Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau di Pusat Kota Jakarta, Manggarai Jadi Awal Pengembangan TOD

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau Manggarai

Beritaturah.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau di kawasan strategis pusat Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai yang berfokus pada Blok F dan Blok G dengan total luas lahan sekitar 2,19 hektare.

Rencana pembangunan mencakup 3.740 unit hunian dan 150 unit retail. Sebanyak 1.232 unit telah dirancang khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Menengah (MBM). Upacara groundbreaking dijadwalkan pada 21 Agustus 2026, dihadiri oleh Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo.

Integrasi Hunian dan Transportasi Publik

Pengembangan kawasan Manggarai bertujuan mendekatkan hunian dengan transportasi publik, tempat kerja, serta aktivitas perkotaan lainnya. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa kota dengan mobilitas tinggi memerlukan perencanaan yang mampu mendekatkan masyarakat dengan tempat tinggal, pekerjaan, layanan publik, dan jaringan transportasi.

Kota akan bekerja lebih baik ketika masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan transportasi publik dan pusat aktivitasnya. Manggarai memberi kesempatan kepada KAI untuk membangun kawasan dengan pendekatan itu. Kami ingin perjalanan masyarakat menjadi lebih ringkas, biaya mobilitas semakin efisien, dan akses terhadap kota semakin terbuka.

Manggarai sebagai Pusat Mobilitas

Manggarai memiliki basis mobilitas yang sangat kuat sebagai landasan pengembangan. Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari, dengan sekitar 700 hingga 750 perjalanan kereta api per hari.

Data KAI mencatat bahwa pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai mencapai 5.142.739 pelanggan pada tahun 2023. Angka ini meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada tahun 2024, dan mencapai 5.456.309 pelanggan pada tahun 2025. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, jumlahnya telah mencapai 2.716.932 pelanggan.

Standar Internasional dengan Kebutuhan Lokal

Bobby menambahkan bahwa pengembangan Manggarai juga menjadi langkah KAI membangun kapabilitas pengelolaan TOD yang semakin kompetitif. Berbagai kota dunia telah memperlihatkan bagaimana kawasan di sekitar stasiun dapat berkembang menjadi ruang hidup yang produktif ketika transportasi, hunian, ruang publik, aktivitas ekonomi, serta konektivitas pejalan kaki dirancang dalam satu kesatuan.

KAI ingin membangun kemampuan pengembangan TOD dengan standar yang semakin tinggi. Kami belajar dari praktik terbaik berbagai kota dunia, tetapi kebutuhan masyarakat Indonesia tetap menjadi titik berangkatnya. Keberhasilan Manggarai nanti akan diukur dari seberapa nyaman kawasan ini digunakan untuk tinggal, bekerja, berpindah moda, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Detail Pembangunan Blok F dan G

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa Blok G memiliki luas sekitar 6.925 meter persegi, sementara Blok F sekitar 15.014 meter persegi. Pada kedua area tersebut direncanakan pembangunan 308 unit hunian MBR, 924 unit hunian MBM, dan 2.508 unit hunian komersial, serta 150 unit retail.

Unit hunian dirancang dalam beberapa tipe, mulai dari studio 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 dengan dua kamar tidur dan ruang keluarga yang lebih luas. Anne menekankan bahwa komposisi hunian di Blok F dan G dirancang agar berbagai kelompok masyarakat dapat berada dalam satu kawasan yang dekat dengan transportasi publik.

Sebanyak 1.232 unit berada pada segmen MBR dan MBM. Ini menjadi bagian penting dari rencana Manggarai sebagai kawasan dengan fungsi hunian, transportasi, ruang publik, dan kegiatan ekonomi yang saling terhubung.

Konektivitas dan Pengembangan Berkelanjutan

Secara keseluruhan, rencana pengembangan TOD Manggarai mencakup area sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare merupakan lahan KAI. Pengembangan dilakukan secara bertahap dan mencakup peningkatan konektivitas pejalan kaki, elevated pedestrian deck, serta integrasi dengan moda transportasi lainnya.

FAQ: KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau

Berapa total unit hunian yang akan dibangun di Manggarai?

Rencana pembangunan mencakup 3.740 unit hunian serta 150 unit retail di kawasan TOD Manggarai.

Kapan groundbreaking akan dilaksanakan?

Upacara groundbreaking untuk tahap awal dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2026.

Berapa luas lahan yang akan dikembangkan?

Re

Related Reading