Museum Tekstil hadirkan umbul-umbul “Caruban Nagari”
Museum Tekstil Hadirkan Umbul-Umbul Caruban Nagari dalam Pameran Bersejarah
Beritaturah.com – Museum Tekstil hadirkan umbul umbul Caruban Nagari sebagai bagian dari pameran spesial yang merayakan warisan budaya Nusantara. Kolaborasi antara Museum Tekstil dengan Himpunan Wastraprema (HWP) ini menghadirkan bendera bersejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat Sunda Kelapa melawan penjajah Portugis. Pameran bertema "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" ini diselenggarakan dalam rangka peringatan 50 tahun berdirinya Museum Tekstil, menampilkan koleksi-koleksi penting yang jarang dipamerkan kepada publik.
Sejarah Panjang Bendera Caruban Nagari
Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, menyampaikan bahwa bendera Caruban Nagari dibuat pada tahun 1776 oleh Keraton Cirebon. Namun, versi aslinya telah dibawa oleh Fatahillah saat memimpin serangan terhadap Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527. Bendera ini bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan juga representasi spiritual yang kuat bagi masyarakat Jawa-Sunda kala itu.
"Benderanya dibuat dengan teknik batik tulis. Kemudian, motifnya menggunakan kaligrafi Islam. Jadi maknanya sungguh luar biasa," ujar Sri dalam siaran Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Detail tekstil pada bendera ini menunjukkan keahlian tinggi dalam pembuatan kain tradisional. Teknik batik tulis yang digunakan menghasilkan motif-motif yang tahan lama dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Kaligrafi Islam yang terukir pada permukaan bendera menambah dimensi spiritual yang mendalam bagi para pengunjung yang datang untuk melihat langsung peninggalan bersejarah ini.
Elemen Religius dan Simbol Kekuasaan
Bendera Caruban Nagari memuat berbagai elemen religius yang sangat penting dalam tradisi Islam Nusantara. Di antaranya terdapat kalimat Basmallah, syahadat, serta ayat-ayat suci dari Surat Al-Ikhlas, Al-An'am ayat 103, dan Ash-Shaff ayat 13. Ayat-ayat tersebut mengandung makna pertolongan dan kemenangan yang dekat bagi umat Islam yang berjuang.
Selain tulisan suci, bendera ini juga menampilkan simbol macan Ali dan pedang Zulfiqar. Dalam tradisi Jawa-Sunda kuno, macan melambangkan keberanian, kewibawaan, serta penjaga hutan. Simbol ini kemudian berpadu dengan pengaruh Persia yang menjuluki Ali bin Abi Thalib sebagai Singa Tuhan. Kombinasi simbol-simbol ini menciptakan narasi visual yang kuat tentang kekuatan spiritual dan militer.
Museum Tekstil menghasilkan replika bendera pada tahun 2010 untuk keperluan pameran. Sri menjelaskan bahwa bendera asli masih tersimpan di museum karena kondisinya yang sudah sangat tua sehingga tidak mungkin lagi dipamerkan secara langsung kepada pengunjung. Replika ini dibuat dengan ketelitian tinggi untuk mempertahankan detail asli bendera bersejarah tersebut.
"Aslinya masih ada di Museum Tekstil, kami simpan di storage karena sudah sangat tua. Tidak mungkin lagi kami pamerkan. Pada tahun 2010 Museum Tekstil membuat replika. Duplikatnya yang dipakai untuk dipamerkan di beberapa kesempatan," kata Sri.
Pengakuan Nasional dan Informasi Pameran
Bendera Cirebon pernah diabadikan dalam seri prangko bertajuk "Sekilah Sejarah Kota Jakarta" pada tahun 2008. Prangko bernilai Rp10 ribu tersebut menampilkan kibaran bendera yang bersanding dengan Fatahillah, bersama siluet pasukan berkudanya. Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya bendera Caruban Nagari dalam sejarah nasional Indonesia.
Pameran "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" berlangsung dari 24 Juni hingga 30 Agustus 2026. Bendera Caruban Nagari menjadi salah satu peninggalan sejarah yang menjadi sorotan utama dalam pameran ini. Pengunjung dapat melihat langsung replika bendera yang telah melalui perjalanan panjang sejak abad ke-16.
Frequently Asked Questions
Di mana lokasi pameran Museum Tekstil hadirkan umbul umbul Caruban Nagari?
Pameran diselenggarakan di Museum Tekstil yang berlokasi di Jakarta. Pengunjung dapat mengunjungi museum untuk melihat langsung replika bendera Caruban Nagari yang dipamerkan.
Berapa lama pameran berlangsung?
Pameran "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" berlangsung dari 24 Juni hingga 30 Agustus 2026. Ini memberikan waktu yang cukup bagi pengunjung untuk menikmati koleksi-koleksi bersejarah yang dipamerkan.
Apakah bendera asli Caruban Nagari masih ada?
Ya, bendera asli masih tersimpan di Museum Tekstil. Namun, karena kondisinya yang sudah sangat tua, bendera asli disimpan di storage dan tidak dipamerkan secara langsung. Pengunjung dapat melihat replika yang dibuat pada tahun 2010.
Bagaimana cara mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pameran?
Pengunjung dapat menghubungi Museum Tekstil atau mengunjungi situs resmi museum untuk mendapatkan informasi terbaru tentang jadwal, tiket, dan kegiatan terkait pameran umbul-umbul Caruban Nagari.