Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Investigasi SSRN, Kemdiktisaintek: Para penulis tak pernah terlibat

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Jessica Taylor - beritaturah.com

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Investigasi SSRN Kemdiktisaintek: Klarifikasi Lengkap Terkait Naskah Ilmiah

Beritaturah.com – Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengonfirmasi bahwa beberapa nama yang tercatat sebagai penulis dalam naskah ilmiah di platform SSRN, termasuk yang mencantumkan nama Presiden Prabowo, tidak pernah mengetahui keberadaan dokumen tersebut. Mendiktisaintek Brian Yuliarto segera membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi komprehensif sejak hari Selasa, 4 Agustus 2025. Tim ini telah aktif berkoordinasi dengan berbagai institusi, mengumpulkan dokumen pendukung, dan meminta klarifikasi resmi dari seluruh pihak yang namanya tercantum.

Proses investigasi masih terus berlangsung hingga saat ini. Berdasarkan hasil koordinasi intensif, ditemukan fakta bahwa para pihak yang namanya ikut tercatat tidak pernah dimintai persetujuan sebelumnya. Mereka secara tegas menyatakan bahwa tidak terlibat sama sekali dalam proses penyusunan maupun pengunggahan naskah ilmiah tersebut ke platform SSRN. Temuan ini menjadi poin krusial dalam Investigasi SSRN Kemdiktisaintek yang sedang berlangsung.

Profil Penulis Utama dan Status Akademiknya

Informasi tambahan dari kampus asal penulis utama memperkuat temuan awal. Penulis utama dengan inisial DD telah mengeluarkan pernyataan resmi dan menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Tim investigasi juga menelusuri rekam jejak akademik DD secara mendalam. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa DD belum memiliki jabatan akademik Guru Besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen di perguruan tinggi manapun. DD baru saja menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu lalu.

Kemdiktisaintek juga memberikan edukasi publik mengenai fungsi sebenarnya platform SSRN. Platform ini bukanlah lembaga resmi yang berwenang menentukan penghargaan Nobel. SSRN hanyalah repositori publikasi awal (preprint) tempat peneliti dari seluruh dunia membagikan naskah ilmiah mereka. Keberadaan tulisan di SSRN tidak otomatis berarti isi atau klaimnya telah diverifikasi oleh Komite Nobel.

Sistem unggah SSRN memungkinkan pihak pengirim mencantumkan nama orang lain tanpa persetujuan. Jika pencantuman dilakukan tanpa izin, hal ini merupakan pelanggaran etika publikasi ilmiah yang akan ditindaklanjuti. Masyarakat diimbau tidak terkecoh dengan penggunaan kata "nominasi" dalam judul naskah. Proses nominasi Nobel memiliki mekanisme tertutup dengan data yang dijaga kerahasiaannya selama 50 tahun oleh Komite Nobel.

FAQ: Pertanyaan Umum Investigasi SSRN Kemdiktisaintek

1. Apa itu platform SSRN? SSRN (Social Science Research Network) adalah repositori publikasi awal (preprint) yang memungkinkan peneliti membagikan naskah ilmiah secara publik sebelum publikasi resmi di jurnal.

2. Apakah keberadaan naskah di SSRN berarti nominasi Nobel? Tidak. Proses nominasi Nobel bersifat tertutup dan datanya dijaga kerahasiaannya selama 50 tahun. Keberadaan naskah di SSRN tidak menjadi bukti nominasi resmi.

3. Siapa saja yang terlibat dalam investigasi ini? Tim investigasi dibentuk langsung oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk kampus asal penulis utama dan institusi terkait.

4. Apa sanksi bagi pelanggaran etika publikasi? Pencantuman nama tanpa persetujuan merupakan pelanggaran etika publikasi ilmiah yang akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Related Reading