Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indonesia Re gelar uji emisi kendaraan dinas dukung Langit Biru

Published September 29, 2026 · Updated September 29, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

Indonesia Re Perkuat Pengendalian Emisi Lewat Pemeriksaan Kendaraan Dinas

Beritaturah.com – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re memulai pengujian emisi untuk kendaraan operasional dan kendaraan dinas di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Langit Biru, sekaligus upaya mengendalikan dampak emisi dari aktivitas transportasi perusahaan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memetakan kadar emisi kendaraan yang digunakan sehari-hari dan memastikan kondisinya masih memenuhi ketentuan ambang batas yang berlaku. Hasil pengujian diharapkan membantu perusahaan menentukan kebutuhan perawatan maupun perbaikan bagi kendaraan yang memerlukan penanganan.

Langkah awal di lingkungan perusahaan

Kepala Divisi TISL & ESG Indonesia Re, Mardian Adhitya, menyampaikan bahwa pengukuran ini dilakukan secara sukarela sebagai tahap awal pengelolaan emisi di lingkungan internal perusahaan.

“Kami ingin secara sukarela mengukur emisi kendaraan yang kita pakai sehari-hari. Ini tahap awalnya, mengukur dulu di lingkungan perusahaan. Kita sama-sama ingin mencapai Langit Biru,” kata Mardian.

Bagi perusahaan, pengujian emisi tidak semata-mata menjadi pemeriksaan teknis kendaraan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memahami kondisi armada yang masih digunakan, termasuk potensi sumber emisi yang dapat ditekan melalui pemeliharaan rutin, perbaikan komponen, atau penyesuaian penggunaan kendaraan.

Transportasi berbasis bahan bakar fosil masih menjadi salah satu bagian dari operasional banyak organisasi. Karena itu, pengukuran emisi dapat memberikan gambaran awal mengenai efektivitas kondisi mesin dan sistem pembakaran kendaraan. Ketika hasilnya menunjukkan emisi melebihi batas, perusahaan dapat menjadikannya dasar evaluasi sebelum menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Bagian dari komitmen TJSL dan ESG

Mardian menjelaskan bahwa uji emisi kendaraan masuk dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Indonesia Re sebagai badan usaha milik negara. Inisiatif ini sejalan dengan dukungan terhadap agenda pemerintah menuju net zero emission.

Walaupun bergerak di bidang jasa keuangan, Indonesia Re tetap mengupayakan pengurangan dampak lingkungan dari kegiatan kantor dan operasionalnya. Pendekatan tersebut dijalankan melalui program yang berkaitan dengan lingkungan, sosial, serta tata kelola atau ESG.

Pengendalian emisi kendaraan melengkapi sejumlah langkah yang telah diterapkan perusahaan. Indonesia Re telah memasang panel surya di area kantornya. Melalui program TJSL, panel surya juga dipasang pada sekolah-sekolah yang berada di sekitar lingkungan kantor perusahaan.

Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu upaya untuk mendukung penggunaan sumber energi yang lebih beragam dalam aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, kebijakan lingkungan di tempat kerja juga diterapkan melalui perubahan kebiasaan yang dapat dilakukan karyawan, seperti mengurangi pemakaian air minum kemasan sekali pakai saat rapat dengan menggunakan tumbler.

Indonesia Re turut menerapkan pola kerja tanpa kertas atau paperless. Langkah ini diarahkan untuk menekan kebutuhan material cetak dalam kegiatan administrasi dan koordinasi. Perubahan kecil dalam kebiasaan kerja dapat menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya yang lebih efisien bila dilakukan secara konsisten.

Dorong penggunaan transportasi publik

Selain menata penggunaan kendaraan dinas, perusahaan juga mendorong pegawai untuk memilih transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Mardian menyebut saat ini 60 persen karyawan Indonesia Re telah menggunakan transportasi publik.

“Sekarang 60 persen karyawan Indonesia Re menggunakan transportasi publik,” ujarnya.

Peningkatan penggunaan angkutan umum dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dalam perjalanan menuju dan dari tempat kerja. Bagi perusahaan, kebijakan semacam ini juga memperluas upaya pengendalian dampak operasional, karena perhatian tidak hanya diarahkan pada kendaraan milik perusahaan, tetapi juga pada pola mobilitas para pekerja.

Indonesia Re telah melakukan penghitungan penggunaan air, listrik, dan bahan bakar dengan ukuran yang lebih terstruktur sejak 2022. Data pemakaian tersebut digunakan untuk memantau kebutuhan sumber daya serta menjadi pijakan dalam mendorong pengurangan konsumsi dari tahun ke tahun.

Pencatatan penggunaan sumber daya penting untuk melihat perubahan secara lebih jelas. Dengan mengetahui pola konsumsi listrik, air, maupun bahan bakar, perusahaan dapat mengevaluasi area yang membutuhkan penghematan atau perbaikan pengelolaan. Dalam konteks kendaraan, data pengujian emisi dapat melengkapi catatan penggunaan bahan bakar dan kondisi armada.

Transisi kendaraan listrik dan hibrida

Sejumlah kendaraan Indonesia Re telah memanfaatkan teknologi elektrifikasi. Kendaraan yang digunakan jajaran direksi telah didukung kendaraan listrik, sementara sebagian kendaraan kepala divisi menggunakan kendaraan hibrida.

Namun, kendaraan operasional perusahaan masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil. Di dalam armada tersebut terdapat pula dua kendaraan yang memakai bahan bakar diesel. Kondisi ini membuat pemeriksaan emisi tetap relevan sebagai langkah pengawasan terhadap kendaraan yang belum beralih ke teknologi listrik atau hibrida.

Mardian berharap tim teknisi dapat memberikan masukan apabila ditemukan kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan. Saran teknis diperlukan agar perusahaan dapat memahami tindakan yang tepat, terutama bila angka emisi melampaui standar yang ditetapkan.

“Kami juga mohon saran dari tim teknisi, kira-kira apa yang harus kami lakukan seandainya tidak lulus tes, misalkan emisinya melewati batas ambang,” katanya.

Evaluasi hasil pengujian nantinya dapat digunakan untuk menentukan langkah perawatan dan perbaikan kendaraan. Perusahaan berharap pengelolaan armada yang lebih baik, penggunaan energi yang lebih terukur, serta perubahan kebiasaan mobilitas dapat bersama-sama membantu mengurangi dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan.

“Harapannya kita bersama-sama bisa mengurangi dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan,” ujar Mardian.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Re gelar uji emisi kendaraan?

Indonesia Re gelar uji emisi kendaraan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Re gelar uji emisi kendaraan matter?

Indonesia Re gelar uji emisi kendaraan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.