Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mensos: 44 ribu anak jadi siswa Sekolah Rakyat

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By Jennifer Jackson - beritaturah.com

Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com

Mensos: 44 Ribu Anak Kini Menjadi Siswa Sekolah Rakyat

Beritaturah.com – Mensos - Padang — Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa jumlah siswa Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai 44 ribu anak. Mensos menyebut program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka memperoleh akses pendidikan yang layak dan memiliki peluang masa depan yang lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Mensos saat kegiatan Pelatihan Wali Asuh dan Wali Asrama di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) di Padang, Sumatera Barat, pada Rabu. Ia mengatakan, hingga saat ini terdapat 44 ribu siswa yang mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Sekolah Rakyat Menjangkau Anak Putus Sekolah

Sebanyak 44 ribu siswa tersebut tersebar di 182 Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Menurut Mensos, mayoritas peserta didik berasal dari kelompok anak usia sekolah yang pernah putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan, atau berisiko tidak melanjutkan sekolah karena tekanan ekonomi keluarga.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka kembali jalan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan. Pemerintah berupaya meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas layanan, serta fasilitas sekolah agar para siswa dapat belajar dengan lebih baik dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan.”

Gagasan tersebut sejalan dengan harapan Presiden agar pendidikan menjadi sarana bagi keluarga kurang mampu untuk memperbaiki taraf hidup. Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak tidak hanya mendapatkan ruang belajar, tetapi juga dukungan yang diperlukan untuk tetap bertahan dalam proses pendidikan.

Seluruh Kebutuhan Pendidikan Ditanggung Negara

Mensos menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan pendidikan siswa Sekolah Rakyat ditanggung negara tanpa biaya. Dukungan itu meliputi biaya pendidikan, pakaian, seragam, buku, alat tulis, hingga sistem asrama. Dengan skema tersebut, orang tua tidak dibebani pengeluaran pendidikan yang sering menjadi salah satu penyebab anak berhenti sekolah.

Kehadiran asrama juga menjadi bagian penting dari layanan Sekolah Rakyat. Sistem ini memungkinkan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang lebih terarah, sekaligus mendapat pendampingan dari wali asuh dan wali asrama. Karena itu, pelatihan bagi pendamping menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan anak-anak dapat diperhatikan selama mengikuti pendidikan.

Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat

Meski jumlah siswa terus bertambah, belum seluruh Sekolah Rakyat memiliki gedung permanen. Mensos menyampaikan bahwa penyediaan lahan masih menjadi salah satu kendala dalam pembangunan fasilitas sekolah. Pemerintah terus melakukan konsolidasi bersama pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan lokasi pembangunan.

Dalam jangka pendek, Presiden menargetkan setiap kabupaten atau kota memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat dengan gedung permanen. Ke depan, sekolah-sekolah yang saat ini masih menggunakan bangunan sementara diproyeksikan beralih ke gedung permanen agar layanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

Gedung permanen Sekolah Rakyat direncanakan mampu menampung lebih dari 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kapasitas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan gratis dan berkelanjutan.

FAQ Sekolah Rakyat

Siapa sasaran utama Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yang putus sekolah, belum pernah sekolah, atau berpotensi berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Apakah siswa Sekolah Rakyat membayar biaya pendidikan?

Tidak. Negara menanggung kebutuhan pendidikan siswa, termasuk biaya sekolah, seragam, pakaian, buku, alat tulis, serta layanan asrama.

Jenjang pendidikan apa saja yang tersedia?

Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan pada tingkat SD, SMP, dan SMA.

Mengapa gedung permanen Sekolah Rakyat penting?

Gedung permanen diperlukan untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan pendidikan. Pemerintah menargetkan satu Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten atau kota, dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.

Related Reading