Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Golkar dan PKS tegaskan komitmen sukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran

Published September 15, 2026 · Updated September 15, 2026 · By Patricia Lopez - beritaturah.com

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com

Golkar dan PKS Perkuat Koordinasi untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Beritaturah.com – Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan kesiapan memperdalam komunikasi politik serta memperkuat kerja sama dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuan pengurus pusat kedua partai di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (14/9).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Golkar dan PKS untuk menyelaraskan pandangan mengenai agenda pemerintahan, isu kebangsaan, serta arah kerja sama politik ke depan. Kedua pihak menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan tanggung jawab bersama seluruh partai yang berada di dalam koalisi.

PKS Dinilai Memiliki Posisi Penting

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa PKS mempunyai peran yang berarti dalam susunan koalisi pemerintah. Ia menilai keberadaan PKS dapat memperkuat kerja bersama partai-partai pendukung pemerintahan.

“PKS memiliki positioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil.

Bahlil juga menekankan pentingnya pertemuan antarpimpinan partai koalisi. Komunikasi yang terjaga dinilai dapat membantu masing-masing partai menyatukan langkah, menghindari kesalahpahaman, dan menghadirkan manfaat melalui kolaborasi politik.

“Pertemuan semacam ini penting agar kita bisa berkolaborasi untuk saling menghadirkan manfaat, apalagi kita sebagai partai koalisi yang menginginkan kesuksesan pemerintahan,” ucap Bahlil.

Bagi partai-partai pendukung pemerintah, koordinasi tidak hanya berkaitan dengan dinamika politik di parlemen. Komunikasi juga dibutuhkan untuk menghubungkan aspirasi masyarakat dengan program-program yang dijalankan pemerintah. Karena itu, pertemuan Golkar dan PKS diarahkan pada pembahasan isu yang dinilai memiliki dampak langsung bagi kepentingan publik.

Kesamaan Visi dalam Koalisi

Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyatakan keikutsertaan partainya dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran didasari kesamaan visi. Ia menyoroti sikap Prabowo yang dipandang akomodatif terhadap persoalan umat.

“Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi, bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi,” ujarnya.

Al Muzzammil mengatakan PKS ingin menjadikan hubungan dengan Golkar sebagai salah satu jalur untuk memperluas kerja sama di tengah kehidupan politik nasional. Kedekatan personal para pengurus dan kesamaan pandangan mengenai Indonesia disebutnya sebagai modal untuk membangun kolaborasi yang lebih nyata.

“Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pertemuan kedua partai tidak berhenti pada simbol kebersamaan koalisi. Golkar dan PKS juga membuka pembicaraan mengenai bidang-bidang yang dapat ditangani secara bersama, baik dalam dukungan politik maupun pengawalan kebijakan.

Palestina, UMKM, Energi, dan Sistem Pemilu

Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Persoalan ini menjadi salah satu perhatian yang dibicarakan oleh kedua partai dalam konteks sikap politik dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan internasional.

Golkar dan PKS juga menyinggung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM memiliki posisi penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga pengembangannya menjadi salah satu bidang yang dipandang memungkinkan untuk dikerjakan melalui sinergi politik dan kebijakan.

Sektor energi turut masuk dalam agenda diskusi. Pembahasan mengenai energi memperlihatkan perhatian kedua partai terhadap sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, kegiatan ekonomi, serta arah kebijakan nasional.

Selain isu-isu tersebut, pertemuan itu membicarakan rencana pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Bahlil menyampaikan perlunya sistem pemilu yang mampu menjaga representasi suara masyarakat sekaligus menghasilkan anggota DPR dengan kualitas yang baik.

“Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas,” kata Bahlil.

Pembicaraan mengenai revisi Undang-Undang Pemilu menjadi penting karena sistem pemilu berkaitan langsung dengan cara suara publik diterjemahkan menjadi keterwakilan di parlemen. Golkar dan PKS menempatkan isu tersebut sebagai salah satu hal krusial yang perlu dicermati dalam kerja politik mendatang.

Tindak Lanjut Kerja Sama

Untuk memastikan pembahasan tidak berhenti pada pertemuan awal, kedua partai menugaskan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid. Keduanya akan mendalami format kerja sama yang dapat dijalankan Golkar dan PKS.

Penugasan tersebut menjadi langkah lanjutan untuk menerjemahkan komitmen politik ke dalam agenda yang lebih terarah. Dengan komunikasi yang diperkuat, kedua partai berharap dapat memberikan kontribusi bagi jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran serta mendorong kerja sama pada isu-isu yang telah dibahas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Golkar dan PKS tegaskan komitmen sukseskan?

Golkar dan PKS tegaskan komitmen sukseskan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Golkar dan PKS tegaskan komitmen sukseskan matter?

Golkar dan PKS tegaskan komitmen sukseskan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.