan masyarakat, Paksi menerapkan pendekatan "story telling" melalui obrolan santai dan "rasan-rasan". Metode ini tetap berlandaskan pada sumber-sumber sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau sejarah yang versi menghafal itu kan membosankan, di acara jalan-jalan, rasakan-rasakan atau jalan liar itu selalu pendekatan pertamanya dari gosip atau dari cerita-cerita rasan-rasan dulu, tapi ada sumber-sumber sejarahnya yang benar," jelasnya.

Metode storytelling ini terbukti efektif dalam membuat sejarah terasa lebih hidup dan relevan bagi generasi muda. Dengan pendekatan yang santai namun tetap berbasis fakta, peserta dapat memahami konteks sejarah tanpa merasa terbebani oleh hafalan kaku.

Titik Nol sebagai Simpang Sejarah Kota dan Bangsa

Aditya Pradana Putra dari panitia Heritage Walk menjelaskan alasan pemilihan lokasi kegiatan. Pameran Foto "Merdeka" berada di kawasan Titik Nol Kilometer yang kaya akan jejak sejarah terkait perkembangan Yogyakarta dan perjuangan bangsa Indonesia.

"Di sini bukan sekadar ruang publik yang paling strategis di Yogyakarta, tapi di sini adalah titik bersejarah, di sini ada persimpangan banyak sejarah yang membentuk kota ini, bahkan negeri ini," kata Aditya.

Aditya berharap kegiatan ini dapat mendekatkan peserta dengan sejarah sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan. Melalui Heritage Walk, diharapkan masyarakat khususnya peserta acara dapat merasakan kedekatan dengan nilai-nilai kebangsaan yang telah membentuk identitas Yogyakarta hingga saat ini.

Peserta Merasakan Pengalaman Belajar di Luar Kelas

Nina Sugianto, salah seorang peserta Heritage Walk, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia merasa mendapatkan tambahan wawasan mengenai sejarah Yogyakarta yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran formal di sekolah.

"Senang banget bisa ikutan kayak gini karena nambah ilmu, nambah wawasan yang kadang di luar yang dipelajari di sekolah," kata Nina.

Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar sejarah tidak harus melalui cara konvensional. Melalui pengalaman langsung menyusuri kampung-kampung bersejarah, peserta dapat merasakan kehangatan cerita-cerita perjuangan yang telah membentuk identitas Yogyakarta hingga saat ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Heritage Walk ANTARA

Apa itu Heritage Walk ANTARA? Heritage Walk ANTARA adalah kegiatan berjalan kaki yang mengajak peserta menelusuri jejak sejarah Yogyakarta melalui berbagai lokasi bersejarah dengan pemandu profesional.

Bagaimana cara mengikuti Heritage Walk ANTARA? Peserta dapat mendaftar melalui informasi yang tersedia di media sosial ANTARA atau langsung di lokasi Titik Nol Kilometer pada hari kegiatan berlangsung.

Apakah Heritage Walk ANTARA ajak peserta untuk membawa peralatan tertentu? Peserta disarankan membawa sepatu nyaman, kamera untuk dokumentasi, dan botol minum. Kegiatan ini juga dipadukan dengan Hunting Foto.

Di mana lokasi pameran foto yang terkait dengan Heritage Walk? Pameran Foto "Merdeka" berada di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, yang juga menjadi titik awal dan akhir perjalanan Heritage Walk.

Berapa lama durasi Heritage Walk ANTARA? Kegiatan ini berlangsung sepanjang hari dengan rute yang mencakup berbagai titik bersejarah dari Titik Nol Kilometer hingga Keraton Yogyakarta.

Related Reading