Program Terbaru: Potret Buruh Asbes Karawang, Terjebak di Antara Ek…

Subono Masih Mengingat Jelas Ketika Pertama Kalinya Menyadari Asbes Merupakan Bahan Berbahaya

Subono mengaku terkejut, lantaran saat itu ia tengah mencari penghidupan dengan bekerja di sebuah pabrik asbes di Karawang, Jawa Barat. Selama lebih dari 10 tahun menjadi pekerja pabrik asbes, ia baru menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh bahan tersebut. Selama masa kerjanya, tidak ada penjelasan jelas mengenai risiko kesehatan. Perlindungan pekerja hanya berupa masker bedah yang seringkali tidak digunakan. Area produksi kala itu berdebu, meski tidak memiliki bau khas. Setiap bulan, para pekerja akan diperiksa secara rutin, tetapi hasil pemeriksaan tidak pernah disampaikan kepada mereka.

“Bersama beberapa rekan saya, sekitar 12 orang, kami berani melakukan pemeriksaan mandiri. Hasilnya terindikasi (asbetosis),” kata Subono kepada Kompas.com, Selasa (25/11/2025).

Dari informasi yang ia terima, alat perlindungan bagi pekerja kini sudah lebih baik. Selain itu, telah ada rambu-rambu peringatan berupa gambar yang menunjukkan bahaya bagi paru-paru. Namun, Subono memilih tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena khawatir hasilnya akan memengaruhi kondisi mentalnya. Beberapa rekan kerjanya yang didiagnosis asbetosis justru mengalami tekanan psikologis.

Subono Mengalami Kekecewaan atas Kebijakan Upah 2026 yang Belum Disahkan

Kekecewaan terhadap UMSK 2026 yang belum disahkan, membuat massa buruh Majalengka memblokade jalan nasional. Subono menyebutkan bahwa di kalangan keluarga pekerja pabrik asbes, tidak banyak yang mengetahui bahaya yang ditimbulkan bahan tersebut. Ada pula pekerja yang menyadari risikonya, namun tidak mampu memberi tahu keluarga. Salah satu alasan utamanya adalah faktor ekonomi, karena bekerja di pabrik tersebut dianggap sebagai satu-satunya sumber penghasilan.

Upaya Menyuarakan Bahaya Paparan Asbes Terhambat

Subono juga menceritakan bahwa saat masih aktif di serikat pekerja yang menyoroti isu K3, ia sempat mencoba menyuarakan bahaya paparan asbes, termasuk dengan mendatangi pengawas ketenagakerjaan. Namun, respons yang diterima dinilai kurang memadai. Dialog dengan manajemen perusahaan tidak terjadi, karena pihak perusahaan sangat tertutup. Bahkan, ada inspeksi mendadak dari kementerian yang diabaikan oleh perusahaan.

Subono mengaku mendukung langkah pemerintah yang mengeluarkan imbauan agar warga tidak meng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *