Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prof Rudianto terpilih Rektor Unmul, visi bawa kampus bersaing global

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

Prof Rudianto Amirta Pimpin Unmul Periode 2026–2030

Beritaturah.com – Universitas Mulawarman akan memasuki masa kepemimpinan baru setelah Prof Dr Rudianto Amirta terpilih sebagai rektor untuk periode 2026–2030. Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis tersebut membawa agenda penguatan daya saing kampus di tingkat nasional dan internasional dengan bertumpu pada potensi ekosistem hutan serta lingkungan tropis lembab Kalimantan.

Penetapan dilakukan dalam Rapat Senat Tertutup di Samarinda pada Rabu. Pemilihan ini mempertemukan tiga kandidat, yaitu Prof Rudianto Amirta, Prof Abdunnur, dan Prof Fahrul Agus.

"Proses Pemilihan Rektor Unmul berjalan secara transparan, akuntabel, dan tertib sesuai dengan seluruh ketentuan regulasi yang berlaku,"

Ketua Senat Unmul Prof Haviluddin menyampaikan bahwa sebanyak 90 anggota senat hadir dan menggunakan hak suara secara langsung di tempat pemungutan suara. Proses tersebut juga melibatkan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Perolehan 74 Suara

Dalam hasil akhir, Prof Rudianto memperoleh 74 suara. Angka itu menempatkannya di atas Prof Abdunnur yang meraih 64 suara. Prof Fahrul Agus tidak mendapatkan suara pada tahap pemungutan terakhir dalam rapat senat tertutup tersebut.

Total suara sah yang dihitung mencapai 138. Susunan suara mengacu pada porsi 65 persen untuk senat dan 35 persen untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Komposisi perolehan suara akhir mencakup porsi 65 persen suara senat dan 35 persen suara dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan total 138 suara sah,"

Penghitungan surat suara dilakukan secara terbuka. Dua anggota senat, Prof Esti Handayani dan Prof Supriyatna, hadir sebagai saksi untuk mengawasi proses tersebut.

"Proses penghitungan surat suara dilaksanakan secara terbuka serta disaksikan cermat oleh dua saksi anggota senat yakni Prof Esti Handayani dan Prof Supriyatna,"

Hasil pemilihan akhir ini menunjukkan perubahan dinamika dibanding tahapan penyaringan sebelumnya. Pada tahap awal, Prof Abdunnur sempat mengumpulkan 65 suara dari anggota senat, sedangkan Prof Rudianto memperoleh 24 suara. Pergeseran dukungan pada pemungutan akhir menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan pemilihan rektor kali ini.

Rekam Akademik dan Kepemimpinan

Prof Rudianto Amirta lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat, pada 25 Oktober 1972. Perjalanan pendidikannya berakar di Universitas Mulawarman. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Hasil Hutan pada 1996, lalu melanjutkan studi magister pada bidang yang sama dan lulus pada 2000.

Pendidikan doktornya ditempuh di Kyoto University, Jepang. Pada 2005, ia meraih gelar doktor bidang Applied Life Science. Latar pendidikan tersebut selaras dengan fokus keilmuan yang selama ini ditekuni, terutama pemanfaatan hasil hutan, biomassa, dan pengembangan energi terbarukan.

Dalam pengalaman manajerial akademik, Prof Rudianto pernah menjadi Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman selama dua masa jabatan berturut-turut, yakni 2016–2020 dan 2020–2024. Ia juga pernah mengemban peran sebagai Direktur Kantor Urusan Internasional Unmul dan Kepala UPT Double Degree Unmul.

Pengalaman tersebut memberi gambaran tentang keterlibatannya dalam pengelolaan fakultas, penguatan kerja sama internasional, serta program pendidikan lintas institusi. Sebagai rektor terpilih, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman itu ke dalam kebijakan kampus yang menyentuh kebutuhan sivitas akademika secara lebih luas.

Fokus Hutan Tropis dan Energi Biomassa

Bidang kepakaran Prof Rudianto mencakup teknologi hasil hutan, biomassa, degradasi lignin dengan penggunaan jamur white-rot, serta energi terbarukan yang dikembangkan melalui pengolahan kayu untuk fermentasi metana. Tema-tema tersebut berkaitan langsung dengan upaya mengolah sumber daya alam secara bernilai tambah.

Riset yang dijalankannya berorientasi pada hilirisasi energi biomassa dan pengelolaan sumber daya alam di kawasan hutan tropis lembab Kalimantan. Arah ini menjadi relevan bagi Unmul karena kekuatan akademik kampus memiliki keterhubungan erat dengan karakter lingkungan dan sumber daya di Kalimantan.

Sejumlah penghargaan juga tercatat dalam perjalanan profesionalnya. Ia menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada 2010. Pada 2014, ia menjadi Juara 1 Sang Penemu dari LPP TVRI Jakarta. Dua tahun kemudian, ia memperoleh nominasi Penghargaan Energi Prakarsa Nasional dari Badan Litbang Kementerian ESDM RI.

Delapan Pilar Transformasi Kampus

Prof Rudianto mengusung slogan, “Unmul Berdaya, Unmul Bermartabat, Unmul untuk Kita Semua: Transformasi yang Terukur, Adaptif, dan Berkelanjutan”. Slogan itu menjadi kerangka untuk visinya menjadikan Universitas Mulawarman sebagai perguruan tinggi unggul, mandiri, bermartabat, dan kompetitif di level nasional maupun internasional.

Visi tersebut secara khusus menempatkan kekuatan ekosistem hutan dan lingkungan tropis lembab Kalimantan sebagai landasan pengembangan universitas. Pendekatan ini menegaskan bahwa identitas daerah dapat menjadi sumber keunggulan akademik, riset, pengabdian, dan kerja sama yang lebih luas.

Agenda kepemimpinannya ditopang delapan pilar utama. Pilar itu mencakup tata kelola yang bermartabat, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, dan pencapaian kemandirian keuangan. Selain itu, terdapat target mempercepat riset serta rekognisi global, sekaligus mendorong peran Unmul sebagai katalisator Nusantara.

Pilar lainnya berfokus pada keberhasilan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat yang berkeadilan, dan pembentukan ekosistem kampus berkelanjutan. Bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta mitra kampus, arah tersebut akan menjadi ukuran penting dalam menilai realisasi kepemimpinan Unmul selama empat tahun mendatang.

Terpilihnya Prof Rudianto membuka fase baru bagi Universitas Mulawarman. Pelaksanaan visi dan delapan pilar tersebut akan menentukan bagaimana kampus mengembangkan kekuatan lokal Kalimantan menjadi kontribusi akademik yang memiliki jangkauan lebih luas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Prof Rudianto terpilih Rektor Unmul visi?

Prof Rudianto terpilih Rektor Unmul visi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prof Rudianto terpilih Rektor Unmul visi matter?

Prof Rudianto terpilih Rektor Unmul visi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.