Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Published Oktober 3, 2026 · Updated Oktober 3, 2026 · By John Brown - beritaturah.com

Foto : John Brown - beritaturah.com

Tanda tangan: jejak panjang pengesahan identitas manusia

Beritaturah.com – Dalam kehidupan modern, tanda tangan hadir di banyak momen yang tampak biasa. Pembukaan rekening, penerimaan kiriman, persetujuan surat, pengurusan dokumen, hingga berbagai administrasi resmi sering meminta satu hal yang sama: sebuah tanda pribadi di bagian akhir formulir. Bentuknya pun beragam. Ada yang menuliskan nama lengkap secara jelas, memakai singkatan, atau membuat rangkaian garis yang hampir tidak menyerupai tulisan tangan sehari-hari.

Meski terlihat sederhana, tanda tangan tidak hanya berfungsi sebagai coretan nama. Ia berkembang dari kebutuhan manusia untuk menunjukkan identitas, menegaskan kepemilikan, menyatakan persetujuan, dan mengesahkan dokumen. Riwayatnya bahkan bermula jauh sebelum kebiasaan menulis nama dengan tinta di atas kertas dikenal luas.

Sebelum tanda tangan, ada segel

Praktik memberi penanda pengesahan telah dikenal sejak ribuan tahun silam di Mesopotamia, kawasan yang kini sebagian besar berada di wilayah Irak. Masyarakat di sana memakai segel untuk menutup barang, menandai kepemilikan, membuktikan transaksi, serta menghubungkan suatu tindakan dengan identitas pemilik segel tersebut.

Salah satu bentuk yang terkenal ialah cylinder seal, atau segel silinder. Benda kecil ini umumnya dibuat dari batu dan dipenuhi ukiran. Saat digulirkan di atas tanah liat yang masih lunak, ukiran itu meninggalkan pola, gambar, atau lambang tertentu. Hasil cetakannya dapat dikenali sebagai penanda khas orang yang memilikinya.

Sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi, penggunaan segel silinder di Mesopotamia sudah berlangsung dengan rancangan yang semakin rumit. Sejumlah segel bahkan mencantumkan nama pemilik. Dengan cara itu, manusia telah memiliki sarana untuk menyampaikan pesan yang serupa dengan pengesahan masa kini: benda atau dokumen ini terkait dengan saya, atau tindakan ini telah saya setujui.

“Ini milik saya” atau “ini telah disahkan oleh saya” merupakan gagasan yang telah diwujudkan melalui tanda pengenal jauh sebelum lahirnya tanda tangan modern.

Segel menjadi sangat berguna pada masa ketika kemampuan membaca dan menulis belum tersebar merata. Sebuah lambang yang khas lebih mudah dipakai untuk memperlihatkan wewenang atau keterlibatan seseorang dalam urusan perdagangan, administrasi, dan hukum. Karena itu, segel tidak semata-mata bersifat dekoratif, melainkan bagian dari sistem kepercayaan dalam masyarakat.

Segel lilin dalam dokumen abad pertengahan

Tradisi penggunaan segel bertahan selama berabad-abad dan mendapat tempat penting di Eropa abad pertengahan. Pada periode ini, tulisan tangan belum menjadi metode utama untuk mengesahkan surat maupun dokumen hukum. Segel lilin justru kerap digunakan sebagai bukti bahwa suatu dokumen memiliki otoritas yang sah.

Dokumen yang berkaitan dengan Raja John dari Inggris memperlihatkan bagaimana sistem tersebut bekerja. Segel tidak selalu ditempelkan langsung pada permukaan naskah. Dalam sejumlah bentuk dokumen, segel dapat digantung dengan tali yang melewati bagian bawah lembaran. Proses pengesahan pada masa itu karena itu jauh berbeda dari kebiasaan saat ini, ketika seseorang cukup membubuhkan tanda di kolom yang tersedia.

Keberadaan segel juga menunjukkan bahwa legalitas dokumen dahulu tidak selalu bergantung pada kemampuan seseorang menulis namanya sendiri. Lambang, cap, bahan lilin, dan cara pemasangannya memiliki arti penting dalam memastikan identitas serta kewenangan pihak yang terlibat.

Mulainya penggunaan tanda tangan tulisan tangan

Bentuk yang lebih dekat dengan tanda tangan masa kini mulai menguat pada akhir Abad Pertengahan. Sign manual, yakni tanda yang dibuat langsung dengan tangan oleh seseorang, semakin dikenal dan digunakan. Tanda tangan tulisan tangan mulai lebih umum di Inggris pada abad ke-14.

Salah satu contoh yang tercatat adalah Raja Edward III, yang memakai sign manual pada 1362. Namun, perubahan ini tidak terjadi dalam satu langkah. Tanda tangan tidak segera menyingkirkan segel dari semua urusan formal. Pada abad ke-15, kedua cara tersebut masih digunakan bersama dalam berbagai dokumen resmi.

Peralihan dari segel menuju tanda tangan dapat dipahami sebagai proses bertahap. Masyarakat dan lembaga pada masa itu memakai beberapa lapis penanda untuk meyakinkan pihak lain bahwa dokumen memang dikeluarkan, disetujui, atau diakui oleh orang yang berwenang. Dalam banyak hal, tanda tangan kemudian menjadi lebih praktis karena dapat dibuat langsung pada naskah tanpa perlu menyiapkan alat segel tersendiri.

Tanda tidak harus berupa nama lengkap

Sejarah tanda tangan juga memperlihatkan bahwa pengesahan tidak selalu berarti menulis nama secara terbaca. Dalam dokumen-dokumen masa lampau, orang yang belum dapat menulis dapat menggunakan mark, yaitu tanda pengenal sederhana yang sering berbentuk huruf X atau simbol lain. Tanda seperti itu tetap dapat dipakai untuk keperluan hukum.

Hal tersebut menegaskan bahwa inti dari tanda tangan bukan semata keindahan tulisan atau kelengkapan huruf dalam sebuah nama. Nilai utamanya terletak pada kehendak untuk mengaitkan seseorang dengan sebuah pernyataan, persetujuan, atau dokumen. Karena itu, bentuk tanda tangan setiap orang dapat berbeda tanpa menghilangkan perannya sebagai penanda identitas.

Di masa kini, tanda tangan masih mempertahankan fungsi dasar tersebut, meski lingkungan administrasi terus berubah. Dokumen fisik, formulir, dan surat resmi tetap memakai tanda tangan sebagai bagian dari proses pengesahan. Kebiasaan kecil yang dilakukan dalam hitungan detik ini ternyata membawa warisan panjang dari segel batu di Mesopotamia, segel lilin Eropa abad pertengahan, hingga sign manual yang menjadi cikal bakal praktik modern.

Dari garis sederhana hingga rangkaian huruf yang rumit, tanda tangan pada akhirnya adalah bentuk kepercayaan. Ia menjadi cara manusia menyatakan bahwa sebuah keputusan, kepemilikan, atau kesepakatan memiliki kaitan langsung dengan dirinya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Asal usul tanda tangan dan bagaimana?

Asal usul tanda tangan dan bagaimana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Asal usul tanda tangan dan bagaimana matter?

Asal usul tanda tangan dan bagaimana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.