Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri
Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM
Beritaturah.com – Jakarta — Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk mengembangkan proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri di Indonesia. Perusahaan asal Arab Saudi ini merupakan operator desalinasi air swasta terbesar di dunia dan pemimpin dalam transisi energi serta pelopor hidrogen hijau berskala komersial. Kesepakatan ini bertujuan membangun fasilitas terintegrasi pertama di Indonesia yang menggabungkan desalinasi air laut dengan produksi garam industri berkapasitas utilitas.
Detail Proyek dan Lokasi
Fasilitas yang direncanakan berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur, ini memiliki nilai investasi sekitar USD 400 juta. Dengan skema Build-Own-Operate, proyek akan dikembangkan melalui perusahaan proyek yang didirikan di Indonesia, menggunakan struktur pembiayaan limited recourse atau non-recourse yang mengandalkan arus kas dari proyek itu sendiri.
Kapasitas fasilitas mencakup produksi sekitar 62.500 meter kubik air hasil desalinasi setiap hari serta 500.000 ton garam industri berkemurnian tinggi per tahun. Pabrik seawater reverse osmosis (SWRO) akan digabungkan dengan lini produksi garam terintegrasi, menciptakan sinergi antara pengelolaan air dan garam.
Konteks Pasar Garam Indonesia
Saat ini Indonesia mengimpor lebih dari 4 juta ton garam industri setiap tahunnya. Permintaan diproyeksikan melonjak menjadi lebih dari 7,7 juta ton pada tahun 2028. Dengan mendapatkan garam berkemurnian tinggi sebagai produk sampingan dari proses pengelolaan brine hasil desalinasi, fasilitas di Gresik dirancang untuk meningkatkan pasokan garam domestik sekaligus menyediakan sumber air yang andal untuk keperluan industri.
Proyek ini juga membuka potensi, tergantung pada hasil studi kelayakan, untuk memulihkan mineral laut lainnya dari proses yang sama.
Penandatanganan dan Saksi
Perjanjian ditandatangani oleh Abraham Mose, Direktur Utama PT GARAM, dan Tim Anderson, Chief Executive Officer PT Acwa Power Indonesia. Acara berlangsung di kantor Danantara di Jakarta, disaksikan oleh Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Danantara sekaligus Menteri Investasi Republik Indonesia.
Pernyataan Para Pemimpin
Dr. Samir J. Serhan, Chief Executive Officer Acwa, menyampaikan:
"Indonesia merupakan pasar pertumbuhan yang penting bagi Acwa, dan perjanjian ini menandai langkah lanjutan dalam komitmen kami untuk mendukung kebutuhan air dan industri jangka panjang negara ini. Dengan memadukan keahlian kami dalam desalinasi air laut berskala besar dan produksi garam industri berkemurnian tinggi, kami memiliki peluang untuk menghadirkan solusi terintegrasi yang memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ambisi Indonesia dalam meningkatkan produksi garam dalam negeri. Kami menantikan kerja sama yang erat dengan PT GARAM dan Danantara untuk memajukan proyek penting ini."
Abraham Mose, Direktur Utama PT GARAM, menambahkan:
"Penandatanganan Joint Development Agreement ini menjadi tonggak penting bagi PT GARAM dalam membangun industri garam yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Hal ini memungkinkan Indonesia meningkatkan kapasitas produksi garam sekaligus membangun ekosistem industri yang mengintegrasikan teknologi desalinasi air laut, produksi garam industri, efisiensi energi, dan potensi pengembangan mineral laut lainnya. Alih teknologi dan pengetahuan juga menjadi inti dari kolaborasi ini, dan tujuan kami adalah memastikan Indonesia memiliki fasilitas produksi berskala dunia beserta sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkannya secara berkelanjutan."
Tim Anderson, Chief Executive Officer PT Acwa Power Indonesia, menjelaskan:
"Ini adalah fondasi yang kuat untuk mengembangkan solusi terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Menggabungkan produksi air hasil desalinasi air laut dan garam industri berkemurnian tinggi dalam satu fasilitas menciptakan potensi untuk menjawab dua prioritas nasional yang penting secara sekaligus. Fokus kami selanjutnya adalah bekerja sama secara erat dengan PT GARAM untuk memajukan proyek ini secara bertanggung jawab dan membangun fondasi bagi keberhasilan pengembangannya dalam jangka panjang."
Kontribusi Acwa dalam Proyek
Berdasarkan perjanjian, Acwa akan berkontribusi melalui pengalamannya dalam pengembangan proyek desalinasi air laut, pemilihan teknologi, desain teknis, struktur pembiayaan, rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, serta operasi dan pemeliharaan jangka panjang. Kolaborasi ini juga mencakup alih pengetahuan dan teknologi, pelatihan, serta berbagi protokol operasi dengan personel dari PT GARAM dan perusahaan terkait.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Proyek Acwa dan PT GARAM
Berapa nilai investasi proyek integrasi desalinasi dan garam industri Acwa dengan PT GARAM? Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar USD 400 juta dengan skema Build-Own-Operate.
Di mana lokasi fasilitas yang akan dibangun? Fasilitas direncanakan berlokasi di Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Berapa kapasitas produksi air dan garam yang dihasilkan? Fasilitas akan memproduksi sekitar 62.500 meter kubik air hasil desalinasi setiap hari serta 500.000 ton garam industri berkemurnian tinggi per tahun.
Apa manfaat proyek bagi industri garam Indonesia? Proyek ini membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor garam industri yang saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton per tahun, dengan proyeksi permintaan mencapai lebih dari 7,7 juta ton pada tahun 2028.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam penandatanganan perjanjian? Perjanjian ditandatangani oleh Abraham Mose (Direktur Utama PT GARAM) dan Tim Anderson (CEO PT Acwa Power Indonesia), dengan Rosan Roeslani sebagai saksi di kantor Danantara Jakarta.