Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Buku “JURU BICARA” beri perspektif & bekal agar komunikator berdampak

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Susan Thomas - beritaturah.com

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Buku “JURU BICARA” Dorong Peran Komunikator yang Lebih Berpengaruh

Beritaturah.com – Peran juru bicara di tengah arus informasi digital tidak lagi cukup dijalankan dengan menyampaikan keterangan. Seorang komunikator juga perlu membangun keyakinan publik serta membantu audiens memahami bagaimana sebuah persoalan ditangani. Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok dalam buku “JURU BICARA: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi” yang diluncurkan di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Jumat.

Buku itu ditulis oleh praktisi komunikasi dan Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar bersama Marlinda Irwanti Poernomo, akademisi sekaligus praktisi komunikasi massa. Keduanya menyusun buku tersebut sebagai bekal bagi komunikator agar mampu menghadirkan komunikasi yang benar-benar memberi dampak, bukan hanya berfungsi sebagai penyampai pesan dari suatu institusi.

Di era disrupsi digital, pesan dari lembaga publik dapat beredar dan ditafsirkan dengan sangat cepat. Situasi ini menuntut juru bicara untuk mampu menjelaskan isu secara runtut, menjaga kepercayaan, serta merespons perhatian masyarakat dengan pendekatan yang tepat. Buku tersebut menawarkan perspektif untuk memahami tantangan itu, terutama bagi mereka yang menjalankan fungsi komunikasi dalam organisasi dan pemerintahan.

Tiga Tugas Utama Juru Bicara

Benny menjelaskan bahwa pekerjaan seorang juru bicara setidaknya mencakup tiga kemampuan penting: menerangkan, meyakinkan, dan memengaruhi. Ketiganya perlu hadir secara berkesinambungan agar pesan tidak berhenti sebagai informasi yang diterima, melainkan berkembang menjadi pemahaman yang membangun kepercayaan.

Ia melihat praktik komunikasi di Indonesia masih kerap berfokus pada aspek penjelasan. Padahal, komunikasi publik memerlukan kemampuan untuk membawa penerima pesan memahami konteks, melihat langkah penanganan, dan memiliki rasa percaya terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Selama ini tidak ada sebuah buku tentang juru bicara dan panduan atau SOP (standar operasional prosedur) yang secara teks dan juga praktik. Ini adalah upaya untuk membuat sebuah pemahaman yang lebih jelas agar siapa pun bisa menjadi juru bicara,” kata Benny dalam peluncuran bukunya.

Kebutuhan akan panduan yang lebih terstruktur itu kemudian mendorong penyusunan buku tersebut. Benny menuturkan bahwa keresahan terhadap belum optimalnya fungsi juru bicara menjadi titik awal pengembangan kerangka dan panduan, yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk buku bersama Marlinda.

“Berdasarkan keprihatinan itu saya mencoba bersama teman-teman dan juga Profesor Marlinda untuk membentuk sebuah struktur atau sebuah panduan. Kemudian berkembang menjadi sebuah buku,” kata Benny.

Pengalaman Praktis sebagai Bahan Pembelajaran

Isi buku “JURU BICARA” juga bertumpu pada pengalaman Benny dalam dunia komunikasi. Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai wartawan, kemudian berlanjut ke sektor korporasi, termasuk perusahaan penerbangan dan perusahaan logistik pangan, hingga lembaga komunikasi pemerintahan. Pengalaman dari berbagai lingkungan kerja itu digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi pembaca yang ingin memahami peran juru bicara secara lebih nyata.

Ragam pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi tidak bisa dilepaskan dari karakter lembaga, kebutuhan publik, serta situasi yang sedang berkembang. Seorang juru bicara perlu memahami substansi persoalan sebelum berbicara, sekaligus memilih cara penyampaian yang dapat diterima oleh audiens yang beragam.

Dalam konteks pemerintahan, komunikasi publik juga berkaitan dengan kepastian dan rasa aman masyarakat. Informasi yang disampaikan perlu membantu publik melihat arah penanganan suatu masalah, bukan semata-mata menambah daftar pernyataan resmi. Karena itu, kemampuan membangun kepercayaan menjadi bagian penting dalam pekerjaan komunikator.

Menjadi Chief Reinssurance Officer

Marlinda Irwanti Poernomo menempatkan buku ini sebagai upaya untuk memperjelas posisi strategis juru bicara, khususnya di lembaga pemerintahan. Ia menekankan pentingnya peran juru bicara sebagai Chief Reinssurance Officer, yakni pihak yang menghadirkan keyakinan bagi penerima pesan bahwa persoalan yang muncul sedang ditangani secara tepat.

Konsep tersebut tidak berarti komunikasi digunakan untuk menutupi atau menghapus masalah. Sebaliknya, komunikasi yang berdampak perlu membantu masyarakat memahami kondisi yang ada serta memberikan kejelasan mengenai sikap dan penanganan dari institusi terkait. Dengan pendekatan seperti ini, juru bicara dapat menjadi penghubung yang memperkuat kepercayaan antara lembaga dan publik.

Peluncuran buku tersebut turut mendapat sambutan dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, yang hadir dan menyampaikan pidato kunci. Ia menilai buku itu dapat memberi gambaran yang lebih jelas mengenai struktur serta praktik komunikasi pemerintahan agar pelaksanaannya berjalan secara optimal.

“Jadi saya yakin buku ini relevansinya sangat kuat dan sangat tinggi dengan situasi dan kondisi di lapangan. Mudah-mudahan ini bisa jadi referensi bagi para praktisi dan bagi para pembelajar komunikasi di seluruh Tanah Air,” kata Qodari.

Kehadiran buku “JURU BICARA: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi” menambah bahan rujukan bagi praktisi, mahasiswa, maupun pembelajar komunikasi. Pesan utamanya menegaskan bahwa juru bicara bukan sekadar pembaca pernyataan resmi. Mereka perlu menguasai isu, menyusun penjelasan yang mudah dipahami, menjaga kredibilitas, dan memberi keyakinan bahwa komunikasi yang dilakukan memiliki arah serta tanggung jawab yang jelas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Buku JURU BICARA beri perspektif bekal?

Buku JURU BICARA beri perspektif bekal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Buku JURU BICARA beri perspektif bekal matter?

Buku JURU BICARA beri perspektif bekal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.