Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mensesneg: Pendirian PFII karena RI dianggap potensial oleh investor

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

PFII: Langkah Strategis Indonesia Menangkap Peluang Investasi Global

Beritaturah.com – Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah konkret melalui pembentukan Pusat Finansial dan Investasi Internasional (PFII). Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki negeri ini sebagai destinasi investasi multinasional. Berdasarkan penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi, Indonesia kini masuk dalam kategori negara yang sangat diminati para investor asing.

Alasan Pendirian PFII

Mensesneg menjelaskan bahwa selama ini Indonesia belum memiliki wadah khusus untuk hal tersebut. Kini, situasi berubah dengan adanya ruang pengembangan yang signifikan. Negara ini dinilai telah memenuhi prasyarat-prasyarat penting untuk menarik modal dari berbagai penjuru dunia.

"Selama ini kita tidak punya itu atau belum punya itu, sekarang kita salah satu negara yang dianggap sangat potensial. Ruang berkembangnya masih cukup besar dan dianggap memiliki prasyarat-prasyarat kunci untuk hadirnya atau datangnya investasi-investasi dari mana pun," ujar Mensesneg di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu.

Respons pemerintah terhadap peluang ini dilakukan secara cepat. Pemerintah menyadari bahwa ketika ada kesempatan, maka tindakan harus segera diambil. Proses persiapan perangkat pendukung berjalan paralel dengan identifikasi potensi pasar.

Lokasi dan Pengembangan PFII

PFII akan dikembangkan di dua wilayah utama, yaitu Jakarta dan Bali. Jakarta ditetapkan sebagai lokasi pertama sebelum kemudian diperluas ke Bali. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga menyebutkan kemungkinan membuka kawasan serupa di daerah lain yang memiliki daya tarik bagi investor asing.

Menurut Kepala Negara, PFII akan menjadi wajah baru pusat keuangan Indonesia. Institusi ini berorientasi pada investasi, teknologi finansial, arbitrase, hingga penyelesaian sengketa komersial dengan standar internasional.

Respons Positif dari Investor Asia

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa respons investor dan pengelola kekayaan keluarga (family office) dari Asia terhadap pengembangan PFII terbilang positif. Pertemuan yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (14/8) tersebut mengundang 70 pihak dari Asia, namun yang hadir mencapai 110 orang.

Acara ini merupakan bagian dari konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027. Kehadiran lebih banyak peserta dari yang diundang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inisiatif PFII. Dengan demikian, Indonesia siap menjadi hub finansial regional yang kompetitif di kancah global.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mensesneg?

Mensesneg is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mensesneg matter?

Mensesneg matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.