Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Ketahanan Bencana

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Christopher Moore - beritaturah.com

Foto : Christopher Moore - beritaturah.com

IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi Industri dan Ketahanan Bencana di JIExpo Kemayoran

Beritaturah.com – Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, akan menjadi tuan rumah rangkaian acara Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Agenda ini dirancang untuk memastikan bahwa IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi lintas sektor secara nyata, bukan sekadar retorika. Acara terbagi dalam dua pekan utama: Energy Week yang berlangsung pada 2–5 September 2026, serta Engineering Week pada 9–12 September 2026. Sektor yang terlibat mencakup energi dan kelistrikan, pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, hingga teknologi pendukung industri secara umum. Dengan skala dan cakupan tersebut, penyelenggaraan ini diposisikan sebagai salah satu forum terbesar di kawasan yang mempertemukan pemerintah, investor, penyedia teknologi, dan pelaku usaha dalam satu ruang dialog.

Ketahanan Bencana sebagai Pilar Wajib dalam Proyek Industri

Raditya Jati, Deputy of System and Strategy Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menegaskan bahwa aspek mitigasi risiko dan ketahanan wajib menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap proyek industri maupun infrastruktur. Pernyataan ini menjadi landasan filosofis mengapa IEE Series 2026 Perkuat Kolaborasi tidak hanya berfokus pada efisiensi produksi, tetapi juga pada keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri.

"Kita harus membawa Sustainable Resilience dari konsep menjadi praktik. Ukurannya bukan hanya berapa banyak program yang kita miliki, tetapi sejauh mana program-program tersebut saling terhubung, saling memperkuat, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."

Raditya menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan menuntut keterkaitan erat antara pengurangan risiko bencana, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan pengembangan lintas sektor. Aktivitas industri serta pembangunan infrastruktur, menurutnya, memiliki hubungan langsung dengan keselamatan lingkungan, ketahanan ekosistem, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran pabrik. Tanpa integrasi aspek kebencanaan ke dalam desain proyek sejak tahap perencanaan, biaya pemulihan pasca-bencana akan jauh melampaui investasi pencegahan.

Platform Kolaborasi Multisektor dan Inovasi Industri Hijau

Hanung Hanindito, Deputy Event Director Energy & Engineering Series Pamerindo Indonesia, memaparkan bahwa IEE Series bukan sekadar pameran produk industri. Acara ini diposisikan sebagai ruang pertemuan lintas sektor yang mendorong penerapan teknologi dan inovasi secara konkret di lapangan. Desain pameran, menurut Hanung, bertujuan menjembatani teknologi dengan kebutuhan riil industri baik pada tataran operasional maupun strategis.

"IEE Series sebagai platform kolaborasi multisektor untuk mendorong industri hijau dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia."

Ia menambahkan bahwa tren industri global kini semakin condong ke arah pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan, mulai dari sistem monitoring emisi berbasis sensor IoT, material konstruksi rendah karbon, hingga solusi pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Oleh sebab itu, penyelenggaraan ini diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mengenal inovasi terkini sekaligus membuka jalan bagi kerja sama riset dan aliran investasi asing yang bertanggung jawab.

Peluang Investasi dan Dampak Jangka Panjang

Dengan memadukan perspektif industri dan kebencanaan dalam satu kerangka acara, penyelenggaraan ini diproyeksikan tidak hanya menciptakan peluang bisnis dan investasi, tetapi juga merangsang lahirnya solusi yang memperkuat ketahanan industri serta pembangunan nasional secara keseluruhan. Konektivitas antara pemerintah pusat dan daerah, investor domestik maupun asing, penyedia teknologi, pelaku industri, dan masyarakat luas menjadi inti dari visi tersebut. Dampak jangka panjangnya mencakup percepatan adopsi standar keselamatan internasional, peningkatan kapasitas SDM teknis, serta penguatan posisi Indonesia sebagai hub teknologi energi di Asia Tenggara.

FAQ: Informasi Praktis bagi Peserta dan Pengunjung

Kapan dan di mana acara ini berlangsung? Energy Week dijadwalkan pada 2–5 September 2026 dan Engineering Week pada 9–12 September 2026, keduanya bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Peserta dapat mengakses jadwal lengkap dan daftar paviliun melalui kanal resmi penyelenggara menjelang tanggal pelaksanaan.

Siapa yang dapat berpartisipasi? Acara terbuka bagi pelaku industri energi, konstruksi, pertambangan, dan teknologi pendukung; akademisi; lembaga pemerintah; serta investor yang ingin menjajaki peluang kerja sama. Pendaftaran biasanya dibuka beberapa bulan sebelum acara melalui platform daring penyelenggara.

Apakah ada sesi khusus tentang ketahanan bencana? Ya. BNPB dan instansi terkait dijadwalkan menyampaikan materi tentang integrasi mitigasi risiko ke dalam proyek infrastruktur, sehingga pengunjung dapat memahami bagaimana prinsip Sustainable Resilience diterapkan secara teknis di lapangan.

Related Reading