Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tiga gol menit-menit terakhir antar Madrid tekuk Roma 4-3

Published Oktober 15, 2026 · Updated Oktober 15, 2026 · By Jessica Taylor - beritaturah.com

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Real Madrid Bangkit Dramatis dan Menang 4-3 atas AS Roma

Beritaturah.com – Real Madrid menciptakan kebangkitan luar biasa saat menundukkan AS Roma 4-3 dalam laga Liga Champions di Stadion Olimpico, Kamis dini hari WIB. Sempat tertinggal dua gol dan berada dalam tekanan kuat tuan rumah, tim tamu mencetak tiga gol pada fase akhir pertandingan untuk membawa pulang kemenangan penting.

Hasil tersebut mengangkat Real Madrid ke peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi enam poin. Roma, yang sempat berada di jalur kemenangan berkat dua gol Donyell Malen, masih menempati posisi ke-25 dengan satu poin.

Roma Memulai Laga dengan Tekanan Tinggi

Sejak peluit awal, Roma menunjukkan pendekatan menyerang. Peluang pertama datang pada menit kelima ketika Mario Hermoso melepaskan sepakan melengkung, tetapi Thibaut Courtois mampu menepis bola. Sembilan menit berselang, Paulo Dybala juga mengancam, meski bola tendangannya melintas tipis di sisi kiri gawang Madrid.

Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-20. Matias Soule mengirim umpan terobosan yang dimanfaatkan Marten de Roon untuk menaklukkan Courtois. Roma pun unggul 1-0 dan membuat pendukung di Olimpico bergemuruh.

Madrid tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Pada menit ke-25, Yan Diomande mengalirkan bola kepada Kylian Mbappe. Tembakan keras penyerang Prancis itu mengenai kaki Gianluca Mancini, berubah arah, lalu mengecoh Pierluigi Gollini. Kedudukan kembali imbang 1-1.

Tim tamu sempat memiliki kesempatan membalikkan keadaan pada menit ke-31. Marc Cucurella mendapat ruang untuk melepaskan tembakan mendatar, tetapi bola bergerak tipis di luar tiang kiri gawang Roma.

Donyell Malen Membuat Roma Menjauh

Setelah turun minum, Roma kembali tampil tajam dalam transisi serangan. Rodrigo Mora mengirim umpan terobosan pada menit ke-51 dan Donyell Malen menyelesaikannya dengan baik untuk membuat Roma kembali memimpin, kali ini dengan skor 2-1.

Enam menit kemudian, Malen kembali menjadi pembeda. Soule memberikan bola ke ruang kosong, kemudian Malen berhasil melewati situasi satu lawan satu dengan Courtois. Gol keduanya malam itu membuat Roma unggul 3-1 dan menempatkan Madrid dalam situasi sulit.

Madrid sempat mengira telah memperkecil ketertinggalan pada menit ke-67. Mbappe memasukkan bola ke gawang Roma, tetapi wasit Francois Letexier membatalkan gol tersebut setelah menilai sang penyerang berada dalam posisi offside.

Pembatalan itu tidak menghentikan upaya Madrid. Mereka terus menaikkan intensitas permainan, dengan serangan dari sisi sayap dan bola mati menjadi bagian penting dari tekanan pada pertahanan Roma. Pergantian pemain turut memberi energi baru kepada tim tamu pada fase penentuan laga.

Tiga Gol Penentu dalam Tujuh Menit

Jalan Madrid untuk kembali terbuka pada menit ke-83. Dalam kemelut di depan gawang Roma setelah sebuah sundulan Endrick, Carlos Espi menjadi pemain yang paling cepat menyambar bola. Wasit sempat meninjau insiden tersebut sebelum akhirnya mengesahkan gol. Skor berubah menjadi 3-2.

Dua menit sesudahnya, Madrid menyamakan skor. Sepak pojok Arda Guler mengarah ke Endrick, yang menyundul bola melewati Gollini. Roma yang sebelumnya tampak menguasai pertandingan mendadak harus menghadapi tekanan besar pada menit-menit tersisa.

Drama mencapai puncaknya tepat pada menit ke-90. Guler kembali mengirim sepak pojok berbahaya. Antonio Rudiger memenangi duel udara dan mengarahkan sundulannya ke dalam gawang. Gol itu mengubah skor menjadi 4-3 bagi Real Madrid sekaligus melengkapi pembalikan keadaan yang luar biasa.

Kemenangan ini memperlihatkan betapa menentukan detail dalam pertandingan level Liga Champions. Roma mampu membangun keunggulan melalui permainan cepat dan efektif, tetapi gagal mempertahankannya ketika Madrid semakin dominan dalam situasi bola mati menjelang akhir laga. Tiga gol dalam rentang singkat mengubah pertandingan yang tampak berada dalam kendali tuan rumah.

Susunan Pemain

AS Roma bermain dengan formasi 3-4-1-2: Gollini; Mancini digantikan Balerdi pada menit ke-63, N'Dicka, Hermoso yang kemudian digantikan Koulierakis pada menit ke-81; Molina, De Roon, Kone yang keluar untuk Pisilli pada menit ke-17, Wesley Franca; Soule digantikan Pellegrini pada menit ke-63; Dybala digantikan Mora pada menit ke-46, serta Malen.

Real Madrid memakai susunan 4-2-3-1: Courtois; Dumfries yang digantikan Guler pada menit ke-59, Rudiger, Konate, Cucurella yang digantikan Carreras pada menit ke-78; Valverde, Tchouameni yang memberi tempat kepada Bernardo Silva pada menit ke-70; Diomande digantikan Espi pada menit ke-78, Vinicius Junior digantikan Endrick pada menit ke-59, Bellingham; dan Mbappe.

Bagi Madrid, tiga poin dari Olimpico menjadi modal penting dalam persaingan klasemen. Sementara itu, Roma harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan 3-1, terutama dalam menghadapi rangkaian sepak pojok yang menentukan hasil pertandingan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tiga gol menit menit terakhir antar?

Tiga gol menit menit terakhir antar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga gol menit menit terakhir antar matter?

Tiga gol menit menit terakhir antar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.