BPBD: 159 desa dan kelurahan di Riau berpotensi rawan karhutla
BPBD Riau: 159 Desa dan Kelurahan Teridentifikasi Berpotensi Rawan Kebakaran
Beritaturah.com – BPBD - Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau telah resmi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla yang berlaku dari tanggal 13 Februari hingga 30 November 2026. Langkah ini diambil sebagai dasar penguatan mitigasi bencana di seluruh kabupaten dan kota di wilayah provinsi tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal, menjelaskan bahwa penetapan ini menjadi respons terhadap meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini diperparah oleh potensi fenomena El Niño yang sedang berlangsung.
Sebaran Desa Rawan di 12 Kabupaten/Kota
Edy Afrizal menguraikan bahwa total 159 desa dan kelurahan di Riau memiliki potensi kerawanan karhutla. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di 65 kecamatan yang berada di 12 kabupaten dan kota. Rokan Hilir mencatat jumlah desa rawan tertinggi dengan 35 desa, diikuti oleh Indragiri Hilir yang memiliki 28 desa, Pelalawan dengan 22 desa, serta Bengkalis yang mencapai 16 desa.
Wilayah lainnya juga terdampak dengan jumlah bervariasi. Kepulauan Meranti mencatat 14 desa, sementara Siak, Dumai, dan Indragiri Hulu masing-masing memiliki 11 desa. Kampar dan Pekanbaru sama-sama mencatat 4 desa, sedangkan Kuantan Singingi dan Rokan Hulu masing-masing hanya memiliki 2 desa.
"Di tengah potensi fenomena El Niño dan meningkatnya ancaman karhutla, penyampaian informasi publik mengenai prakiraan cuaca regional dan lokal melalui perlu semakin diintensifkan. Manajemen perusahaan juga diharapkan lebih aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan platform informasi cuaca lainnya," ujar Edy Afrizal.
Deteksi Titik Panas BMKG Pekanbaru
Pada hari Jumat tanggal 14 Agustus, BMKG Stasiun Pekanbaru berhasil mendeteksi 489 titik panas di wilayah Sumatera. Dari total tersebut, sebanyak 46 titik panas berada di Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis mencatat jumlah titik panas terbanyak dengan 16 titik, disusul Pelalawan dengan 11 titik, Kuantan Singingi dan Kampar masing-masing 5 titik, Rokan Hulu dengan 4 titik, Rokan Hilir dan Siak masing-masing 2 titik, serta Indragiri Hilir dengan 1 titik.
Untuk tingkat Sumatera, Sumatera Selatan memimpin dengan 189 titik panas, diikuti Lampung dengan 116 titik. Riau berada di posisi ketiga dengan 46 titik, kemudian Bengkulu dengan 32 titik, Sumatera Utara dengan 27 titik, Sumatera Barat dengan 26 titik, Jambi dengan 24 titik, dan Bangka Belitung dengan 20 titik.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BPBD?BPBD is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BPBD matter?BPBD matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.