Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gibran sampaikan empati dan minta maaf kepada pengungsi di NTT

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Jessica Taylor - beritaturah.com

Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com

Wapres Gibran Hadiri Posko Pengungsian Gempa di Sikka, NTT: Negara Tidak Akan Meninggalkan Warga

Beritaturah.com – Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi titik temu antara pemimpin negara dan para penyintas gempa pada Kamis. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke posko pengungsian untuk berdialog tatap muka dengan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat guncangan bumi beberapa waktu lalu.

Dalam percakapan terbuka tersebut, Gibran menanyakan satu per satu kondisi serta kebutuhan mendesak yang masih belum terpenuhi oleh para pengungsi. Ia turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga-keluarga yang harus kehilangan anggota terdekat mereka dalam bencana ini.

"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat."

Kewajiban Negara Menjangkau Setiap Sudut Terdampak

Gibran menegaskan bahwa instruksi telah diberikan kepada seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah agar bantuan logistik benar-benar sampai ke tangan setiap penyintas. Kebutuhan yang dimaksud mencakup pangan, air bersih, fasilitas sanitasi, obat-obatan, hingga layanan kesehatan darurat. Ia menekankan bahwa jangkauan bantuan tidak boleh terhambat oleh medan; pemukiman di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau pun harus tetap menjadi prioritas distribusi.

"Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya."

Arahan Presiden dan Komitmen Pemulihan

Merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Gibran menyatakan bahwa kehadiran negara dalam fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana akan dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Pemerintah berupaya memaksimalkan penanganan darurat sekaligus menyiapkan transisi menuju fase rehabilitasi agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi puing-puing bencana tanpa pendampingan.

"Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat."

Pesan Praktis bagi Pengungsi

Kepada para warga yang masih bertahan di posko, Gibran berpesan agar mereka tidak terburu-buru kembali ke rumah yang telah rusak. Potensi gempa susulan masih cukup tinggi sehingga keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Ia memastikan bahwa perbaikan rumah warga, gedung sekolah, serta fasilitas umum lainnya akan segera diproses setelah kondisi memungkinkan.

Menutup kehadirannya di Stadion Gelora Samador, Gibran mendoakan seluruh masyarakat NTT yang tengah melewati masa sulit akibat bencana—khususnya mereka yang kehilangan orang tercinta, kehilangan tempat tinggal, dan masih berjuang di tengah ketidakpastian pascagempa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Gibran sampaikan empati dan minta maaf?

Gibran sampaikan empati dan minta maaf is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gibran sampaikan empati dan minta maaf matter?

Gibran sampaikan empati dan minta maaf matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.