Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hamas nyatakan siap ikut serta pemilu Palestina pada akhir tahun

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Christopher Moore - beritaturah.com

Foto : Christopher Moore - beritaturah.com

Hamas nyatakan siap ikut serta dalam Pemilu Palestina 2026

Beritaturah.com – Hamas nyatakan siap ikut serta dalam pemilihan umum legislatif yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada akhir tahun ini. Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh organisasi politik terbesar di Jalur Gaza melalui juru bicaranya, Hussam Badran, yang merupakan anggota biro politik Hamas. Komitmen ini menunjukkan bahwa Hamas tidak lagi menolak proses demokratisasi di Palestina, melainkan justru ingin menjadi bagian aktif dari perubahan politik yang sedang berlangsung.

Partisipasi Hamas dalam pemilu kali ini akan dilakukan melalui koalisi nasional yang melibatkan berbagai faksi politik di Palestina. Koalisi ini dibentuk untuk memastikan bahwa semua suara rakyat Palestina terdengar, termasuk suara dari wilayah yang selama ini terpisah secara politik. Badran menegaskan bahwa Hamas siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan pemilu yang adil dan transparan.

Posisi Hamas Terhadap Syarat Pemilu

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al-Aqsa TV, Badran menjelaskan secara rinci posisi Hamas mengenai persyaratan yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Pusat Palestina. Hamas bersama sebagian besar faksi dan koalisi politik di Palestina menolak keras adanya "syarat politik atau tuntutan agar peserta pemilu menetapkan program politik tertentu". Penolakan ini didasarkan pada prinsip kebebasan berekspresi dan hak rakyat untuk memilih tanpa intervensi berlebihan.

"Peluang bersejarah" bagi perubahan lanskap politik Palestina, menurut Badran, sekaligus menjadi momen untuk "mengakhiri dua dasawarsa pengambilan keputusan sepihak dalam urusan nasional".

Badran menambahkan bahwa Komisi Pemilihan Pusat Palestina serta lembaga peradilan terus berusaha "memastikan rakyat Palestina dapat memilih program politik yang mereka inginkan secara bebas". Upaya ini menunjukkan bahwa proses pemilu sedang dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak, termasuk Hamas yang selama ini sering dikritik karena kebijakan politiknya.

Sejarah dan Evaluasi Proses Pemilu

Politisi Hamas tersebut menilai bahwa pemilu di Palestina seharusnya telah dilaksanakan sejak lama. Ia menuding kepemimpinan Palestina telah secara sepihak menetapkan waktu dan prosedur pemilu yang akan berlangsung. Sebagai contoh, Badran menyebutkan pemilu tahun 2006 dan 2021 sebagai pelaksanaan yang sesuai dengan konsensus nasional, meskipun keduanya menghadapi berbagai tantangan logistik dan politik.

Rakyat Palestina, menurutnya, memiliki "hak yang melekat" untuk memilih pemimpin dan program politik melalui pemilu legislatif di wilayah Palestina, atau melalui pemilu Dewan Nasional Palestina yang ia sebut sebagai "badan perwakilan yang lebih luas bagi rakyat Palestina". Hak ini diakui secara internasional dan merupakan bagian dari upaya membangun demokrasi di Palestina.

Jadwal dan Prospek Pemilu Mendatang

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, baru-baru ini mengumumkan bahwa pemilu legislatif akan berlangsung pada 28 November 2026. Setelah itu, akan diikuti dengan pembukaan sidang Dewan Nasional serta pemilihan presiden pada tahun 2027. Jadwal ini memberikan waktu yang cukup bagi semua faksi politik untuk mempersiapkan diri dan melakukan kampanye secara efektif.

Dewan Legislatif Palestina telah tidak aktif sejak tahun 2007 akibat perpecahan politik dan pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas. Badan tersebut kemudian dibubarkan oleh Presiden Abbas pada tahun 2018. Pemilihan legislatif terakhir di Palestina dilangsungkan dua puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2006, yang menjadikan pemilu mendatang sebagai momen bersejarah bagi rakyat Palestina.

Sistem politik Palestina terpecah sejak 2007, dengan Hamas mengendalikan Gaza yang diserang Israel sejak Oktober 2023, sementara Fatah mengendalikan Tepi Barat yang dijajah Israel. Perpecahan ini telah menghambat proses demokratisasi, namun kini ada harapan baru dengan partisipasi aktif Hamas dalam pemilu mendatang.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa saja syarat utama agar Hamas dapat berpartisipasi dalam pemilu?

Hamas tidak memerlukan syarat khusus selain pendaftaran sebagai peserta pemilu. Namun, Hamas menolak adanya "syarat politik" yang memaksa peserta untuk menetapkan program politik tertentu. Komisi Pemilihan Pusat Palestina telah memastikan bahwa semua faksi dapat berpartisipasi tanpa batasan berlebihan.

Berapa lama Dewan Legislatif Palestina tidak aktif?

Dewan Legislatif Palestina telah tidak aktif sejak tahun 2007, yang berarti selama hampir dua dekade. Badan ini dibubarkan secara resmi oleh Presiden Abbas pada tahun 2018 setelah perpecahan politik antara Hamas dan Fatah.

Apakah pemilu 2026 akan mencakup seluruh wilayah Palestina?

Ya, pemilu 2026 direncanakan akan mencakup seluruh wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza yang dikendalikan Hamas dan Tepi Barat yang dikendalikan Fatah. Ini akan menjadi pertama kalinya sejak 2006 kedua wilayah berpartisipasi dalam pemilu yang sama.

Bagaimana posisi Hamas terhadap proses pemilu selama ini?

Hamas selama ini sering menolak pemilu karena dianggap tidak adil dan tidak mencakup seluruh rakyat Palestina. Namun, dengan pernyataan terbaru bahwa Hamas nyatakan siap ikut serta, organisasi ini menunjukkan perubahan sikap dan kesiapan untuk berpartisipasi secara konstruktif.

Related Reading