Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tim SAR evakuasi WNA Prancis cedera di Gunung Rinjani

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Jessica Taylor - beritaturah.com

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Tim SAR evakuasi WNA Prancis Cedera di Gunung Rinjani Berhasil dengan Metode Estafet

Beritaturah.com – Seorang wisatawan asal Prancis, Catherine Marie, berusia 61 tahun, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah mengalami cedera saat pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Proses evakuasi berlangsung pada hari Jumat dengan menggunakan metode estafet yang melibatkan berbagai unsur SAR di lapangan. Insiden ini menjadi contoh nyata efektivitas kerja sama antar lembaga dalam menangani kasus darurat di medan pegunungan.

Detail Kejadian dan Lokasi Terjadinya Kecelakaan

Catherine Marie memulai pendakiannya melalui jalur Sembalun sejak hari Selasa (11/8). Perjalanan pendakian berlangsung lancar hingga ia memutuskan untuk melakukan perjalanan turun. Namun, saat berada di sekitar jalur Lendang Panas, ia terpeleset dan diduga mengalami cedera pada pergelangan kaki sebelah kanan. Kejadian ini terjadi saat kondisi cuaca masih baik, namun medan yang cukup curam menjadi faktor utama penyebab terpelesetnya wisatawan tersebut.

"Korban dilaporkan terpeleset saat perjalanan turun di sekitar jalur Lendang Panas dan diduga mengalami cedera pada pergelangan kaki sebelah kanan," ujar Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Sembalun I Dewa Gede Kerta melalui keterangan diterima di Mataram, Jumat.

Setelah mengalami terpeleset, Catherine membutuhkan bantuan untuk proses evakuasi dari jalur pendakian. Ia tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan dukungan dari porter serta guide yang mendampingi selama pendakian. Kejadian ini menunjukkan pentingnya persiapan fisik dan peralatan yang memadai saat melakukan pendakian di gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini.

Respons Cepat dan Koordinasi Tim SAR

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram pada Jumat, pukul 13.10 WITA dari Mustiadi, Emergency Medical Health Center (EMHC). Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Sembalun bersama potensi SAR melakukan persiapan penanganan dan diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 13.30 WITA. Kecepatan respons ini menjadi kunci keberhasilan evakuasi.

Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi kejadian dengan membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya peralatan medis dan peralatan mountaineering, untuk memudahkan proses penanganan dan evakuasi korban di medan pendakian. Peralatan yang dibawa mencakup stretcher, tali pengaman, obat-obatan darurat, dan alat komunikasi untuk memastikan koordinasi yang efektif selama proses evakuasi berlangsung.

Proses Evakuasi Estafet yang Berhasil

Proses evakuasi dilakukan secara estafet dengan melibatkan seluruh unsur di lapangan. Korban berhasil di-evakuasi dalam keadaan selamat dan langsung diserahkan ke pihak Nusa Medica untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi secara estafet dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama dan sinergitas seluruh unsur yang terlibat. Metode ini terbukti efektif dalam menangani korban di medan yang sulit diakses.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, porter, guide, serta pihak-pihak yang telah membantu proses evakuasi," katanya.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Tim Rescue USS Sembalun bersinergi dengan Unit SAR Lombok Timur, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Medica, EMHC, porter, dan guide. Sinergitas ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menangani kasus-kasus darurat di kawasan wisata alam.

Pentingnya Keselamatan di Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi pendakian populer di Indonesia dengan ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Setiap tahunnya, ribuan pendaki dari dalam dan luar negeri mengunjungi gunung ini. Tim SAR evakuasi WNA Prancis cedera ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu memperhatikan keselamatan dan membawa peralatan yang memadai. Pendaki disarankan untuk menggunakan jasa guide berpengalaman dan porter yang familiar dengan jalur pendakian.

FAQ: Informasi Penting tentang Evakuasi di Gunung Rinjani

Berapa lama proses evakuasi di Gunung Rinjani biasanya berlangsung? Proses evakuasi di Gunung Rinjani dapat berlangsung antara 4-8 jam tergantung pada kondisi korban, cuaca, dan lokasi kejadian. Metode estafet digunakan untuk memastikan korban dapat dipindahkan dengan aman melalui medan yang sulit.

Apa saja biaya yang perlu disiapkan untuk evakuasi di Rinjani? Biaya evakuasi bervariasi tergantung pada jarak dan metode yang digunakan. Secara umum, biaya berkisar antara Rp 2-5 juta untuk evakuasi darat menggunakan porter dan guide.

Apakah asuransi perjalanan mencakup evakuasi di Gunung Rinjani? Sebagian besar asuransi perjalanan internasional mencakup evakuasi medis, namun perlu dicek ketentuan spesifik mengenai evakuasi di Indonesia. Disarankan untuk memastikan cakupan evakuasi sebelum melakukan pendakian.

Bagaimana cara menghubungi tim SAR di Gunung Rinjani? Pendaki dapat menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram atau menggunakan jalur komunikasi darurat yang tersedia di pos-pos SAR sepanjang jalur pendakian.

Related Reading