KJRI Guangzhou dukung konser Mocca di Tiongkok
Mocca Tutup Tur China di Guangzhou dengan Dukungan KJRI
Beritaturah.com – Kelompok musik asal Indonesia, Mocca, menutup rangkaian tur “China Unforgotten Tour” melalui konser di Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu (27/9/2026). Penampilan tersebut menjadi titik akhir perjalanan band bergenre swing itu setelah sebelumnya menyambangi Shanghai, Hangzhou, dan Shenzhen.
Konser penutup berlangsung di Livehouse MAO Guangzhou dan menghadirkan 19 lagu bagi para penggemar yang dikenal sebagai “Mocca Friends”. Kehadiran Mocca di empat kota itu mendapat dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, serta Handshake Records, label independen China yang menjadi mitra promosi mereka di pasar setempat.
Dukungan diplomatik terhadap tur ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekuatan industri kreatif Indonesia kepada masyarakat China. Musik dipandang dapat membuka ruang perjumpaan yang lebih dekat antara publik kedua negara, sekaligus memperluas perhatian terhadap karya kreatif dari Indonesia.
“Kami mendukung penuh setiap upaya-upaya yang mempromosikan industri kreatif Indonesia di China, khususnya di wilayah kerja KJRI Guangzhou,” kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou Arianto Surojo.
Musik sebagai ruang pertemuan masyarakat
Arianto menilai perkembangan penerimaan terhadap karya musik Indonesia dapat memberi arti lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan konser. Pertukaran budaya melalui pertunjukan langsung memungkinkan penonton mengenal Indonesia melalui pengalaman yang dekat, termasuk melalui lagu, interaksi artis, dan komunitas penggemar.
“Harapan kami industri kreatif Indonesia seperti musik bisa diterima oleh publik China dan menjadi jembatan penghubung bagi penguatan hubungan antar masyarakat kedua negara serta memperluas peluang ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Arianto.
China merupakan salah satu mitra penting Indonesia dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan investasi hingga hubungan sosial serta kebudayaan. Dalam konteks tersebut, industri kreatif dapat mengambil peran sebagai penghubung antarmasyarakat atau people-to-people exchanges, yang melengkapi hubungan formal antarlembaga dan pemerintah.
Tur Mocca juga menunjukkan bahwa pasar musik lintas negara membutuhkan jaringan lokal. Handshake Records terlibat sebagai mitra untuk memperkenalkan band tersebut kepada audiens China, termasuk melalui penyelenggaraan rangkaian konser di sejumlah kota. Model kolaborasi seperti ini membantu musisi menjangkau pendengar baru melalui ekosistem promotor, ruang pertunjukan, dan komunitas musik di negara tujuan.
Arina bawakan lagu Mandarin
Salah satu momen khusus dalam konser Guangzhou adalah penampilan vokalis Arina yang menyanyikan lagu Mandarin “Cai Yun Zhui Yue” (彩云追月). Lagu tersebut bercerita mengenai kerinduan kepada orang tercinta yang berada di seberang lautan, dengan bulan sebagai simbol harapan untuk dapat kembali bersama.
Pilihan lagu itu terasa relevan dengan suasana libur pertengahan musim gugur di China. Perayaan tersebut lekat dengan simbol bulan dan kue bulan, sehingga penampilan berbahasa Mandarin menjadi sentuhan yang mempertemukan identitas Mocca dengan konteks budaya para penonton di China.
Mocca sendiri tampil dengan formasi Arina sebagai vokalis dan pemain flute, Riko pada gitar, Toma pada bass, serta Indra di drum. Dalam tur ini, mereka membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal penggemar, termasuk “I Remember”, “Secret Admirer”, “Be My Bee”, “Me Against the World”, dan “Me and My Boyfriend”.
“Kami ingin mencoba pasar Tiongkok setelah tertunda beberapa tahun,” kata Toma, basis Mocca.
Keinginan untuk hadir di China merupakan langkah penting bagi band tersebut setelah rencana memasuki pasar itu tertunda selama beberapa tahun. Rangkaian konser di empat kota memberi kesempatan bagi Mocca untuk melihat langsung respons audiens, sekaligus mengenali karakter fasilitas dan industri pertunjukan di sana.
“Kami terkesan dengan perkembangan industri kreatif di Tiongkok dengan adanya platform yang mendukung seperti tempat konser yang memadai ini”, tutur Riko, gitaris.
Antusiasme penggemar dan rencana konser berikutnya
Respons penggemar terlihat dari kedatangan penonton dari luar Guangzhou. Salah satunya adalah Anita, warga China yang menempuh perjalanan sekitar satu jam dengan pesawat dari Haikou, Provinsi Hainan, demi menyaksikan penampilan Mocca secara langsung.
Bagi band yang membangun hubungan panjang dengan pendengarnya, pertemuan seperti itu menjadi bagian penting dari tur internasional. Konser tidak hanya memperdengarkan katalog lagu, tetapi juga mempertemukan komunitas penggemar dari latar belakang yang berbeda dalam satu ruang pertunjukan.
Handshake Records menyambut positif tanggapan penonton dan Mocca Friends di China. Walaupun jumlah penggemar di sana belum sebesar basis pendengar Mocca di Indonesia, respons tersebut dianggap memberi dasar yang baik untuk pengembangan berikutnya. Label independen itu bahkan berencana menggelar konser Mocca di China kembali pada tahun depan.
Rencana tersebut membuka kemungkinan keberlanjutan bagi kehadiran Mocca di China. Dengan rangkaian pertunjukan yang telah menjangkau Shanghai, Hangzhou, Shenzhen, dan Guangzhou, band ini telah memperkenalkan musiknya kepada publik di beberapa pusat kota penting. Langkah berikutnya akan bergantung pada kemampuan menjaga hubungan dengan pendengar baru serta membangun kolaborasi yang konsisten dengan mitra lokal.
Penutupan tur di Guangzhou menandai lebih dari sekadar akhir jadwal konser empat kota. Penampilan Mocca menjadi contoh bagaimana musik Indonesia dapat hadir dalam percakapan budaya lintas batas, sambil membawa peluang bagi pertukaran masyarakat dan perkembangan industri kreatif nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KJRI Guangzhou dukung konser Mocca di Tiongkok?KJRI Guangzhou dukung konser Mocca di Tiongkok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KJRI Guangzhou dukung konser Mocca di Tiongkok matter?KJRI Guangzhou dukung konser Mocca di Tiongkok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.