Komisi VII DPR kunjungi Kota Tua dan minta Pemda optimalkan perawatan
Beritaturah.com – Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati bersama sejumlah Anggota Komisi VII DPR RI mengunjungi kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, Rabu, guna meninjau kondisi lokasi bersejarah itu sekaligus meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengoptimalkan perawatan gedung-gedung dan koleksi yang ada. Menurut dia, koleksi-koleksi barang bersejarah yang ada di kawasan Kota Tua beserta gedung-gedungnya berasal dari ratusan tahun lalu, yang tentunya harus dijaga dengan baik. Terlebih lagi, Kota Tua memiliki potensi wisata yang luar biasa karena bisa menarik turis mancanegara.
"Sangat-sangat kami sayangkan masih jarang ya wisatawan terutama bahkan masyarakat Jakarta-nya sendiri pun itu jarang mengunjungi. Jadi, kita ini sebenarnya mau melihat apa potensi yang ada dan sangat menyenangkan sebenarnya," kata Saraswati di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta. Dengan peninjauan itu, dia mengatakan Komisi VII DPR RI akan mencatat hal-hal yang perlu dioptimalkan lagi dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah pusat.
Namun, dia menilai bahwa sebenarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki anggaran yang sangat besar, bahkan bisa lebih besar dibandingkan kementerian. "Karena kalau kita lihat museum-museum sejarah di mancanegara ya, di luar negeri, itu banyak sekali mereka menaruh perhatian pada perawatan," katanya. Dengan demikian, dia pun menginginkan agar museum-museum atau cagar budaya yang ada di Jakarta, baik di bawah kementerian atau pemerintah daerah, untuk bisa terus meningkatkan daya tarik, khususnya bagi generasi muda.
Adapun pada saat kunjungan, para Anggota Komisi VII DPR RI mengunjungi Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta. Di museum itu, mereka didampingi oleh tour guide yang menjelaskan barang-barang, koleksi, serta cerita yang berkaitan dengan gedung itu serta sejarah berdirinya Kota Jakarta. Mereka juga sempat mengunjungi penjara bawah tanah yang ada di museum tersebut, yang dulunya digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Selain itu, mereka juga mengunjungi Cafe Batavia selaku restoran yang sudah cukup lama berdiri di kawasan itu. Dan yang terakhir, mereka pun mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di area timur Kota Tua. Di museum itu, para anggota meninjau barang-barang keramik bersejarah, termasuk keramik-keramik kuno yang berasal dari harta kapal tenggelam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Komisi VII DPR kunjungi Kota Tua?Komisi VII DPR kunjungi Kota Tua is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Komisi VII DPR kunjungi Kota Tua matter?Komisi VII DPR kunjungi Kota Tua matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.