Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

“Indonesia Fair 2026” di KBRI Beijing hadirkan ragam budaya nusantara

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Jessica Taylor - beritaturah.com

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Perayaan HUT ke-81 RI di Beijing: Indonesia Fair 2026 Hadirkan Pesona Nusantara

Beritaturah.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing menyelenggarakan acara "Gempita Merdeka Indonesia Fair 2026" sebagai wujud perayaan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kegiatan yang berlangsung di kompleks KBRI Beijing ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

Tema Bali dan Indonesia Timur

Dalam sambutannya saat membuka acara pada hari Sabtu, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menjelaskan bahwa tema tahun ini mengangkat kekayaan budaya dari Bali serta wilayah Indonesia bagian Timur. Sebagai putra daerah dari kawasan tersebut, beliau ingin memperkenalkan berbagai aspek budaya dari Papua, Maluku, Bali, Lombok, Pulau Tanimbar, dan daerah lainnya kepada masyarakat Beijing.

"Tema tahun ini adalah Bali dan Indonesia bagian Timur, dari mana saya berasal, jadi kami perkenalkan budaya dan berbagai hal dari Papua, Maluku, Bali, Lombok, Pulau Tanimbar dan lainnya, mari kita pergi ke Indonesia Timur," ujar Dubes Djauhari.

Ekonomi dan Perdagangan Bilateral

Dubes Djauhari menyampaikan pencapaian signifikan dalam hubungan ekonomi antara kedua negara. Sejak tahun 2015, volume perdagangan Indonesia dan China telah mengalami peningkatan tiga kali lipat. Investasi dari China ke Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, mencapai 12 kali lipat. Tahun lalu saja, perdagangan bilateral telah menyentuh angka sekitar 167 miliar dolar AS.

"Sampai Juni tahun ini sudah lebih dari 100 miliar dolar AS, kami berharap hingga akhir tahun angka itu akan mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS," tambah Dubes Djauhari.

Meskipun pada pagi hari Beijing sempat diguyur hujan disertai petir, acara yang dimulai pukul 10.30 waktu setempat ini tetap berjalan lancar. Sekitar pukul 11.00, halaman KBRI Beijing telah dipenuhi ratusan orang, termasuk para diplomat, pengusaha, mitra KBRI, serta masyarakat umum.

QRIS: Terobosan Pembayaran Lintas Batas

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beijing, Yulian Wihantoro, turut memperkenalkan sistem "Quick Response Code Indonesian Standard" atau QRIS yang kini dapat digunakan sebagai alat pembayaran di China. Melalui kerja sama ini, masyarakat Indonesia dapat bertransaksi menggunakan QRIS saat berada di China, begitu pula sebaliknya bagi warga China yang berkunjung ke Indonesia.

"QRIS, menurut Yulian, memungkinkan orang-orang melakukan pembayaran lintas batas menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang sudah mereka kenal. Jadi, kepada sahabat-sahabat Tiongkok dan semua sahabat internasional kami, pesan saya sederhana, datang dan kunjungi Indonesia. Nikmati budaya, makanan, dan destinasi indah kami. Anda dapat mencoba QIRS secara langsung dan nyata di stan-stan kami hari ini," ujar Yulian.

Pertunjukan Budaya dan Stan Makanan

Pada pembukaan acara, Kelompok tari Indonesia Yingde yang didirikan oleh Huang Huilan, keturunan Tionghua kelahiran Takengon, Aceh yang pindah ke China pada tahun 1967, membawakan tarian khas Bali sesuai dengan tema "Indonesia Fair 2026". Sanggar tari yang berlokasi di Desa Yingde, kecamatan Donghua, provinsi Guangdong ini telah konsisten mempertahankan seni dan budaya Indonesia hingga generasi kedua dan ketiga yang kini menjadi penari aktif.

Dubes Djauhari juga menyampaikan apresiasi kepada para pengunjung. Hingga satu hari sebelum penyelenggaraan, tercatat 5.800 orang telah mendaftar untuk hadir, sementara tahun lalu jumlah pengunjung mencapai sekitar 6.000 orang.

"Untuk satu hari hari ini kami ajak rekan-rekan untuk kami merasakan Indonesia, mendengar Indonesia, kami menari mengikuti irama Indonesia. Dan hari ini, kami mengundang sahabat-sahabat China dan sahabat-sahabat dari seluruh dunia untuk menikmati Indonesia bersama kami. Nikmati makanan, musik, produk, keramahan, dan persahabatan kami," ucap Dubes Djauhari.

Dalam "Indonesia Fair 2026" terdapat setidaknya 30 stan yang menampilkan berbagai kuliner khas Nusantara seperti rendang, soto, gorengan, sate, siomay, cireng, bakso, serta minuman cendol dan kopi dari berbagai daerah. Kerajinan tangan berupa tas dan berbagai jenis batik juga dipajang untuk dijual kepada masyarakat Beijing.

Merek-merek Indonesia seperti santan kara, kopi kapal api, mie gemez, tango, dan Indomie dengan berbagai varian rasa turut hadir. Kali ini, Indomie juga menghadirkan varian "frozen". Pengisi acara diisi oleh musisi Chesylino, Rizky Teng, dan Wulan Sari yang dikenal dengan nuansa musik pop lokal Indonesia Timur, serta Trio Obras yang terdiri dari Djauhari, Dharma, dan Irbayana Oratmangun.

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di KBRI Beijing.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Fair 2026 di KBRI Beijing?

Indonesia Fair 2026 di KBRI Beijing is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Fair 2026 di KBRI Beijing matter?

Indonesia Fair 2026 di KBRI Beijing matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.