Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Warga Duren Tiga Jaksel sulap galon bekas jadi pot dan hiasan HUT RI

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

Bang Ipul dan Galon Bekasnya: Menghidupkan Lingkungan untuk HUT RI ke-81

Beritaturah.com – Jakarta Selatan kini memiliki satu lagi cerita inspiratif dari warga Gang Jalan Timo Terusan RT 11/RW 03, Duren Tiga, Pancoran. Saepul Rohman, pria berusia 62 tahun yang akrab dipanggil Bang Ipul, telah berhasil mengubah tumpukan galon air minum bekas menjadi karya seni yang mempercantik lingkungan. Inisiatif ini semakin mendapat perhatian di momen perayaan HUT 81 Republik Indonesia.

Dari Hobi Iseng Menjadi Passion

Saat ditanya tentang awal mula kegiatannya, Saepul menjelaskan bahwa semuanya bermula dari kebetulan. "Awalnya banyak galon-galon bekas. Saya kepikiran bikin pot saja, biar lingkungan bagus, biar hijau," kata Saepul kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai sekitar empat tahun silam. Awalnya hanya dilakukan sebagai kegiatan iseng di sela-sela pekerjaannya sebagai dekorator pernikahan. Namun, setelah berhasil membuat beberapa pot, Saepul mulai bereksperimen dengan bentuk-bentuk lain. Kini, galon-galon tersebut telah disulap menjadi berbagai kreasi, mulai dari pot tanaman hingga ondel-ondel dan burung.

Dukungan Warga yang Luar Biasa

Kreativitas Bang Ipul tidak lepas dari dukungan warga sekitar. Banyak yang mulai menyimpan galon bekas untuk diberikan kepadanya. "Kalau ada botol disimpan. Pas ada saya, 'Ipul, nih ada galon banyak'. Jadi dukungan warganya bagus," ujarnya dengan senang hati.

Tidak hanya galon, Saepul juga memanfaatkan berbagai barang bekas lainnya. Wadah cat bangunan bekas dan benda-benda lain turut menjadi bahan kreasinya. Semua barang tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum dicat dan digambar sesuai desain yang diinginkan.

Proses Kreatif yang Teliti

Menurut Saepul, proses pembuatan dimulai dengan mencuci galon menggunakan sabun. Langkah ini penting untuk menghilangkan minyak atau kotoran yang dapat membuat cat tidak menempel dengan baik. Setelah kering, permukaan diberi cat dasar putih sebelum digambar dan dicat sesuai desain.

Untuk karya sederhana, satu karya dapat diselesaikan sekitar 10 menit. Namun, pembuatan karya yang lebih rumit seperti sepasang ondel-ondel dapat memakan waktu hingga dua hari. Seluruh proses dikerjakan oleh Saepul sendiri dengan modal yang dikeluarkan terutama untuk membeli cat, sedangkan bahan utamanya berasal dari barang bekas pemberian warga.

Membuka Peluang untuk Semua

Sebagian hasil karyanya diberikan kepada warga secara cuma-cuma mulai dari Rp5 ribu. Sementara untuk karya yang dipesan, harganya disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatannya. Dengan demikian, Saepul berharap kegiatan tersebut tidak hanya membuat lingkungan lebih menarik, tetapi juga mendorong anak muda untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Pria lulusan SMP itu bahkan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar membuat karya seni dari barang bekas tanpa dipungut biaya. "Kalau ada yang mau silahkan datang, tidak usah bayar. Yang penting ada bahan dan ada kemauan, saya ajarin," katanya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Warga Duren Tiga Jaksel sulap galon?

Warga Duren Tiga Jaksel sulap galon is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga Duren Tiga Jaksel sulap galon matter?

Warga Duren Tiga Jaksel sulap galon matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.