Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemensos tangguhkan bantuan PKH pada 237 KPM karena terindikasi judol

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

237 Keluarga Penerima Manfaat PKH di Sumenep Ditangguhkan Bantuannya Akibat Terindikasi Judi Online

Beritaturah.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memutuskan untuk menangguhkan pencairan bantuan Program Keluarga Harapan kepada 237 Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya indikasi keterlibatan para penerima dalam transaksi judi online atau yang dikenal sebagai judol.

Proses Deteksi dan Klarifikasi

Menurut Koordinator Tim Pendamping PKH Sumenep, Ahmad Subairi, tim khusus saat ini sedang melakukan pengecekan dan klarifikasi langsung ke lapangan. Temuan ini berasal dari sistem yang mencocokkan identitas penerima bantuan dengan sejumlah rekening atau layanan transaksi digital.

"Saat ini, tim khusus tengah bergerak melakukan pengecekan dan klarifikasi langsung ke lapangan terkait temuan Kemensos ini," kata Ahmad Subairi di Sumenep, Sabtu.

Sistem deteksi tersebut mengidentifikasi akun-akun dari berbagai platform seperti BCA, Bank Mandiri, SeaBank, OVO, dan GoPay. Dalam beberapa kasus, terlihat bahwa nomor rekening atau akun yang bersangkutan aktif digunakan di dalam aplikasi terkait.

"Ada juga temuan yang terdeteksi dalam satu Kartu Keluarga," kata Subairi.

Verifikasi Berjenjang di Lapangan

Proses klarifikasi terhadap 237 calon penerima bantuan dilakukan secara berjenjang. Data hasil temuan akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dilakukan pengecekan ulang di tingkat lapangan.

Klarifikasi ini bertujuan memastikan apakah benar terdapat anggota keluarga yang menggunakan rekening atau identitasnya untuk aktivitas judi online. Menurut Subairi, ada kemungkinan KTP digunakan atau dipinjam oleh orang lain, sehingga perlu dipastikan terlebih dahulu siapa yang melakukan transaksi.

"Yang ingin kita pastikan adalah kebenarannya. Apakah memang dalam satu keluarga ada yang menggunakan judol, atau KTP-nya dipinjam orang lain, atau ada anggota keluarga yang melakukannya," katanya.

Periode Temuan dan Imbauan

Ahmad Subairi menjelaskan bahwa temuan adanya KPM yang terindikasi terlibat transaksi judol berlangsung pada periode Juli, Agustus hingga September 2025. Ia juga mengingatkan masyarakat penerima bantuan PKH agar tidak menggunakan rekening maupun layanan transaksi digital untuk aktivitas judi online.

"Untuk transaksi lain silahkan digunakan untuk kepentingan yang benar. Tetapi jangan digunakan untuk judol," katanya.

Ahmad Subairi lebih lanjut mengimbau seluruh penerima manfaat PKH untuk menjauhi judi online. Selain berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, keterlibatan dalam aktivitas tersebut juga dapat berdampak terhadap status penerimaan bantuan sosial apabila berdasarkan hasil verifikasi benar ditemukan adanya penggunaan untuk judi online.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemensos tangguhkan bantuan PKH pada 237 KPM?

Kemensos tangguhkan bantuan PKH pada 237 KPM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemensos tangguhkan bantuan PKH pada 237 KPM matter?

Kemensos tangguhkan bantuan PKH pada 237 KPM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.