HUT RI, pedagang bendera sejak ’90an di Jaksel berharap ekonomi pulih
HUT RI Pedagang Bendera Sejak 90an di Jakarta Selatan Ceritakan Kondisi Pasar
Sejarah Panjang Berjualan di Pasar Minggu
Beritaturah.com – Pasar Minggu di Jakarta Selatan telah menjadi rumah bagi Darsono selama lebih dari tiga dekade. Sebagai HUT RI pedagang bendera sejak 90an, pria asal Cirebon ini memulai usahanya pada tahun 1995 dan sejak itu tidak pernah berhenti berjualan. Kehadirannya di pasar ini telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal yang mengenalnya sebagai pedagang bendera yang konsisten.
Kini, di usia Indonesia yang ke-81 tahun, Darsono merasakan kondisi pasar yang berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa penurunan penjualan tahun ini bukan hanya terjadi secara musiman, tetapi juga mencerminkan perubahan ekonomi yang lebih luas. Banyak pedagang lain di area yang sama juga merasakan hal serupa, namun Darsono merasa dampaknya lebih terasa karena ia telah berpengalaman selama puluhan tahun.
Penurunan Penjualan yang Signifikan
Menurut data yang disampaikan Darsono, penjualan tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa pandemi COVID-19 yang juga sempat memengaruhi banyak sektor usaha. Namun, menurut pengakuannya, situasi tahun ini bahkan lebih buruk dibandingkan masa pandemi tersebut.
"Paling parah tahun sekarang penjualannya, kalau saat COVID lumayan. Tahun sekarang saja penjualan anjlok," ujarnya kepada wartawan di Jakarta pada hari Kamis.
Darsono menambahkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, modal yang ia keluarkan sudah bisa tercapai di hari-hari tertentu menjelang HUT RI. Namun, tahun ini modal saja belum kembali sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat juga mengalami penurunan yang signifikan.
Modal Belum Kembali, Pendapatan Harian Terbatas
Darsono telah membuka lapaknya sejak 28 Juli 2026 untuk menyambut perayaan HUT RI. Ia menjual berbagai pernak-pernik peringatan dengan harga yang bervariasi. Bendera kecil dijual mulai dari Rp10.000, sementara bendera besar berukuran 10 gelombang mencapai Rp200.000. Sebagian barang dagangannya berasal dari modal sendiri, sementara sisanya diperoleh melalui sistem setoran dari pihak lain.
Kini, menjelang satu minggu perayaan, modal pribadi sebesar Rp8 juta yang ia keluarkan belum kembali sepenuhnya. Pendapatan harian yang ia dapatkan hanya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, namun belum bisa dikatakan sebagai keuntungan yang memuaskan.
"Ya kalau tahun kemarin mah rejeki orang dagang enggak tau ya. Kalau sekarang mah sepinya itu ya sepi banget dapat Rp200 ribu, Rp300 ribu cukup buat makan aja itu, kemarin saja cuma dapat Rp150 ribu," ungkapnya.
Harapan Masyarakat Kecil untuk Pemulihan Ekonomi
Meskipun suasana pernak-pernik HUT RI tahun ini terasa meriah, hal tersebut tidak berbanding lurus dengan omzet para pedagang musiman. Mereka yang menggantungkan rezeki pada momen ini merasakan dampak yang signifikan terhadap pendapatan mereka. Darsono berencana melanjutkan berjualan hingga H-2 HUT RI dan berharap masih ada pembeli di sisa hari menjelang puncak perayaan.
Bagi HUT RI pedagang bendera sejak 90an ini, harapan terbesar adalah kondisi ekonomi masyarakat kecil dapat segera membaik di usia Indonesia yang ke-81 tahun. Ia percaya bahwa dengan pemulihan ekonomi, kehidupan pedagang seperti dirinya akan kembali normal.
"Sebagai masyarakat kecil, mudah-mudahan saja ekonominya membaik," ucapnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pedagang Bendera di HUT RI
Berapa lama Darsono berjualan bendera di Pasar Minggu? Darsono telah berjualan bendera di Pasar Minggu sejak tahun 1995, atau lebih dari 30 tahun lamanya.
Berapa modal yang dikeluarkan Darsono untuk HUT RI tahun ini? Modal pribadi yang dikeluarkan Darsono untuk HUT RI tahun ini sebesar Rp8 juta.
Berapa rentang harga bendera yang dijual Darsono? Harga bendera yang dijual Darsono bervariasi mulai dari Rp10.000 untuk bendera kecil hingga Rp200.000 untuk bendera besar berukuran 10 gelombang.
Berapa pendapatan harian Darsono saat ini? Pendapatan harian Darsono saat ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000.
Kapan Darsono berencana berhenti berjualan? Darsono berencana melanjutkan berjualan hingga H-2 HUT RI.