Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemkot tertibkan kreator konten jual minuman alkohol di Taman Mataram

Published July 16, 2026 · Updated July 16, 2026 · By Jennifer Jackson

Pemkot Tertibkan Kreator Konten yang Filmkan Jual Minuman Alkohol di Taman Mataram

Pemkot tertibkan kreator konten jual minuman - Kota Jakarta Selatan kembali menunjukkan langkah tegas dalam mengatasi masalah keberadaan kreator konten yang menggambarkan penjualan minuman beralkohol di Taman Mataram, Kebayoran Baru. Tindakan ini diambil pada hari Minggu, 12 Juli 2026, oleh Tim Satpol PP setempat yang menindak seorang pemilik akun TikTok bernama @icecoldsodaa. Tujuan utama dari operasi tersebut adalah memastikan Taman Mataram tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sesuai dengan aturan kebersihan lingkungan serta pengawasan sosial. "Kami mengambil langkah ini untuk menegakkan ketertiban dan mencegah aktivitas jual beli minuman beralkohol yang bisa memengaruhi kenyamanan pengunjung," jelas Kasatpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti kepada media di Jakarta, Kamis. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemkot dalam mengendalikan keberadaan konten yang dianggap mengganggu.

Detail Peristiwa dan Penjelasan dari Kasatpol PP

"Video yang dibuat hanya untuk keperluan konten, bukan untuk menjual minuman beralkohol secara nyata," ujar Nanto. Ia menjelaskan bahwa dalam video tersebut terlihat dua pria berperan sebagai penjual dan pembeli minuman di atas gerobak. Adegan ini memperlihatkan gelas besar berisi minuman alkohol yang ditampilkan secara dramatis. Meski tidak ada transaksi nyata, video tersebut berpotensi mengundang pengunjung untuk mencoba minuman beralkohol di area yang seharusnya hanya diperbolehkan untuk penggunaan warga.

Pemkot mengambil keputusan setelah menerima laporan dari petugas keamanan taman yang menemukan aktivitas tersebut terjadi secara rutin. Nanto mengatakan, tim Satpol PP melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengumpulkan informasi dari petugas keamanan Duta Besar Maroko yang hadir di lokasi. Hasilnya, kegiatan ini dianggap sebagai upaya kreatif yang mungkin memperkuat citra Taman Mataram sebagai tempat berbagai kegiatan. Namun, dengan adanya penjualan minuman beralkohol yang tidak dilengkapi izin, tindakan penertiban dianggap perlu untuk menjaga keselarasan aturan dan norma sosial.

Analisis Kebijakan dan Dampak pada Masyarakat

Langkah penertiban ini mencerminkan komitmen Pemkot dalam mengendalikan keberadaan kreator konten yang memanfaatkan ruang publik untuk aktivitas komersial. Nanto menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menargetkan pembuatan konten secara umum, tetapi lebih fokus pada konten yang menciptakan kesan tidak terkendali. "Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan di Taman Mataram tetap berjalan sesuai dengan prinsip kesopanan dan kenyamanan bersama," imbuhnya. Penertiban ini juga menunjukkan bahwa pemerintah kota siap melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran kecil yang dapat mengganggu keharmonisan lingkungan.

Kehadiran kreator konten di Taman Mataram menimbulkan perdebatan antara kreativitas dan pengelolaan ruang publik. Sejumlah warga mengapresiasi inisiatif ini karena mengurangi kekacauan yang sering terjadi, sementara sebagian lain menilai bahwa konten tersebut bisa menjadi sarana promosi yang positif. Nanto menambahkan, pihaknya akan terus memantau aktivitas serupa dan memperketat koordinasi dengan pihak pengelola taman. "Kami ingin menciptakan lingkungan yang sehat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental bagi pengunjung," pungkasnya. Ini menunjukkan bahwa Pemkot tidak hanya memikirkan aspek estetika, tetapi juga fungsi sosial dan budaya dari ruang terbuka tersebut.

Penegakan Hukum dan Langkah Pemkot ke Depan

Tim Satpol PP Jakarta Selatan menegaskan bahwa penertiban terhadap @icecoldsodaa bukanlah tindakan sembarangan, melainkan hasil investigasi yang matang. Setelah memverifikasi bahwa aktivitas jual beli tidak dilakukan secara langsung, petugas memberikan peringatan dan meminta kreator konten itu untuk menghentikan kegiatan tersebut. "Saat ini, Taman Mataram dalam kondisi aman dan kondusif," tambah Nanto. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini tidak menghilangkan ruang untuk kreativitas, tetapi memberikan batasan agar tidak melanggar prinsip kebersihan dan keamanan lingkungan.

Dalam jangka panjang, Pemkot Jakarta Selatan berencana mengadakan workshop atau pelatihan untuk kreator konten lokal, agar mereka memahami aturan penggunaan ruang publik. Selain itu, pihaknya juga ingin mengintegrasikan kreator konten dalam program pengembangan Taman Mataram sebagai bentuk kolaborasi yang lebih produktif. Nanto menyebutkan, pemerintah kota akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap kegiatan di taman tetap memberi dampak positif. "Kami ingin menciptakan ekosistem yang seimbang antara kreativitas dan tanggung jawab sosial," tegasnya. Dengan demikian, Pemkot berharap bisa menyeimbangkan antara kebebasan ekspresi dan pengelolaan ruang publik yang efektif.