Pidato Presiden mengenai RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan Bagian 1
Ucapan Presiden: RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan (Bagian Pertama)
Beritaturah.com – Sebagai hamba yang beriman, mari kita bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta seluruh alam semesta. Segala doa dan permohonan kita hanya tertuju kepada-Nya. Berkat rahmat dan karunia Ilahi, kita dapat berkumpul dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah mengenai Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya. Acara ini berlangsung dalam keadaan sehat, damai, dan dipenuhi semangat pengabdian serta cinta tanah air.
APBN sebagai Instrumen Perjuangan Bangsa
Kepada Pimpinan dan seluruh Anggota Dewan yang saya hormati, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama, pengawasan, dan dukungan yang telah diberikan dalam penyusunan serta pelaksanaan APBN. Anggaran ini bukan sekadar dokumen keuangan negara. Ia adalah alat perjuangan kita, instrumen untuk melindungi rakyat, dan sarana untuk memperkuat bangsa. Melalui APBN, kita mewujudkan cita-cita kemerdekaan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.
Jika dahulu para pahlawan berjuang agar bangsa Indonesia memiliki negara, hari ini tugas kita bersama adalah memastikan negara kita berhasil. Negara kita dapat memberi peningkatan kualitas hidup pada rakyat kita, negara kita hadir dalam kehidupan setiap rakyatnya.
Negara hadir ketika petani membutuhkan pupuk dan teknologi. Negara hadir ketika nelayan membutuhkan kapal dan tempat menyimpan hasil tangkapannya. Negara hadir ketika buruh membutuhkan perlindungan dalam bekerja dan berkarya. Negara harus hadir ketika anak membutuhkan makanan bergizi dan sekolah yang baik. Negara harus hadir kalau keluarga membutuhkan rumah, air bersih, listrik, pekerjaan, layanan kesehatan, serta perlindungan pada masa sulit.
Kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera kita, bendera merah putih, telah berkibar. Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat kita, kemerdekaan harus terasa di ruang kelas anak-anak kita, kemerdekaan harus terasa di Puskesmas dan rumah sakit, dan di masa depan setiap keluarga Indonesia. Itulah makna APBN sebagai alat perjuangan: setiap Rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan yang nyata bagi rakyat kita.
Kondisi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan dunia yang tidak menentu dan tidak mudah. Harga energi di seluruh dunia meningkat karena perang, suku bunga global tinggi dan bisa naik, nilai tukar berbagai negara tertekan, dan ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia. Namun, di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur perekonomian kita tetap berdiri tegak.
Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat. Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan. Belanja negara tumbuh kuat 18,2 persen. Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi.
Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama dengan disiplin fiskal. Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan kedua-duanya.
Pengakuan Internasional terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia
Pimpinan dan Anggota Dewan yang saya hormati dan saya muliakan, dunia melihat dan memantau sikap kita. Pada tanggal 13 Juli 2026, salah satu rating agency internasional yang tersohor, Standard & Poor's (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil. Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perkonomian Indonesia. Dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade.
S&P bahkan menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara. Ini bukan kata pemerintah, ini bukan kata saya, ini penilaian mereka terhadap kita. Mereka juga menilai bahwa upaya Pemerintah memusatkan pengelolaan dan menutup kebocoran di sektor sumber daya dan mineral dapat meningkatkan penerimaan negara serta devisa ekspor. Mereka secara khusus menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memberantas praktik-praktik under-invoicing dan transfer pr
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pidato Presiden mengenai RUU APBN 2026?Pidato Presiden mengenai RUU APBN 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pidato Presiden mengenai RUU APBN 2026 matter?Pidato Presiden mengenai RUU APBN 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.