Wagub Jatim: Penanganan karhutla TNBTS butuh keterlibatan banyak pihak
Wagub Jatim: Penanganan Karhutla TNBTS Butuh Keterlibatan Banyak Pihak
Beritaturah.com – Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memerlukan sinergi berbagai elemen. Hal ini mengingat topografi di sekitar kawasan Bromo yang terbilang menantang.
"Kami koordinasikan bersama karena penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak," ujarnya setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Probolinggo pada hari Minggu.
Koordinasi Terpadu di Lapangan
Dalam kunjungan tersebut, Wagub turut serta dalam rapat koordinasi yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Peserta pertemuan meliputi Rudjanta Tjahja Nugraha sebagai Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Letkol Inf Ribut Yudho Apriantono selaku Komandan Kodim 0820 Probolinggo, serta Gatot Soebroto yang menjabat Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur.
Hadir pula Oemar Sjarief, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, bersama sejumlah perwakilan relawan yang aktif membantu operasi pemadaman.
Strategi Pemadaman Darat dan Udara
Sebelum mengevakuasi ke lokasi terdampak, tim gabungan menyusun rencana aksi dengan mempertimbangkan arah angin, kondisi vegetasi, dan tingkat kesulitan medan. Pendekatan pemadaman menggabungkan dua metode utama.
"Pemadaman kami lakukan dengan melihat kondisi dan medan di lapangan. Ada pemadaman darat dan juga kami dukung dengan pemadaman dari udara," jelasnya.
Untuk mendukung operasi dari ketinggian, tiga helikopter pengebom air dikerahkan menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau personel darat. Sementara itu, dari permukaan tanah, petugas memanfaatkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan tiga drone water spray untuk membantu penanganan di beberapa area yang terbakar.
Kendala Medan dan Cuaca
Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman manual, membuka jalur evakuasi, serta menyisir kawasan yang masih menyimpan bara api. Mereka berasal dari unsur TNI, BPBD, BB-TNBTS, dan relawan.
"Meski demikian, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Angin yang berubah-ubah menjadi salah satu kendala utama karena dapat menyebabkan api kembali menyebar ke kawasan lain," ujarnya.
Selain faktor cuaca, petugas juga menghadapi keterbatasan peralatan manual. Alat gepyok yang digunakan untuk memadamkan api di sejumlah titik bahkan telah habis digunakan. Medan yang terjal dan sebagian besar berupa perbukitan membuat akses menuju titik kebakaran tidak selalu bisa ditempuh kendaraan, sehingga petugas harus berjalan kaki dan membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pemadaman.
Data Kerusakan dan Area Terdampak
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan P30 Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo hingga area Penanjakan 1. Petugas gabungan terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Hingga hari Minggu, kawasan yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare dengan vegetasi yang terdampak meliputi hamparan rumput khas pegunungan dan sejumlah jenis tanaman yang tumbuh di kawasan konservasi, termasuk bunga edelweiss.
Meski area kebakaran cukup luas, api dilaporkan tidak sampai membakar kawasan Lembah Watangan maupun Bukit Teletubbies yang menjadi salah satu daya tarik wisata Bromo. Petugas kini tidak hanya fokus memadamkan api yang masih terlihat, tetapi juga mengantisipasi munculnya kebakaran baru dari bara yang masih tersisa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wagub Jatim?Wagub Jatim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wagub Jatim matter?Wagub Jatim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.