Satu orang di Maumere ditemukan meninggal dunia akibat gempa
Gempa 7,7 Skala Richter di Nagekeo: Satu Orang di Maumere Ditemukan Meninggal Dunia
Beritaturah.com – Kupang, Nusa Tenggara Timur - Tragis sekali, satu orang di Maumere ditemukan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi, pukul 05.58 WITA, di Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere di Kabupaten Sikka segera mengonfirmasi adanya satu korban jiwa serta dua orang lainnya yang terluka dalam kejadian tersebut.
Kepala SAR Maumere, Faturahman, menjelaskan bahwa tim penyelamatnya telah bekerja keras untuk mengevakuasi jenazah korban yang tertimpa reruntuhan gedung. "Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung," ujarnya saat dihubungi dari Kupang pada Sabtu pagi. Tim SAR juga memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meskipun kondisi di lokasi masih cukup memprihatinkan.
Lokasi Penemuan Korban di Dermaga Lorens Say
Hingga saat ini, identitas korban yang meninggal dunia belum terungkap secara pasti. Ia ditemukan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say Maumere yang mengalami kerusakan parah akibat guncangan gempa. Faturahman menambahkan bahwa kondisi ruang tunggu tersebut sudah nihil atau hancur total, sehingga korban tertimpa reruntuhan bangunan. Ruangan yang seharusnya menjadi tempat penumpangan penumpang ini kini berubah menjadi tumpukan puing-puing beton dan besi.
Sementara itu, dua korban yang ditemukan dalam keadaan luka-luka kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi kedua korban tersebut dilaporkan stabil, namun mereka masih memerlukan observasi medis selama beberapa hari ke depan. Para petugas medis terus memantau perkembangan kesehatan kedua korban tersebut.
Peringatan Tsunami dan Wilayah Terdampak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan status potensi tsunami tingkat dua untuk sejumlah wilayah pesisir di NTT. Guncangan berkekuatan 7,7 tersebut menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu pagi pukul 05.58 WITA. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur.
"Lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer," jelasnya. Hingga pukul 07.03 WITA, BMKG telah menerbitkan Peringatan Dini (PD) Tsunami 2. Peringatan ini mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara. Warga di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi jika terjadi tanda-tanda tsunami.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal tercatat berkekuatan M7,0. Saat itu, Ngada bagian utara berstatus Waspada dengan estimasi waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB. Gempa susulan juga masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak lengah.
Respons Pemerintah dan Bantuan Darurat
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah segera mengirimkan tim tanggap darurat ke lokasi bencana. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan berupa makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara bagi para korban. "Kami akan memastikan bahwa semua korban mendapatkan bantuan yang memadai," ujarnya dalam konferensi pers singkat.
Tim SAR dari berbagai daerah juga telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban. Selain itu, berbagai organisasi kemanusiaan dan relawan juga mulai berdatangan untuk memberikan bantuan. Donasi dan bantuan logistik terus mengalir dari berbagai penjuru Indonesia untuk membantu para korban bencana ini.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa Maumere
1. Kapan gempa terjadi di Maumere? Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter terjadi pada Sabtu pagi, pukul 05.58 WITA, di Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo.
2. Berapa jumlah korban jiwa dan luka-luka? Satu orang di Maumere ditemukan meninggal dunia, dan dua orang lainnya terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
3. Apakah ada peringatan tsunami? Ya, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 2 untuk wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
4. Di mana lokasi pusat gempa? Pusat gempa berada pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur, sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
5. Bagaimana kondisi ruang tunggu Dermaga Lorens Say? Ruang tunggu tersebut hancur total dan menjadi tempat penemuan korban yang meninggal dunia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan bencana ini, masyarakat dapat mengikuti update dari BMKG dan SAR Maumere melalui media sosial resmi mereka. Kami juga menyarankan untuk membaca artikel terkait tentang gempa di Maumere untuk mendapatkan informasi lengkap.