Penelitian Polinela dukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis
Model Evaluasi Berbasis Multi-Kapital untuk Program Makan Bergizi Gratis
Beritaturah.com – Penelitian Polinela dukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan model evaluasi yang inovatif. Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tengah mengembangkan pendekatan baru yang mengintegrasikan metode True Cost Accounting (TCA) dengan konsep multi-capital. Pendekatan ini bertujuan menciptakan tata kelola program yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Profil Penelitian dan Lokasi Studi
Ketua tim peneliti, Endah Yuni Puspitasari, mengonfirmasi bahwa kajian ini dilaksanakan di SMK Pelita Madani, Kabupaten Pringsewu. Sampel penelitian mencakup tiga kelas, yaitu XI Rekayasa Perangkat Lunak, XI Perhotelan, serta XI Farmasi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat di Lampung Selatan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program penting untuk mendukung kualitas sumber daya manusia. Melalui penelitian ini, kami ingin memberikan kontribusi akademik dalam bentuk model evaluasi yang dapat melihat aspek biaya, penerimaan menu, pemanfaatan makanan, dan keberlanjutan program secara lebih komprehensif, ujar Endah.
Metodologi dan Aktivitas Lapangan
Penelitian ini tidak sekadar menilai distribusi makanan, tetapi juga mengukur bagaimana siswa menerima menu, efisiensi penggunaan pangan, serta kelangsungan program. Tim peneliti melakukan berbagai aktivitas, mulai dari observasi proses distribusi, pencatatan jumlah porsi, hingga pengukuran contoh makanan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terbatas dan terkoordinasi.
Selain itu, siswa diminta mengisi kuesioner dan dilakukan wawancara singkat dengan pihak sekolah. Kegiatan ini mengutamakan kenyamanan siswa agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Data yang dikumpulkan menjadi dasar penting dalam penyusunan model evaluasi yang komprehensif.
Empat Pilar Capital dalam Model TCA
Model True Cost Accounting berbasis multi-capital yang dikembangkan mengintegrasikan empat aspek utama. Pertama, economic capital digunakan untuk mengukur biaya langsung pelaksanaan program. Kedua, natural capital menilai efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan yang tersedia.
Ketiga, human capital mengukur manfaat makanan bagi peserta didik secara langsung. Keempat, social capital mengevaluasi tingkat penerimaan, preferensi, dan perilaku konsumsi siswa. Data dari kuesioner siswa menjadi bagian penting dalam penyusunan model, khususnya untuk mengukur aspek human capital dan social capital.
Dampak dan Harapan Penelitian
Hasil penelitian diharapkan menghasilkan instrumen evaluasi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, penyedia makanan, satuan layanan pemenuhan gizi, serta para pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program MBG secara keseluruhan.
Melalui kajian ini, Polinela menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi dalam mendukung penguatan tata kelola program pangan di lingkungan pendidikan. Kajian berbasis data ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk masa depan.
Frequently Asked Questions
Apa itu Program Makan Bergizi Gratis? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Di mana lokasi penelitian Polinela dilakukan? Penelitian dilaksanakan di SMK Pelita Madani, Kabupaten Pringsewu, Lampung Selatan.
Bagaimana model evaluasi multi-capital bekerja? Model ini mengintegrasikan empat aspek: economic capital, natural capital, human capital, dan social capital untuk evaluasi menyeluruh.
Siapa ketua tim peneliti ini? Ketua tim peneliti adalah Endah Yuni Puspitasari dari Politeknik Negeri Lampung.
Apa manfaat hasil penelitian bagi sekolah? Hasil penelitian menyediakan instrumen evaluasi yang membantu sekolah meningkatkan efektivitas program MBG.