Petugas gabungan perkuat razia di Lapas Narkotika Jakarta
Razia Mendadak Perketat Pengawasan di Lapas Narkotika Jakarta
Beritaturah.com – Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta kembali diperkuat melalui razia gabungan yang digelar secara mendadak pada Kamis malam, 17 September. Kegiatan ini melibatkan 110 personel dari berbagai unsur untuk memeriksa lingkungan hunian yang ditempati lebih dari 2.000 warga binaan perkara narkotika.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lapas tetap bebas dari peredaran narkoba serta penggunaan alat komunikasi yang tidak sah. Pemeriksaan dilakukan setelah seluruh personel mengikuti apel kesiapan, sehingga pembagian tugas dan pelaksanaan penggeledahan dapat berlangsung terkoordinasi.
Sejumlah unsur aparat diterjunkan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta mengoordinasikan razia bersama Direktorat Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, jajaran Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Polres Metro Jakarta Timur, Koramil, Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur, serta unsur Brimob.
Kepala Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Wachid Wibowo menjelaskan bahwa keterlibatan lintas instansi dimaksudkan agar pemeriksaan dapat menjangkau area hunian secara menyeluruh. Kehadiran petugas gabungan juga memperkuat pengendalian keamanan di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Kami pada Kamis (17/9) malam melaksanakan razia yang sifatnya insidental atau mendadak dan ini kami lakukan secara gabungan,” kata Wachid Wibowo.
Razia insidental merupakan salah satu bentuk pengawasan yang memberi unsur kejutan dalam pelaksanaannya. Dalam konteks lapas, pemeriksaan seperti ini diarahkan untuk menutup peluang masuk, penyimpanan, maupun pemakaian barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan proses pembinaan warga binaan.
Tidak ditemukan narkoba maupun komunikasi ilegal
Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas tidak menemukan narkoba ataupun alat komunikasi ilegal. Hasil ini diperoleh setelah pemeriksaan di area hunian lapas yang menjadi sasaran utama operasi tersebut.
Selain memeriksa barang dan ruang hunian, petugas turut membuka dialog dengan warga binaan. Dalam kesempatan itu, warga binaan menyampaikan bahwa mereka tidak menggunakan narkoba. Pernyataan tersebut kemudian sejalan dengan hasil razia yang tidak menemukan barang bukti narkotika.
“Saat kami melaksanakan razia, kami bersyukur Alhamdulillah tidak ditemukan narkoba dan alat komunikasi ilegal. Kami juga sempat berdialog dengan warga binaan dan mereka menyebut tidak menggunakan narkoba, dan terbukti dalam razia kami tidak menemukan itu,” jelas Wachid.
Meski tidak ada temuan narkoba atau perangkat komunikasi ilegal, pemeriksaan tetap menghasilkan sejumlah barang yang penggunaannya dibatasi di lingkungan hunian. Petugas mengamankan benda berbahan logam, termasuk sendok logam dan gunting berukuran kecil.
Barang-barang tersebut akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Pembatasan terhadap benda tertentu di lapas berkaitan dengan kebutuhan menjaga ketertiban dan mengurangi potensi penyalahgunaan di area hunian.
50 warga binaan menjalani tes urine acak
Rangkaian razia tidak berhenti pada penggeledahan fisik. BNNK Jakarta Timur juga melakukan pemeriksaan urine terhadap 50 warga binaan yang dipilih secara acak. Pemeriksaan serupa turut dijalani petugas, terutama personel keamanan yang berinteraksi langsung dengan warga binaan dan layanan pemasyarakatan.
Seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif. Temuan ini menjadi bagian penting dari evaluasi kondisi lapas, karena pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika mencakup warga binaan sekaligus petugas yang menjalankan fungsi pelayanan dan pengamanan.
“Kami juga melakukan tes urine untuk petugas dan warga binaan semuanya hasilnya negatif. Urine juga dilakukan khusus untuk petugas keamanan yang berhubungan langsung dengan warga binaan dan pelayanan, semua hasilnya negatif,” kata Wachid.
Pemeriksaan acak membantu memastikan pengawasan tidak hanya bertumpu pada temuan barang saat penggeledahan. Tes urine menjadi pelengkap dalam upaya mendeteksi indikasi penggunaan narkotika di lingkungan yang memiliki tingkat pengawasan khusus seperti lapas narkotika.
Bagian dari program aksi pemasyarakatan
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dilaksanakan sebagai bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut atas perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Pengamanan lapas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena pelaksanaannya mencakup pemeriksaan hunian, pengendalian barang, pengawasan petugas, hingga pemeriksaan kesehatan atau urine. Koordinasi antara unsur pemasyarakatan, kepolisian, TNI, BNN, dan Brimob dalam kegiatan ini memperlihatkan penanganan dilakukan secara terpadu.
“Tentunya untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba dan alat komunikasi ilegal,” ucap Wachid.
Hasil negatif dalam penggeledahan dan tes urine menjadi gambaran kondisi saat razia berlangsung. Namun, pengawasan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan hunian lapas terjaga, proses pembinaan dapat berjalan tertib, dan tujuan menciptakan area pemasyarakatan yang bebas narkoba serta alat komunikasi ilegal terus diwujudkan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Petugas gabungan perkuat razia di Lapas?Petugas gabungan perkuat razia di Lapas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Petugas gabungan perkuat razia di Lapas matter?Petugas gabungan perkuat razia di Lapas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.