Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mendikdasmen ingin MBS Kertek jadi pusat pendidikan karakter dan STEM

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

MBS Kertek Diharapkan Jadi Pusat Pendidikan Karakter dan STEM

Beritaturah.com – Wonosobo, Jawa Tengah — Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Kertek mendapat perhatian khusus dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Setelah meresmikan fasilitas baru di pesantren tersebut pada hari Sabtu, Mendikdasmen ingin MBS Kertek jadi pusat pengembangan pendidikan karakter dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan holistik yang menggabungkan aspek akademik dan spiritual.

Menurut Abdul Mu'ti, sistem pendidikan berbasis asrama yang diterapkan di MBS Kertek memberikan keunggulan tersendiri dalam pembentukan karakter peserta didik. Kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren memungkinkan para santri tidak hanya menerima pembelajaran akademik, tetapi juga menjalani pembiasaan nilai-nilai Islam, disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian. Pendekatan ini sejalan dengan visi pendidikan nasional yang menekankan pada pembentukan karakter bangsa.

"Kami berharap agar pondok pesantren ini tetap menjadi layanan pendidikan yang unggul dan dapat mencetak generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia, yang terampil dan juga punya kemampuan kepemimpinan untuk memajukan bangsa dan negara," ujarnya.

Menteri juga mendorong agar pendidikan di MBS Kertek terus dikembangkan melalui integrasi antara pendidikan agama, pendidikan karakter, serta penguasaan sains dan teknologi. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas secara akademik maupun spiritual. Dengan fokus pada STEM, santri akan dilengkapi dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan kebutuhan industri global.

Peresmian Gedung Tahap Ketiga

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kertek, Oni Ferianto, menjelaskan bahwa MBS Kertek telah berdiri sejak tahun 2017. Pembangunan gedung tahap ketiga yang baru saja diresmikan oleh Mendikdasmen merupakan bagian dari pengembangan fasilitas pesantren. Gedung ini dirancang untuk menampung kebutuhan pembelajaran yang lebih modern dan komprehensif.

"Gedung MBS lantai 4 dengan jangka waktu pengerjaan 150 hari kerja dengan menelan anggaran Rp5 miliar untuk bangunannya beserta fasilitas lain, kemudian untuk pembelian tanah Rp1,6 miliar, total Rp6,6 miliar," paparnya. Investasi besar ini mencerminkan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren tersebut.

Program Internasional ke Kairo dan Madinah

MBS Kertek juga memiliki rencana untuk mengembangkan program pembelajaran ke luar negeri. Oni Ferianto menyampaikan bahwa pesantren ini sudah mempunyai program untuk pembelajaran ke Kairo dan ke Madinah. Program ini akan memberikan pengalaman berharga bagi para santri dalam mempelajari Islam di pusat-pusat ilmu pengetahuan dunia.

"Insyaallah mulai tahun depan 2027/2028 kita memberangkatkan 4-6 anak untuk belajar ke luar negeri, dan kami harapkan hasil yang kita lakukan dan hasilkan dari MBS ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Wonosobo dan sekitarnya dan untuk umat pada umumnya," katanya.

Program internasional ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para santri serta meningkatkan kualitas pendidikan di MBS Kertek secara keseluruhan. Dengan demikian, Mendikdasmen ingin MBS Kertek jadi contoh model pendidikan yang dapat ditiru oleh lembaga pendidikan lainnya di seluruh Indonesia.

Frequently Asked Questions

Apa itu MBS Kertek? MBS Kertek adalah Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang berlokasi di Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah. Pesantren ini berdiri sejak tahun 2017 dan menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama.

Mengapa Mendikdasmen ingin MBS Kertek jadi pusat pendidikan STEM? Hal ini karena pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan agama, karakter, dan sains teknologi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas secara akademik maupun spiritual, serta siap menghadapi tantangan global.

Berapa anggaran pembangunan gedung tahap ketiga? Total anggaran mencapai Rp6,6 miliar, terdiri dari Rp5 miliar untuk bangunan dan fasilitas, serta Rp1,6 miliar untuk pembelian tanah.

Kapan program internasional ke Kairo dan Madinah akan dimulai? Program ini direncanakan akan dimulai pada tahun ajaran 2027/2028 dengan mengirimkan 4-6 santri untuk belajar di luar negeri.

Related Reading