Internasional

Bawa 18 produsen ke FHI 2026, Belarus target kerja sama jangka panjang

Foto : Karen Anderson - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Belarus Hadirkan 18 Produsen di FHI 2026 untuk Perluas Kerjasama Ekonomi
  2. Related SEO Topics
  3. Frequently Asked Questions

Bawa 18 produsen ke FHI 2026: HI 2026 untuk Perluas Kerjasama Ekonomi Beritaturah.com – Jakarta – Langkah konkret telah diambil oleh pemerintah Belarus

Belarus Hadirkan 18 Produsen di FHI 2026 untuk Perluas Kerjasama Ekonomi

Beritaturah.com – Jakarta – Langkah konkret telah diambil oleh pemerintah Belarus dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang bersama Indonesia. Melalui partisipasi 18 perusahaan produsen produk agrikultur dan pangan asal Belarus, kedua negara memanfaatkan ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 sebagai wadah untuk mengembangkan kemitraan bisnis-to-bisnis.

Konteks Perjanjian Dagang yang Mendukung

Indonesia secara resmi telah menandatangani Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025 silam. Perjanjian ini membuka peluang lebih luas bagi kolaborasi antara kedua negara, mengingat Eurasian Economic Union (EAEU) merupakan blok kerja sama ekonomi regional yang terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.

Alexander Yakovchits, Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus, menjelaskan bahwa penandatanganan Free Trade Agreement (FTA) untuk negara-negara Eurasia oleh Indonesia pada bulan Desember lalu menjadi faktor pendorong signifikan. Menurutnya, hal ini menciptakan potensi kerjasama yang jauh lebih besar antara Indonesia dan Belarus.

Belarus sebagai Eksportir Produk Olahan Susu Utama

Menurut Yakovchits, Belarus telah diakui sebagai salah satu eksportir utama produk-produk olahan susu atau dairy products di tingkat global, termasuk mentega dan keju. Saat ditemui dalam ajang FHI 2026 di Jakarta pada hari Selasa, ia menyampaikan bahwa pihak Belarus juga melihat adanya minat dari pelaku usaha lokal terhadap berbagai produk mereka.

“Kami berharap untuk bisa bekerja sama dalam rangka kemitraan strategis dan menjaga ketahanan pangan,” ujar Yakovchits.

Saat ini, tercatat 17 perusahaan Belarus telah dinyatakan lulus akreditasi untuk melaksanakan kegiatan ekspor ke Indonesia. Hal ini menunjukkan kesiapan serius dari pihak Belarus dalam memperluas pasar ekspor mereka.

Harapan Duta Besar Belarus

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Duta Besar (Dubes) Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menyampaikan optimisme tinggi terhadap kehadiran berbagai produsen dari negaranya. Produsen keju, kue, cokelat, hingga minuman dari Belarus hadir dalam gelaran FHI 2026 dengan harapan dapat meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

“Kami melihat adanya potensi yang besar dalam pameran ini karena kami dapat bertemu mitra baru dan menghasilkan perjanjian kerja sama baru, membentuk kemitraan baru dengan perusahaan Indonesia, dan tentu saja, ini adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral kami,” jelas Ramanouski.

Tujuh Kesepakatan Prioritas Baru

Baru-baru ini, Indonesia dan Belarus telah menyepakati tujuh kerja sama prioritas saat Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada 1-2 Juli lalu. Kesepakatan-kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis.

Kerjasama industri antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Belarus menjadi salah satu poin penting. Selain itu, terdapat juga kerja sama bidang kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kementerian Kebudayaan Republik Belarus.

Kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus juga telah disepakati. Selain itu, terdapat pula kerja sama bidang kesehatan antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Belarus.

Perjanjian atas kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus menjadi salah satu pencapaian signifikan. Kemudian, kerja sama pertukaran laporan intelijen terkait pencucian uang, pendanaan terorisme, dan proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK Republik Indonesia dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus tentang Kerja sama juga telah disepakati.

Terakhir, bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation menjadi penutup dari tujuh kesepakatan prioritas tersebut.

Frequently Asked Questions

Apa itu Bawa 18 produsen ke FHI 2026?

Bawa 18 produsen ke FHI 2026 adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Bawa 18 produsen ke FHI 2026 penting?

Bawa 18 produsen ke FHI 2026 penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Bawa 18 produsen ke FHI 2026 ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Leave a Comment