Anggota DPR apresiasi gerak cepat penanganan gempa di NTT
Anggota DPR Puji Respons Cepat Penanganan Gempa Bumi di NTT
Beritaturah.com – Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyampaikan apresiasi atas kecepatan respons pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang turun tangan menangani dampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Menurut Selly, kecepatan gerak tersebut menjadi kunci agar proses evakuasi berjalan optimal dan informasi dapat segera sampai ke warga yang masih dilanda trauma maupun ketakutan.
"Saya juga meminta agar pendataan korban dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian."
Pencarian Korban dan Kebutuhan Dasar Pengungsi
Selly menyampaikan belasungkawa mendalam bagi seluruh pihak yang terdampak, termasuk 38 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa upaya kemanusiaan harus segera digulirkan: menyisir area terdampak, memeriksa puing-puing bangunan runtuh, serta mencari kemungkinan korban tambahan yang masih terjebak.
Dalam konteks logistik, ia menekankan bahwa makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tenaga medis, serta kebutuhan anak-anak sekolah harus tersedia sejak awal penanganan. Bagi Selly, tidak boleh ada anak yang kehilangan rasa aman maupun kesempatan belajar hanya karena menjadi korban bencana. Hal serupa berlaku bagi lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya yang memerlukan perhatian khusus.
Pembukaan Jalur dan Gotong Royong
Selly menyerukan agar BNPB, Polri, dan TNI segera melakukan penyisiran ke wilayah-wilayah yang terdampak gempa. Ia juga mendesak pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik dapat masuk tanpa hambatan.
"Lakukan upaya pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik bisa masuk."
Dengan semangat gotong royong dari semua pihak, penanganan maksimal diyakininya dapat tercapai. Yang terpenting, kata dia, tidak boleh ada masyarakat di daerah terpencil atau wilayah berakses terputus yang merasa ditinggalkan.
Pemulihan Psikososial dan Perlindungan Kelompok Rentan
Selly mendorong Kementerian Sosial melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk memperkuat dukungan psikososial serta pendampingan masyarakat di wilayah terdampak, termasuk daerah yang aksesnya masih terputus. Baginya, penanganan bencana tidak cukup berhenti pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar; pemulihan mental warga juga harus menjadi prioritas.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) wajib memastikan perempuan dan anak memperoleh perlindungan khusus, meliputi trauma healing, pendampingan psikologis, serta penyediaan ruang aman di lokasi pengungsian.
"Jangan sampai bencana menimbulkan trauma berkepanjangan maupun kerentanan baru terhadap kekerasan."
Fokus pada Wisatawan di Labuan Bajo
Dari sisi lain, Selly meminta BNPB mendata sekaligus memfokuskan evakuasi kepada para wisatawan yang berada di NTT, khususnya di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Keselamatan manusia, tegasnya, harus menjadi prioritas utama sembari jalur logistik terus dibuka.
Total 52 Ton Logistik Tersalurkan Sejak Hari Pertama
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyampaikan bahwa tambahan 25 ton bantuan dari pemerintah telah tiba di sejumlah daerah terdampak pada hari kedua penanganan bencana, Minggu (16/8). Dengan demikian, sejak hari pertama — yang bertepatan dengan saat gempa Magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) — total logistik yang disalurkan mencapai 52 ton. Paket bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan dan alat kesehatan, tenda, air bersih, serta kebutuhan lain bagi para pengungsi.
"Di hari kedua, bantuan logistik terus didatangkan untuk saudara-saudara kita di NTT. Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota DPR apresiasi gerak cepat penanganan?Anggota DPR apresiasi gerak cepat penanganan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota DPR apresiasi gerak cepat penanganan matter?Anggota DPR apresiasi gerak cepat penanganan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.