Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Asal-usul senjata di sekolah swasta Jaksel terungkap, diklaim untuk ekskul menembak

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Susan Thomas - beritaturah.com

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Asal Usul Senjata di Sekolah Swasta Jaksel Terungkap

Beritaturah.com – Kawasan Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah asal usul senjata di sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, terungkap secara tuntas. Puluhan senjata api dan airsoft gun ditemukan di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta yang berlokasi di kawasan tersebut. Temuan ini mencakup 995 pucuk senjata lengkap dengan amunisi, aksesori, hingga alat pembuat peluru. Selain itu, dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD juga ditemukan VCD porno serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa laporan masyarakat mengenai temuan tersebut diterima pada 15 Juli 2026. Penyidik telah menyusun Laporan Polisi Model A sebagai landasan penanganan awal sebelum proses penyelidikan lebih lanjut berjalan. Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan institusi pendidikan yang selama ini dikenal sebagai tempat belajar para siswa.

Penjelasan dari Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin

Alhadid Endar, Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), sekaligus kuasa eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta berinisial IWD, menjelaskan bahwa senjata-senjata tersebut bersifat legal. Ia menegaskan bahwa barang-barang itu bukan senjata api konvensional melainkan airsoft yang digunakan untuk kegiatan olahraga.

"Itu senjatanya legal. Itu bukan senjata sebetulnya, airsoft buat olahraga, buat ekskul menembak dan panahan di sekolah itu," ujar Alhadid Endar Putra saat ditemui wartawan di Jakarta pada hari Jumat.

Menurut catatan resmi, Surat Izin SI/5483-XII/2008 yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi dasar legalitas kepemilikan senjata tersebut atas nama PT Lokta Karya Perbakin. Alhadid menambahkan bahwa senjata-senjata ini sudah ditempatkan di ruang sekolah sejak tahun 2021 dan pembina yayasan pun telah mengetahui keberadaannya. Hal ini menunjukkan bahwa asal usul senjata di sekolah ini memang terkait dengan kegiatan olahraga menembak yang telah berlangsung cukup lama.

Digunakan untuk PON dan SEASA

Alhadid mengungkapkan bahwa senjata-senjata itu rencananya akan dimanfaatkan untuk keperluan perlombaan Pekan Olahraga Nasional (PON) serta South East Asia Shooting Association (SEASA). Oleh karena itu, ia merasa heran mengapa isu keberadaan senjata baru saja muncul ke permukaan. Kegiatan menembak dengan airsoft gun sebenarnya sudah menjadi bagian dari olahraga resmi di Indonesia.

"Nah, itu semuanya kita ada izinnya dan yang menarik malah sebetulnya ini kenapa baru sekarang ini kok dibesar-besarkan, ya kan? Kita sudah di sana dari tahun 2021 itu buat persiapan ekskul," jelasnya.

Lebih lanjut, Alhadid menerangkan bahwa airsoft gun yang disimpan tersebut sebenarnya sudah tidak bisa digunakan lagi. Pembina yayasan bernama Jenderal Suryo, yang merupakan pencetus ekskul, telah meninggal dunia. Kematian beliau menyebabkan rencana ekstrakurikuler tidak berlanjut. Meskipun demikian, legalitas kepemilikan senjata tetap terjaga sesuai dengan izin yang diterbitkan oleh Polri.

"Jadi dulu itu mau dipakai ekskul tapi karena Jenderal Suryo-nya meninggal, ya akhirnya kita enggak jadi ekskul itu," katanya.

Relevansi dengan Olahraga Menembak Indonesia

Perbakin sebagai organisasi induk menembak Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan olahraga ini di berbagai tingkatan. Dengan adanya izin resmi, asal usul senjata di sekolah swasta Jaksel ini dapat dikaitkan dengan upaya pengembangan olahraga menembak di kalangan pelajar. Kegiatan seperti ini tidak hanya melatih ketangkasan, tetapi juga membangun karakter disiplin dan fokus pada generasi muda.

Kasus ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi masyarakat tentang keberadaan senjata di lingkungan sekolah. Selama ada izin yang valid dan digunakan untuk tujuan yang tepat, maka keberadaan senjata airsoft gun di sekolah bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Proses penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai seluruh aspek kasus ini.

FAQ: Asal Usul Senjata di Sekolah Swasta Jaksel

Berapa jumlah senjata yang ditemukan? Terdapat 995 pucuk senjata lengkap dengan amunisi dan aksesori di ruangan yayasan sekolah swasta tersebut.

Kapan laporan masyarakat diterima? Laporan masyarakat mengenai temuan senjata diterima pada 15 Juli 2026 oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Apakah senjata tersebut legal? Ya, senjata tersebut memiliki Surat Izin SI/5483-XII/2008 yang diterbitkan oleh Polri atas nama PT Lokta Karya Perbakin.

Untuk apa senjata-senjata tersebut digunakan? Senjata airsoft gun tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan, serta persiapan kompetisi PON dan SEASA.

Mengapa ekskul menembak tidak berlanjut? Ekskul menembak tidak berlanjut karena pembina yayasan bernama Jenderal Suryo, yang merupakan pencetus ekskul, telah meninggal dunia.

Related Reading