Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hujan lebat picu longsor di China barat daya – 8 orang tewas, 34 hilang

Published July 18, 2026 · Updated July 18, 2026 · By Jessica Taylor

Hujan Lebat Picu Longsor di China Barat Daya, 8 Orang Tewas dan 34 Hilang

Hujan lebat picu longsor di China - Satu kejadian bencana alam serius terjadi di wilayah barat daya Tiongkok akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Longsor besar yang melanda di sepanjang Sungai Wujiang, kota Chongqing, pada Jumat (17/7) mengakibatkan delapan korban jiwa serta 34 orang lainnya hilang, menurut kantor berita resmi Xinhua. Dalam upaya menangani situasi kritis ini, 10 orang berhasil diselamatkan, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun. Hujan lebat picu longsor di China tidak hanya menghancurkan rumah-rumah warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur dan kehidupan sehari-hari di daerah tersebut.

Pemicu Bencana: Intensitas Hujan dan Kondisi Geografis

Menurut laporan dari Badan Meteorologi Tiongkok, daerah barat daya Tiongkok, termasuk kota Chongqing, mengalami hujan deras sejak beberapa hari sebelumnya. Intensitas curah hujan yang mencapai tingkat sangat tinggi disertai dengan angin kencang, sehingga memperparah risiko longsor. Kondisi geografis seperti lereng curam dan struktur tanah yang rentan terhadap kelembapan memperkuat efek hujan lebat picu longsor di China. Daerah yang terkena bencana ini berada di wilayah pegunungan yang terkenal dengan curah hujan tinggi, terutama selama musim hujan yang sedang berlangsung.

Bencana alam ini terjadi di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan intensitas cuaca ekstrem yang melanda bagian selatan Tiongkok. Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang mengancam kota-kota kecil serta desa terpencil. Pemerintah setempat menyatakan bahwa hujan lebat picu longsor di China telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, termasuk jembatan dan jalan raya yang terputus. Dengan kondisi tersebut, warga setempat mengalami kesulitan mengakses tempat tinggal dan bantuan darurat.

Respons Darurat dan Upaya Pencarian

Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok segera memicu respons darurat nasional Level II setelah bencana ini terjadi. Lebih dari 400 personel penyelamat dari berbagai instansi, seperti tim darurat dan organisasi pertolongan, diterjunkan untuk mengatasi situasi kritis ini. Peralatan berat seperti truk crane dan mesin excavator digunakan untuk membersihkan area longsor dan menemukan korban yang terperangkap. Selain itu, kementerian keuangan juga menyalurkan dana bantuan sebesar 50 juta yuan atau sekitar 7,36 juta dolar AS sebagai dukungan untuk evakuasi dan pemulihan.

Pencarian dan penyelamatan berlangsung intensif selama 24 jam setelah kejadian. Tim penyelamat membagi area menjadi beberapa sektor untuk mengoptimalkan proses evakuasi. Dalam beberapa jam, 10 orang berhasil diselamatkan, namun 34 orang lain masih dalam proses pencarian. Pemerintah setempat juga mengaktifkan sistem koordinasi nasional untuk memastikan semua sumber daya dikumpulkan secara efisien. Warga yang terdampak dibantu dengan tenda pengungsian dan bantuan logistik, termasuk makanan dan air minum, sementara rumah-rumah yang rusak diperbaiki secara darurat.

Korban dan Dampak Bencana

Bencana yang disebabkan oleh hujan lebat picu longsor di China ini berdampak luas pada masyarakat setempat. Total korban yang dilaporkan mencapai 8 orang meninggal, dan 34 orang masih dalam kondisi hilang. Angka tersebut menjadi perhatian utama karena menunjukkan tingkat keparahan bencana tersebut. Pemerintah daerah setempat mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem memicu peningkatan risiko kecelakaan serupa di daerah-daerah lain, terutama yang memiliki topografi curam dan daerah hulu sungai.

Dampak langsung dari bencana ini adalah kerusakan infrastruktur, termasuk jembatan, jalan, dan rumah warga. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi, seperti pertanian dan perdagangan lokal. Banyak petani mengalami kehilangan tanaman karena tanah yang tererosi oleh hujan deras. Di sisi lain, pemerintah dan organisasi internasional menyoroti pentingnya pencegahan bencana alam di masa depan, terutama untuk mencegah hujan lebat picu longsor di China yang dapat terjadi kembali.

“Perlu dilakukan upaya untuk menemukan akar penyebab bencana, mengambil pelajaran dari kejadian ini, serta melakukan penilaian dan penghapusan risiko geologis secara menyeluruh,” kata Presiden Xi Jinping dalam pernyataannya mengenai penanganan bencana. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan memastikan keamanan warga di daerah rawan bencana. Upaya pencegahan, seperti pembangunan tanggul dan sistem pemantauan cuaca, menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko hujan lebat picu longsor di China.