New Policy: Ketum PKB Cak Imin resmikan pembentukan organisasi Sigap Bangsa
Ketua Umum PKB Cak Imin Launching Organisasi Sigap Bangsa
New Policy – Jakarta, Sabtu – Dalam acara resmi yang digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, secara resmi meluncurkan organisasi baru bernama Sinergi Aksi Peduli Bangsa (Sigap Bangsa). Inisiatif ini menjadi bagian dari New Policy yang diusung PKB dalam meningkatkan tanggap darurat bencana dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial. Sigap Bangsa bertujuan sebagai platform kolaboratif untuk mengantisipasi risiko bencana sejak dini dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat serta terorganisir.
Inisiatif untuk Meningkatkan Kesiapan Bencana
Dalam pidato resminya, Cak Imin menekankan pentingnya New Policy yang berfokus pada pendekatan proaktif dalam penanggulangan bencana. "Sigap Bangsa didirikan sebagai bentuk komitmen PKB untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana dan membangun sistem siaga yang lebih tangguh," ujarnya. Menurutnya, inisiatif ini juga memperkuat peran organisasi kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Dengan menggabungkan tenaga profesional dan relawan, New Policy akan menciptakan jaringan siaga yang lebih luas dan efektif.
"Sigap Bangsa menjadi bagian dari New Policy yang ingin mengubah pola penanggulangan bencana dari reaktif menjadi proaktif," imbuh Cak Imin. Ia menambahkan, keberadaan organisasi ini juga memberikan ruang bagi warga untuk terlibat langsung dalam upaya mitigasi bencana, yang sebelumnya sering dianggap sebagai tanggung jawab pemerintah saja.
Kontribusi PKB dalam Masyarakat
Organisasi Sigap Bangsa juga diharapkan menjadi bentuk partisipasi PKB dalam pengembangan kepedulian sosial. "Selama ini, partai kami dikenal karena kegiatan politiknya, tetapi sekarang kami juga aktif di bidang kemanusiaan," jelas Ketua DPP PKB Bidang Penanggulangan Bencana, Marwan Dasopang. Ia menekankan bahwa New Policy ini sejalan dengan visi PKB untuk menjadi mitra pemerintah dalam berbagai bidang, termasuk kebencanaan. Sigap Bangsa akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah, universitas, dan komunitas lokal untuk membangun kemampuan adaptif masyarakat terhadap bencana.
"Menggandeng Sigap Bangsa dalam New Policy ini merupakan langkah nyata PKB untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Kami ingin melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan pencegahan bencana," tambah Marwan. Ia juga menyebut bahwa keberadaan organisasi ini merupakan hadiah yang istimewa bagi perayaan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke-28.
Pelatihan dan Kesiapan Relawan
Pembentukan Sigap Bangsa diiringi oleh program pelatihan untuk mengasah kemampuan relawan. Sejumlah 250 orang telah mengikuti pelatihan keterampilan siaga bencana yang dilakukan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB. Pelatihan ini mencakup berbagai bidang seperti penanggulangan bencana alam, kesehatan darurat, dan komunikasi bencana. "New Policy ini juga melibatkan penguatan kapasitas manusia, karena relawan adalah tulang punggung dari tindakan siaga bencana," kata Marwan. Program pelatihan ini akan dilanjutkan di berbagai daerah untuk memperluas jaringan penanggulangan bencana yang mungkin terjadi di seluruh Indonesia.
Komunitas Relawan dan Peran Masyarakat
New Policy PKB menekankan pentingnya peran aktif komunitas relawan dalam menghadapi bencana. "Keterlibatan warga secara langsung menjadi kunci keberhasilan New Policy ini. Mereka harus diberi pelatihan dan sarana untuk berpartisipasi," tambah Cak Imin. Ia menjelaskan bahwa Sigap Bangsa akan menjadi wadah bagi individu-individu yang ingin bergabung dalam kegiatan kemanusiaan, terutama dalam bidang bencana. Organisasi ini akan memberikan pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tugas sesuai dengan keahlian masing-masing anggotanya.
Menurut Cak Imin, New Policy ini juga menggambarkan transformasi PKB menjadi partai yang tidak hanya berkiprah dalam politik, tetapi juga aktif di bidang kepedulian masyarakat. "Sigap Bangsa adalah bukti bahwa kami berkomitmen untuk membangun tanggung jawab sosial yang lebih luas," ujarnya. Ia berharap keberadaan Sigap Bangsa akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya mitigasi.
Program Peluncuran dan Harlah 28 PKB
Acara peluncuran Sigap Bangsa diiringi oleh berbagai program untuk memperkuat New Policy PKB. Selain pelatihan, organisasi ini juga akan mengadakan kampanye kesadaran bencana di berbagai daerah, serta kerja sama dengan lembaga keuangan dan media untuk memperluas penerimaan masyarakat terhadap inisiatif ini. "New Policy ini adalah salah satu bagian dari perayaan Harlah 28 PKB, yang ingin menciptakan dampak positif dalam masyarakat," kata Marwan. Ia menambahkan, acara utama Harlah 28 akan digelar di Jakarta pada 23 Juli 2026, dan Sigap Bangsa menjadi bagian dari program tersebut.